Ruwatan Massal

Puhan warga Solo, Minggu (26/1) pagi mengikuti Ruwatan Sukerta Massal yang digelar di lapangan Jaya Wijaya, Mojosongo, Jebres. Dalam ruwatan tersebut warga yang ikut serta berharap akan terjadi perubahan baik dalam kehidupan mereka maupun kondisi nusantara semakin lebih baik.

ruwatan massal2

Ruwatan dimulai dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh empat agamawan dari Kristen, Hindu, Katolik dan. Muslim. Kemudian seusai membacakan doa tersebut secara bergantian, sejumlah ibu-ibu melantunkan geguritan berjudul Lir-Ilir. Setelah itu baru satu per satu peserta ruwatan dipanggil menuju bilik. Saat menuju bilik sebelum disiriam rambut mereka dipotong. Rambut ini dipotong untuk melambangkan pemangkasan sukerta.

Riska, 41, kepada Solografi mengatakan alasannya mengikuti ruwatan lantaran dirinya ingin merubah nasibnya agar di tahun 2014 dan tahun seterusnya lebih baik lagi. “Terus terang saya baru pertama kali ruwatan. Harapannya agar kehidupan dan rejeki lancar,” jelasnya.

Sedang Mugiyono, 45, mengatakan ruwatan yang ikut ikuti untuk membimbing jiwa dan tubuhnya kembali agar mempunyai semangat untuk berjuangan dalam bekerja dan menafkahi keluarga. “Yang saya harapkan, saya punya semangat dan kekuatan terlebih untuk menafkahi keluarga,” katanya.

M Muchlis Jamhuri, penggagas acara mengatakan ruwatan ini dilakukan lantaran kondisi ekonomi dan sosial yang kini sudah tidak memihak lagi kepada masyarakat kecil dan miskin. “Jadi tidak hanya secara personal yang diruwat namun juga secara nasional lewat bangsa ini,” katanya.

Ia menambahkan, pada dasarnya ruwatan selain juga bisa menghilangkan sukerta juga bisa mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi aman dan tenteram. Disisi lain, ruwatan juga bukanlah kegiatan musyrik melainkan sebuah budaya dan tradisi doa untuk dari yang buruk menjadi lebih baik. “Seperti di banjir Jakarta itu tidak cukup jika hanya dikerjakanan dengan ilmu pengetahuan semata. Namun jikan dengan ruwatan hal itu bisa dihilangkan ataupun dicegah,” katanya. (Teks dan foto: Damianus Bram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *