“Kebohongan halal” dalam menulis surat lamaran kerja dan riwayat hidup

Menulis surat lamaran kerja ataupun menulis riwayat hidup (curriculum vitae/ CV) secara benar dan sesuai keadaan memang bukan hal yang gampang. Namun kadang-kadang kita memang perlu berbohong atau menutupi suatu kenyataan yang ada pada diri kita saat menulis lamaran kerja.

Padahal jelas, menuliskan sesuatu yang tak sesuai kenyataan di CV memang tidak diperkenankan. Misalnya, Anda mengaku-ngaku manajer, padahal Anda hanya seorang staf biasa. Atau, Anda mengatakan bahwa Anda lulusan sebuah universitas terkemuka, padahal Anda hanya sebatas menyelesaikan skripsi di perusahaan lain yang tak begitu bonafid.

Namun memang ada situasi tertentu di mana Anda harus sedikit berbohong (sebut saja white lies), atau menyatakan sesuatu yang buruk atau kurang dengan cara yang lebih baik, atau tidak menyebutkan kelemahan Anda karena memang tidak diminta. Anda bisa saja melakukan hal ini untuk membuat diri Anda menjadi kandidat yang lebih baik. Ada beberapa cara yang bisa diterima jika Anda menemui masalah seperti di bawah ini.

1. Ketika usia Anda sudah melebihi batas yang disyaratkan

Hal ini memang ilegal, tetapi banyak perusahaan yang bersifat diskriminatif terhadap kandidat yang dianggap sudah terlalu tua. Jika Anda menyebutkan tahun kelulusan Anda, mereka tentu lebih mudah memperkirakan berapa usia Anda saat ini. Lebih mudah lagi mereka menebak usia Anda ketika mereka bertatap muka dengan Anda nanti. Namun, dengan bertambahnya usia, kematangan Anda pun bertambah. Sehingga, Anda bisa memukau para pewawancara dengan membeberkan kemampuan Anda.

2. Bila bakat atau cita-cita Anda tidak bermanfaat untuk pekerjaan yang Anda lamar

Mungkin Anda pernah memenangi lomba cheerleader di SMA. Atau Anda punya side job menyanyi di kafe, setelah paginya Anda mengerjakan tugas-tugas administrasi di sebuah perusahaan kecil. Calon atasan Anda mungkin tidak akan peduli dengan semua pencapaian tersebut. Sebuah CV akan membutuhkan pengalaman kerja yang lebih impresif daripada pencapaian-pencapaian pribadi yang penting untuk Anda. Hal itu mungkin akan membedakan Anda dari kandidat lain, tetapi kualifikasi dan kemampuan profesional Andalah yang akan membuat calon atasan Anda terkesan. Kecuali, tentunya, jika Anda melamar sebagai instruktur dansa, maka Anda bisa berkisah panjang-lebar tentang pengalaman Anda menari.

3. Ketika Anda mengira bisa memelajari ketrampilan yang dibutuhkan sebelum Anda mengawali pekerjaan baru Anda

Siapa sih yang tidak tahu bagaimana mengoperasikan komputer sekarang? Semua orang juga merupakan “effective communicator” atau “team player” (jika Anda menulis CV dalam bahasa Inggris). Jika pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan untuk menjalankan program tertentu yang tidak Anda kuasai, sebutkan dalam CV Anda (selama sifatnya tak terlalu teknis atau membutuhkan pendidikan khusus). Minta bantuan teman-teman yang menguasai program tersebut untuk memberikan review untuk Anda. Tentu banyak yang akan menolong Anda, dan Anda bisa menjalani wawancara dalam kondisi “tidak kosong-kosong amat”.

4. Ketika pengalaman Anda lebih berarti daripada IP Anda di kampus

Jika Indeks Prestasi Anda kurang dari 3,0, lebih baik tak usah dicantumkan di CV. Namun jika Anda sudah berpengalaman lima tahun di bidang Anda, pengalaman Anda akan dinilai lebih penting daripada IP Anda.

5. Jika Anda mencantumkan referensi yang tidak begitu penting

Anda tidak perlu membuang-buang halaman CV Anda untuk mencantumkan informasi tentang semua referensi Anda. Apalagi jika Anda menyebutkan referensi yang tidak tahu persis bagaimana kinerja Anda. Kecuali Anda bisa memberikan referensi yang mampu memberikan informasi yang bermanfaat, Anda hanya perlu menunggu hingga staf pengembangan sumber daya manusia pada perusahaan tersebut meminta referensi pada Anda.

6. Jika Anda tidak yakin bagaimana mengatakan bahwa Anda baru saja di-PHK

Anda tidak harus menyebutkan di resume mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda sebelumnya. Gunakan CV sebagai batu loncatan untuk mendapatkan peluang wawancara. Akan lebih mudah bila Anda menjelaskannya langsung saat wawancara (bila ditanya), ketimbang menyebutkan bahwa Anda dipecat, mengundurkan diri, atau karena perampingan perusahaan di CV. Hal itu akan membuat rekruter lebih selektif terhadap Anda. Namun tetap sebutkan kapan terakhir Anda bekerja di perusahaan yang lama, dan apa saja yang Anda pelajari semasa masih bekerja.

7. Bila CV Anda terlalu panjang

Anda tidak perlu menyebutkan semua hal yang Anda lakukan selama 15 tahun Anda bekerja, jika daftar riwayat hidup Anda sudah mencapai tiga halaman. Yang terutama, Anda tidak perlu mendiskusikan kegiatan atau prestasi Anda di SMA, atau pengalaman Anda bekerja paruh waktu sebagai tenaga administrasi di sebuah minimarket. Ceritakan saja pengalaman Anda dalam 10 tahun terakhir, yang tentunya lebih berkaitan dengan kemampuan Anda sekarang.