Destinasi wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi

Tidak hanya Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri juga memiliki destinasi wisata yang elok. Sebagian besar tempat-tempat wisata tersebut masih alami karena belum banyak dikunjungi wisatawan. Padahal keindahannya tidak jalah dengan tempat wisata lain. Berikut ini beberapa tempat wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi.

Wisata Air Tterjun Girimanik


Air terjun Girimanik berada di kawasan wisata alam Girimanik yang sejuk dengan landscape yang elok di Desa Setren, Slogohimo, Wonogiri. Di kawasan wisata alam ini terdapat tiga air terjun, yakni Manikmoyo, Condromoyo, dan Tejomoyo.

Ketiga air terjun ini masing-masing setinggi sekitar 70 m, 40 m, dan 30 m dan berada tersembunyi di tengah lebatnya hutan pinus. Tempat wisata belum banyak dikunjungi wisatawan sehingga masih alami.

Selain air terjun, jawasan ini juga menawarkan upacara tradisional Susuk Wangan, yaitu sebuah ritual masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap Sabtu Kliwon pada bulan besar. Upacara ini merupakan wujud syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan air yang cukup sehingga hasil panen melimpah.

Prosesi acara ritual diawali denganmasyarakat setempat yang membersihkan saluran air dan kemudian dilanjutkan dengan pesta ayam ingkung. Ritual juga diisi dengan berbagai kesenian tradisional.

Destinasi wisata di Kecamatan Slogohimo ini berjarak sekitar 40 km arah timur Kota Wonogiri. Rutenya, sesampai di Slogohimo Anda berbelok ke utara sekitar 10 km dengan jalan yang menanjak sampai kawasan Bumi Perkemahan.

Dari tempat ini, air rerjun Manik Moyo hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Sedangkan untuk ke air terjun Tejo Moyo diperlukan waktu 30 menit, dan lokasi air terjun Condromoyo berada di persimpangan antara bumi perkemahan dan air terjun Tejo Moyo yang membutuhkan waktu 15 menit dengan berjalan kaki.

Hutan Donoloyo

Destinasi wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi
Hutan Donoloyo yang elok dan mempinyai banyak mitis keangkeran/Epriant blogspot com

Tempat wisata ala mini juga masih berada di kawasan Slogohimo. Donoloyo merupakan daerah pegunungan dengan hutan yang menakjubkan karena hutan ini berupa hutan jati dengan pohon jati yang sangat besar dan tua. Dari tempat inilah dulu kayu untuk membangun Keraton Siuralkarta didatangkan.

Tidak heran jika hutan ini juga keramat. Kekeramatan kawasan ini bahkan masih bisa Anda rasakan sampai saat ini. Pojon-pojon jati di hutan ini rata-rata berusia lebih dari 300 tahun. Bahkan beberapa pohon usianya diperkirakan mencapai 700 tahun.

Kawasan ini serting dikunjungi para pelajar untuk berkemah dan wisata sejarah Meski demikian, pengunjung umum tetap diperbolehkan untuk berwisata di hutan ini. Tempat ini juga sering digunakan untuk penelitian.

Air Terjun Watu Jadah

Obyek wisata ini terletak di tanah milik perhutani, blok Perhutani Plalar, Dusun Grenjeng Desa Girimulyo. Jarak dari kota Kecamatan Jatipurno ke lokasi sekitar 13 km atau 43 km dari Kota Wonogiri.

Akses jalan cukup memadai yang dapat dilalui dengan kendaraan roda 4 sampai pada pintu gerbang menuju air terjun Binangun Watu Jadah. Wisata ini menyuguhkan panorama alam hutan lindung yang masih asri dipadu dengan air terjun alami yang dihiasi ornamen alam bebatuan lapis yang bertumpuk.

Jika diamati akan nampak seperti jadah (makanan dari ketan) sehingga dinamakan Watu Jadah. Obyek ini sangat tepat sebagai tempat rekreasi bagi para pecinta alam, para kawula muda, atau siapa saja yang ingin mencari kesejukan dan ketenangan menyatu dengan alam.

Pasir putih Pantai Nampu

Tak hanya Bali atau Lombok, Wonogiri di Jateng juga memiliki pantai berpasir putih, yaitu Pantai Nampu. Pantai ini berupa gugusan pasir putih yang tergolong masih perawan, karena keindahan yang belum banyak terjamah manusia.

Lokasinya berada di Desa Dringo, Paranggupito, Wonogiri. Jarak tempuh dari Kota Wonogiri ke Pantai Nampu sekitar 70 km atau butuh sekitar 2 jam untuk tiba di sana.

Deburan ombak yang beradu dengan karang-karang putih, menjadi salah satu titik keindahan yang dimiliki pantai ini. Pantai Nampu memiliki sekitar tiga titik pantai yang dipisahkan oleh gundukan daratan hijau.

Selain pantai berpasir putih, Nampu juga menawarkan sebuah keindahan dan kealamian yang belum tercemar oleh polusi. Anda juga bias bermalam dengan mendirikan tenda di bukit-bukit sekitar pantai. Siap-siap dibius suasana malam Pantai Nampu dengan lampu dari perahu nelayan yang kerlap-kerlip di atas lautan. Indah sekali! Pantai Nampu cocok untuk menjadi destinasi akhir pekan Anda. Sunset dan sunrise pun terlihat jelas dari pantai ini.

Rute perjalanan dapat Anda tempuh dari Kecamatan Ngadirojo-Kecamatan Baturetno-Giriwoyo-Giri Tontro-Perempatan Giri Belah-Paranggupito. Jika Ada dari Surakarta dapat mengambil jalur Kota Wonogiri ke Paranggupito, kemudian akan sampai di perempatan Giri Belah dan diteruskan ke Kecamatan Paranggupito. Sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan belum ada angkutan umum yang lewat sini.

Pantai Sembukan

Destinasi wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi
Pantai Sembukan/Putri Ratnasari

Pantai Sembukan akan membuat takjub wisatawan. Tak cuma indah, konon pantai ini menjadi pintu masuk Nyi Roro Kidul menuju Kasunanan Surakarta. Pantai yang terletak di Dusun Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri ini, memiliki nuansa alam yang sangat indah. Jika anda ingin menuju ke pantai ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Wonogiri.

Pantai ini sudah ramai pengunjung, apalagi saat menjelang malam 1 Suro. Malam itu, semua pekerja Keraton Surakarta dan abdi-abdi keraton datang membawa sesajen. Sesajen itu dipersembahkan untuk Sang Penguasa Lautan Kidul.

Upacara yang dikenal dengan nama Larung Ageng in, diadakan oleh Kasunanan Surakarta, Pemkab Wonogiri dan masyarakat sekitar Paranggupito. Acara tersebut digelar untuk menghormati penjaga pantai. Jika sudah mengarah ke hal-hal yang berbau mitos maka Anda harus paham dengan aturan-aturan yang berlaku, seperti dilarang mengambil apapun dari pantai ini.

Namun tidak hanya misteri dan mitos yang menjadi daya tarik pantai ini. Panorama dan hamparan karang di pantai ini adalah daya tarik yang begitu mempesona bagi wisatawan. Jangan harap Anda bias berenang di pantai ini. Karena bibir pantai ini didominasi oleh karang-karang kecil yang sangat tajam.

Selain itu, deburan ombaknya juga sangat besar. Sehingga pantai ini tidak boleh digunakan untuk berenang. Mengenai fasilitas anda tidak perlu khawatir. pantai ini telah dilengkapi pendapa, parkir, kamar mandi, mushala kecil dan warung tempat pedagang menjajakan makanan

Museum Karst

Jika berkunjung ke Wonogiri, janga lupa mampirke Museum Karst. Museum ini merupakan museum terunik dan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Berlokasi di kawasan perbukitan gamping semakin menambah daya tarik museum untuk dikunjungi.

Nama Karst merupakan istilah dari bahasa Yugoslavia yang merujuk pada wilayah yang terdiri dari batuan yang mudah larut seperti batu gamping. Hamparan sawah serta hutan jati dapat kita nikmati seraya memasuki kawasan Museum Karst.

Di sekitar museum terdapat beberapa gua yang keberadaannya juga masih berkaitan dengan fungsi museum. Selain menawarkan rekreasi, museum ini juga mengajak pengunjung belajar mengenai batuan karst dan sejarah gua.

Di dalam museum wisatawan akan diperlihatkan diorama gua serta koleksi berbagai jenis batuan gamping. Selain itu kita juga dapat menikmati film yang berkaitan dengan proses terbentuknya batuan karst.

Letaknya berada di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogori. Museum ini berada di antara tiga Kabupaten, yakni Wonogiri, Gunungkidul dan Pacitan.

Untuk masuk ke dalam museum tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, pengunjung tetap harus membayar unutk masuk ke dalam kawasan wisata Gua di Pracimantoro. Museum Karst sendiri berada di dalam kawasan ini.

Wisatawan akan dikenakan tarif sebesar Rp 2.100 pada hari Senin-Sabtu. Sedangkan tarif sebesar Rp 3.100 berlaku pada hari Minggu. Untuk kendaraan besar seperti bus dikenai tarif Rp 10.000, mini bus Rp 5.000, mobil Rp 3.000 dan sepeda motor Rp 1.000.Museum Karst tutup pada hari Jumat. Akses jalan beraspal dan halus memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke Museum Karst. Anda bisa mencapainya dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari Kota Wonogiri. Sedangkan jarak tempuh dari Pacitan adalah sekitar 50 km, dan 55 km dari Kabupaten Gunungkidul.

Traveler sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, karena lokasi museum berada agak jauh dari perkampungan padat penduduk. Banyak juga wisatawan yang menyewa jasa travel atau ojek. Di sekitar museum banyak terdapat warung yang menyediakan makanan dan minuman untuk melepas dahaga. Maklum, udara di sekitar lokasi cukup panas.

Ada juga penginapan untuk wisatawan yang berasal dari luar kota. Penginapan ini adalah rumah-rumah penduduk yang bisa disewa dengan tarif Rp 50.000 per rumah. Ada sekitar 24 rumah, dan masing-masing mempunyai jumlah kamar yang berbeda-beda tergantung berapa orang yang akan menyewa. Bagi wisatawan yang biasa tidur di hotel, terdapat beberapa hotel sekitar 3 km dari area wisata. Tarif hotel di sana sekitar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per malam.

Goa Ngantap

Destinasi wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi
Goa Ngantap/Wikipedia

Goa Ngantap merupakan salah satu alternatif obyek wisata yang murah. Terutama bagi anda yang suka petualangan. Bagi anda yang sudah bosan dengan wisata yang itu-itu saja dan ingin sesuatu yang beda Goa Ngantap sebagai alternatifnya.

Goa ini merupakan salah satu gua yang terdapat di kelurahan Bayemharjo, kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Formasi stalagtit dan stalagmit yang indah terdapat di dalam goa ini. Wilayah Wonogiri memiliki hamparan karst yang cukup luas seperti daerah-daerah sekitarnya, sehingga wilayah ini juga memiliki potensi wisata goa yang cukup menarik.

Goa Ngantap berbentuk seperti cerugan (cekungan kedalam) yang di dalamnya terdapat ruangan yang cukup luas dan tinggi. Beberapa bebatuan didalamnya masih dialiri air, bahkan tetesan air tersebut juga dimanfaatkan warga sekitar untuk keperluan air bersih.

Untuk menuju Goa Ngantap wisatawan harus rajin bertanya kepada penduduk lokal karena penunjuk ke tempat ini sangat minim. Sedangkan sarana dan fasilitas yang ada di tempat ini sendiri sepertinya telah lama ditinggalkan dan tidak terawat. Namun demikian, kondisi goa sendiri masih terjaga dan batu-batuan didalamnya masih memiliki daya tarik yang cukup khas.

Keberadaan Goa Song Gilap di Pracimantoro, Wonogiri belakangan mendadak terkenal. Gara-garanya ditemukan sejumlah fosil dan artefak peninggalan manusia purba jaman Mesholitikum di goa itu.Goa Song Gilap berlokasi Dusun Danggolo, Desa Gebangharjo. Pracimantoro. Goa ini termasuk dalam komplek Museum Karst Dunia (MKD) Pracimantoro. Dari jalan raya Pracimantoro-Jogjakarta cuma berjarak sekitar 2 kilometer. Wisata ini menawarkan edukasi, budaya dan wisata prasejarah. Wisatawan bisa belajar tentang budaya manusia purba.

Goa Song Gilap

Destinasi wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi
Goa Song Gilap/Wikipedia

Goa Song Gilap memiliki lorong horizontal sepanjang 25 meter. Sedang lorong vertikal belum bisa diketahui.Goa ini terletak di dasar sebuah jurang yang memiliki ciri khas yakni lorong-lorong yang sangat sempit. Tekstur dinding goa yang berlumur lumpur menambah tantangan tersendiri ketika menyusuri goa ini.

Entrance goa termasuk cukup mudah dimasuki, namun setelah 5 meter kedalam maka anda sebaiknya berpikir ulang apabila memiliki postur tubuh yang gemuk, karena lorong gua menjadi sangat sempit, dengan lebar 40-50 cm. Memasuki lorong yang lebih dalam lagi maka ada beberapa liang goa yang lebih lebar, namun tetap saja terkesan sempit dan mungkin anda akan sedikit kesulitan bernapas.

Wisata Spiritual Kahyangan

Destinasi wisata di Wonogiri yang wajib Anda kunjungi
Wisata Kahyangan, Tirtomoyo, Wonogiri /Wonogiri.go.id

Obyek wisata ini terletak di tenggara Kota Wonogiri tepatnya di Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo dengan jarak 50 km. Akses jalan menuju ke tempat ini sangat baik dan mudah. Kahyangan konon merupakan tempat petilasan Raja Mataram dalam melakukan tirakat atau meditasi. Di tempat inilah Danang Sutowijoyo (Raja Mataram pertama) mendapatkan wahyu dan mengadakan perjanjian dengan Ratu Kidul untuk bersama-sama membangun kerajaan di tanah Jawa.

Suasana di obyek wisata ini memang terasa sakral dengan gemericik air sungai yang mengalir. Di tempat inilah para pengunjung melakukan meditasi atau sekedar beristirahat sambil merenung dan melepaskan kepenatan rutinitas yang sangat membosankan. Kahyangan juga dilengkapi dengan sarana ibadah, toilet dan tempat pembelian aneka souvenir berupan benda-benda bertuah dari kayu, batu mulia, dan benda bertuah lainnya.