Cantiknya pengantin tebu Tasikmadu

TIDAK satu jengkal pun lekuk tubuh Roro Ayu manis Probo tanpa terpasang hiasan dan tertoreh aksesori. Para pengiring sekiranya telah bekerja keras mempersembahkan sang mempelai putri ini untuk disandingkan dengan Bagus Guno Sarono. Usia keduanya yang telah mencapai 11 bulan kiranya sudah cukup matang bagi jenis tanaman tebu ini saat dinikahkan di ritual cembengan, penanda dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar.

Cantiknya Pengantin Tebu Tasikmadu
Karyawan Pabrik Gula Tasikmadu mengarak pasangan pengantin tebu Bagus Sarkoro dan Roro Ayu Manis Probo, dalam ritual Cembengan di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (9/5)

Sebelumnya, penebasan sang mempelai putri di ladang Suruh dikemas melalui acara sakral puji-pujian kepada sang maha kuasa. Pun demikian saat Bagus Sarono diambil dari ladang di Langenarjo. Keduanya merupakan batang jenis tebu terbaik dari ladang berbeda.


Pernikahan tebu atau lebih dikenal ritual cembengan ini telah dikenal luas di kalangan pengusaha dan petani wilayah eks karisidenan Surakarta. Begitu pentingnya geliat pertanian ini sehingga selama 143 tahun, cembengan tetap dipertahankan. Terutama sebagai aset budaya dan daya tarik wisatawan.

Cantiknya Pengantin Tebu Tasikmadu
Karyawan Pabrik Gula Tasikmadu mengarak pasangan pengantin tebu Bagus Sarkoro dan Roro Ayu Manis Probo, dalam ritual Cembengan di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (9/5)

Ritual cembengan di PG Tasikmadu diawali dengan mengarak sepasang pengantin oleh pengiring mempelai yang membawa 14 pasang batang tebu setinggi dua meter. Tahapan ini merupakan kelanjutan sesaji tujuh kepala kerbau yang dilakukan para ulama adat sehari sebelumnya.

Di PG Tasikmadu, lokasi pabrik disulap menjadi ruang resepsi pernikahan lengkap dengan ubo rampenya. Para pimpinan Muspida Kabupaten Karanganyar hadir dalam resepsi pernikahan tebu, diantaranya Bupati Juliyatmono dan Kapolres AKBP Martireni Narmadiana.

Administratur PG Tasikmadu Agus Hananto Prasetyo mengatakan prediksi hasil produksi gula tahun ini 313.420 kuintal. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan hasil tahun lalu 289.105 kuintal. Modal giling mengandalkan hasil panen di lahan seluas 6 ribu hektare atau setara 4,2 juta kuintal tebu. “Rendemen saat ini 7,43 persen,” terangnya.

Cantiknya Pengantin Tebu Tasikmadu
Karyawan Pabrik Gula Tasikmadu mengarak pasangan pengantin tebu Bagus Sarkoro dan Roro Ayu Manis Probo, dalam ritual Cembengan di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (9/5)

Demi menjaga pertumbuhan positif usahanya, PG Tasikmadu kian mempererat kemitraan dengan stakeholder perusahaan, utamanya petani. Perusahaan milik PTPN IX ini hanya mengambil 34 persen hasil panen tebu sedangkan sisanya menjadi hak petani. Adapun masa giling akan berlangsung 138 hari sejak dimulai 17 Mei 2014 mendatang. “Selama itu pula, diperkirakan jumlah pekerja lepas mencapai 1.300 orang,” jelasnya.

Kepala Instalasi PG Tasikmadu, Primanda Bayu Adi Haryono mengatakan seluruh proses pengkristalan gula tebu dilakukan sesuai standar sejak 143 tahun silam. Untuk menjaga mesin tetap awet, pabrik menerapkan pemeliharaan rutin. Dia tidak memungkiri kerap ditemui mesin giling aus di terminal produksi.

“Sejak dibangun di Mangkunegara IV sudah diterapkan proses produksi semacam ini. Supaya tetap awet, terus dilakukan rekondisi dan perawatan,” pungkasnya.

sumber : KR Jogja