Bledug Kuwu: Kawah lumpur yang berdentum-dentum

Bledug Kuwu: Kawah lumpur berdentum-dentum
Letupan lumpur dari dalam tanah di Bledug Kuwu/Barnorama.com

Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, 28 kilometer ke arah timur kota Purwodadi. Kawasan wisata yang secara geografis terletak di dataran rendah bersuhu 28-36° celcius ini menyajikan letupan gelembung lumpur raksasa yang mengeluarkan percikan air dan garam. Obyek wisata ini berupa telaga lumpur hangat seluas sekitar 45 hektar.

Fenomena Bledug Kuwu ini adalah keluarnya air beserta lumpur dari endapan laut purba yang keluar karena tekanan air vertikal. Lumpur yang disemburkan disertai asap putih yang membubung dengan ketinggian mencapai 3 meter. Pada saat-saat tertentu suara letupan terdengar keras dengan semburan lumpur setinggi 10 meter. Letupan keras biasanya terjadi pada dini hari saat udara dingin atau cuaca mendung.


Semula diduga munculnya gelembung lumpur itu merupakan magma bumi. Artinya, Bledug Kuwu merupakan kawah vulkanik seperti kawah yang banyak ditemukan di pegunungan Dieng, Jateng. Namun teori ini sulit dibuktikan karena letupan lumpur di Kuwu tidak panas. Kalaupun terasa hangat itu karena sengatan matahari sehingga sangat aman di pegang.

Ada dugaan terbentuknya gelembung lumpur Bledug Kuwu karena peristiwa kimiawi antara gas bumi dengan air laut yang menghasilkan gas karbon dioksida dan sulfur dioksida. Dugaan ini diperkuat dengan munculnya bau gas yang menyengat dari tiap letupan gelembung lumpur dan sedikitnya tumbuhan yang hidup karena sifat gas tersebut yang membunuh.

Selain sebagai obyek wisata, Bledug Kuwu juga dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai lahan pembuatan garam. Air garam yang menyertai setiap letupan lumpur dialirkan ke dalam sebuah tempat penampungan berbentuk kolam. Dari kolam penampungan ini, air asin itu kemudian ditempatkan di dalam bilah-bilah bambu dan dijemur di bawah terik matahari. Setelah dijemur sekitar 5 hingga 6 jam, air dalam bilah bambu pun menguap habis dan tinggallah butiran garam. Selain kristal garam juga dihasilkan air bleng yang dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit kulit.

Kristal garam yang terbuat dari air Bledug Kuwu lebih halus dibanding kristal garam air laut dengan warna yang lebih putih. Kandungan salinitas telaga lumpur di Bledug Kuwu mencapai 8 persen, sementara air laut umumnya hanya 3 persen. Karena itu, garam produksi Bledug Kuwu lebih gurih dibanding garam biasa. Garam ini konon menjadi favorit para juru masak Keraton Kasunanan Surakarta tempo dulu.

Untuk mendapatkan muntahan air Bledug Kuwu, para petani garam harus merangkak di kepekatan lumpur sampai ke pusat gelembung. Padahal kedalaman lumpur cair itu tidak diketahui pasti. Tidak ada catatan berapa jumlah petani garam di Kuwu. Menurut keterangan beberapa warga, dulu seluruh tepian Bledug Kuwu yang luasnya mencapai 45 hektar, dipenuhi bangunan sederhana tempat pembuatan garam. Kini, hanya tinggal beberapa orang saja petani garam yang masih setia dan tekun dengan profesinya. Sisanya, menjadi buruh atau merantau ke Jakarta karena penghasilan sebagai petani garam di Kuwu tidak menjanjikan.

Rute

Untuk melalui Tempat Wisata Bledug kuwu ini kita harus menempuh jalan darat, dari semarang melalu Purwodadi sampai ke desa Kluwu. Selama perjalanan kita disuguhi banyak sekali pemandangan alam yang sangat indah, hamparan sawah yang hijau dan langit yang biru. Pemandangan bukit-bukit yang begitu indah, sehingga perjalanan untuk menuju tempat wisata ini tidaklah terasa membosankan. Karena mata kita sangat segar karena memandang pemandangan alam yang serba hijau dan indah.

Obyek wisata bledug kuwu selain bisa dicapai dari kota Purwodadi, obyek ini juga bisa diakseslewat jalur utara melalui Demak atau juga Pati, lewat kota kecamatan Wirosari. Bagi yang berasal dari daerah selatan Kabupaten Grobogan, Anda bisa menempuh jalur pintas antar kabupaten lewat kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen dan Solo.