Jenis Penyakit Pada Murai Batu

murai batuTerkadang, burung yang sudah dirawat dengan baikpun bisa saja terserang penyakit. Sebagai penghobi burung, kita dituntut untuk mengetahui berbagai gejala penyakit serta penanganan yang tepat jika burung kesayangan kita terserang penyakit.

Burung yang sehat pun tetap tergantung pada cara perawatan si pemilik, sebab jika burung tidak diperhatikan dengan baik, maka burung yang kita pelihara tersebut rawan sekali terserang penyakit.


Apalagi jika sang pemilik tidak mengerti bagaimana cara menangani burung kesayangannya yang sakit, karena penanganan yang salah justru akan berakibat kematian pada burung kita kita pelihara. Disitulah letak betapa pentingnya merawat serta menjaga kesehatan burung kesayangan kita.

Kali ini kami akan mengetengahkan penyakit serta gejala apa saja yang muncul pada burung murai batu. Seperti yang kita ketahui bersama, banyak sekali penghobi burung kicauan yang memelihara burung murai batu. Entah untuk sekedar memelihara saja maupun untuk dilombakan.

Burung murai batu terkenal dengan suara serta bulu ekornya yang panjang, karena itulah burung murai batu harganya relatif mahal. Apalagi burung murai batu yang sudah pernah menang dalam lomba, harganya bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah.

Ada baiknya bagi para pecinta burung yang memelihara burung murai batu untuk mengetahui gejala maupun jenis penyakit yang dapat menyerang burung murai yang kita pelihara. Sayang sekali bukan, jika burung murai batu yang bagus dan bisa mendatangkan uang senilai jutaan rupiah nantinya jatuh sakit dan mati begitu saja.

Sebenarnya, menangani burung yang sakit khususnya burung murai batu tidaklah terlalu sulit. Kita bisa mengobati berbagai penyakit tersebut dengan metode pengobatan alami maupun dengan pengobatan yang banyak dijual di pasar burung maupun toko online. Namun yang tidak kalah penting adalah waktu dan ketelatenan dalam merawat burung murai yang sakit.

Dibawah ini adalah beberapa jenis penyakit yang sering terjadi pada burung murai baru:

  • Serak pada burung murai batu

Serak juga bisa menyerang murai batu. Umumnya karena adanya gangguan pada sistem pernapasan maupun pada tenggorokannya sehingga burung murai batu tidak banyak mengeluarkan kicauannya.

Gejala serak pada burung murai batu

  • Suara menjadi tidak jernih dan cenderung tersendat-sendat
  • Burung murai batu lebih banyak diam
  • Nafsu makan berkurang

Cara penanganan serak pada burung murai batu

daun lateng putih
daun lateng putih

Teteskan air perasan daun lateng putih pada bagian mulut burung murai batu. Setelah itu posisikan seperti menungging agar lendir yang ada pada saluran pernapasan serta tenggorokan murai batu bisa keluar. Cara seperti ini bisa dikombinasikan dengan pemberian rebusan air sirih pada wadah minumnya. Air rebusan daun sirih akan mengobati suara burung yang menjadi serak serta bisa menjadi antibiotik alami yang baik.

  • Kutu pada bulu murai batu

Kutu yang bersembunyi di balik bulu-bulu burung murai batu jika tidak segera ditangani akan menyebabkan bulu-bulunya rontok sehingga burung murai kesayangan kita menjadi botak dan tidak bagus lagi. Selain dapat menyebabkan bulu-bulu menjadi rontok, burung murai menjadi sering gelisah dan suka mencabuti bulunya sendiri.

Gejala kutu pada bulu murai batu

  • Burung sering gelisah
  • Nafsu makan berkurang
  • Malas berkicau
  • Banyak sekali bulu yang rontok
  • Terkadang burung terlihat sering mencabuti bulunya sendiri

Cara menangani kutu pada bulu murai batu

Ambil air cucian beras, kemudian semprotkan pada burung. Air cucian beras akan membuat bulu-bulu murai batu menjadi licin sehingga kutu akan jatuh sendiri. Selain itu juga bisa disemprot dengan air rebusan daun sirih untuk membasmi kutu-kutu pada bulu burung murai batu.

  • Mata bengkak pada murai batu

Penyakit mata bengkak atau snot tidak hanya terjadi pada burung lovebird saja. Murai batu juga bisa terserang mata bengkak. Umumnya murai batu yang terserang penyakit mata bengkak lebih disebabkan oleh pemberian makan serangga yang terlalu banyak, sehingga menyebabkan mata burung murai batu menjadi bengkak.

Gejala mata bengkak pada murai batu

  • Mata menjadi bengkak
  • Nafsu makan berkurang
  • Burung menjadi lemah
  • Malas bersuara
  • Mata berair

Jika penyakit mata bengkak atau snot ini dibiarkan, maka burung murai batu akan menjadi buta.

Cara menangani mata bengkak pada murai batu

Selalu menjaga kebersihan kandang serta menjaga pemberian pakan serangga pada burung murai batu. Berikan jangkrik atau ulat secukupnya saja, tidak usah terlalu banyak.

  • Bulu ekor tidak tumbuh pada murai batu

images

Sebenarnya hal seperti ini bukanlah suatu penyakit pada burung murai batu. Keunikan burung murai batu terletak pada bulu ekornya yang panjang. Namun terkadang bulu ekor pada burung murai batu tidak mau memanjang dengan sempurna karena terlambat tumbuh. Hal seperti ini biasa terjadi setelah burung murai batu mengalami proses ganti bulu atau mabung.

Cara menangani bulu terlambat tumbuh pada murai batu

Cara yang terbaik adalah membersihkan pori-pori pada bagian ekor burung murai batu dengan menggunakan air hangat. Setlah dibersihkan dengan air hangat, bersihkan lagi dengan menggunakan bawang putih. Selain itu berikan pakan serangga berupa belalang pada murai batu. Ternyata, belalang mengandung vitamin E yang baik untuk pertumbuhan bulu pada burung, selain itu anda juga bisa memberikan vitamin yang lain agar bulu pada burung murai batu lebih cepat tumbuh.