Galabo, tempat memanjakan perut andalan Solo

galabo5
Nama pusat kuliner malam di Solo ini Galabo, atau Gladag Langen Bogan. Nama Gladag dipakai, karena lokasi pusat kuliner ini memang berada di kawasan Gladag, tepatnya di Jalan Mayor Sunaryo yang melintang di depan Pusat Grosir Solo, Beteng. Inilah tempat berkumpulnya seribu satu makanan khas solo, bentuk keragaman kuliner kota ini. Dengan kata lain, hampir semua tempat kuliner yang bertebaran di berbagai sudut kota berkumpul tempat ini, mulai menjelang Magrib hingga tengah malam, setiap hari.
Maka, jika Anda tak ingin repot mencicipi makanan khas Solo yang tempatnya menyebar dan mungkin berjauhan antara satu dengan lainnya, Anda bisa langsung datang ke tempat ini. Sebab, makanan yang Anda indginkan dapat dipastikan ada di tempat ini. Sebut saja misalnya tengkleng Pasar Klewer, susu shejack, nasi liwet, bubur lemu, wedang dongo, bestik lidah, gudeg ceker, sate sapi dan masih banyak lagi. Untuk menikmati hidangan makanan dan minuman serba ada di Galabo, tinggal pilih mau lesehan disediakan tempat sepanjang trotoar, atau di bawah payung dan tenda. Malam hari, setidaknya sekitar 100 gerobak kuliner menutup Jalan Mayor Sunaryo bagi kendaraan bermotor, sehingga para pejalan kaki leluasa melenggang dan lesehan di kawasan ini.
Galabo ini berupa sebuah kawasan, atau tepatnya jalan besar, yang disulap menjadi ruang terbuka. Area sepanjang sekitar 200 meter ini pada pagi dan siang hari digunakan sebagai jalan raya biasa. Namun pada malam hari jalan raya ini ditutup, dan jadilah pusat kuliner itu di sini. Galabo, saat dibuka resmi 13 April 2008 lalu, adalah salah satu ikon pariwisata, berdampingan dengan Pasar Klewer, Kampoeng Batik Kauman, Kampoeng Batik Laweyan, Pasar Gede, dan Keraton Surakarta.
Di Galabo, semua pun tersaji, mulai Kue Lekker, Lumpia, Kebab, aneka minuman khas Solo, aneka jus, bestik jawa, bebek goreng, sop buntut, sate, kambing oven, hingga shisa pun ada disini. Anda ingin memesan Shawarma dengan isi daging yang berbumbu khas timur tengah yang begitu lembut dan lezat ditemani dengan jus Buah Naga? Atau ingin menyantap Bebek Goreng Remuk ditemani satu gelas es teh untuk menghalau pedasnya sambal korek atau sambal bawang untuk bebek? Atau menikmati Lumpia Solo ditemani segelas Es Teh Kampul yang benar-benar terasa khas Solo-nya.
Anda bisa juga memilih sekitar 75 macam makanan khas yang digelar di Galabo ini. Bila tidak betah duduk menikmati menu, silakan memanfaatkan area jalan raya yang ditutup dengan menggelar tikar untuk menyantap hidangan yang disajikan dengan cara lesehan. Lokasi Galabo yang berada di tengah kota menjadikannya mudah dijangkau. Dari Bandara Adi Sumarmo bisa ditempuh selama 30 menit dengan taksi, atau 10 menit dari Terminal Tirtonadi, Stasiun Balapan, Jebres, atau Stasiun Purwosari.

Pusat jajan baru di Solo ini tepatnya mulai buka pukul 17.00 sampai dini hari, walau ada juga yang buka pagi dan siang hari. Galabo wisata kuliner di Solo Jawa Tengah ini didukung Departemen Perdagangan, dengan memberikan bantuan 100 gerobak masing-masing senilai Rp 6,5 juta untuk PKL.

Galabo ini selalu dikunjungi wisatawan lokal maupun dari berbagai daerah. Dengan adanya Galabo ini wisatawan mudah mencari makanan kesukaannya, karena hampir semua selera lidah tersedia. Jika berminat menikmati berbagai pepes, tersedia di warung Mbak Har cabang Spesialis Pepes Mbak Mur yang buka di Jalan Slamet Riyadi (Pojok Lapas Surakarta) atau di kios pintu keluar PGS. Menurut Atik yang sering membantu familinya di Pepes Mbak Har maupun Pu’ol, kalau tidak hujan pusat kuliner ini ramai dikunjungi wisatawan, namun saat hujan, sepi. Seperti gudeg ceker Margoyudan bisa menghabiskan 25 kg ceker saat ramai, tapi kalau sepi karena hujan hanya separonya.
Setiap hari, Galabo bisa dikunjungi sekitar 1.500 sampai 2.000 orang. Kunjungan ini meningkat dua kali lipat pada hari-hari libur, seperti hari besar, Sabtu atau Minggu.
Keunikan dari pusat kuliner Galabo ini terletak di satu ruas jalan dan pengunjung bisa menikmati hidangan di tengah jalan yang aman dan bersih. Di salah sudut jalan itu, terdapat panggung yang disediakan bagi kelompok kesenian untuk tampil di panggung. Saat tak ada acara kesenian, bisa digunakan sebagai tempat santai sambil menikmati lalu lalang pengunjung Galabo.(Ganug Nugroho Adi)

galabo1

galabo3

galabo2

galabo4

One thought on “Galabo, tempat memanjakan perut andalan Solo

Comments are closed.