Kisah tiga parasut dan manusia terpandai di dunia

Seorang dokter, pengacara, anak lelaki kecil dan seorang lelaki tua berada dalam sebuah penerbangan dengan pesawat pribadi kecil pada suatu Minggu sore. Tiba-tiba ada masalah pada mesin pesawat. Meskipun upaya terbaik dari pilot sudah dilakukan, pesawat mulai turun perlahan. Pilot pun meraih parasut dan berteriak kepada penumpang bahwa mereka lebih baik melompat, dan pilot pun segera melompat untuk menyelamatkan diri.

Sayangnya, hanya ada tiga parasut yang tersisa.


kisah parasut dan orang terpandai di duniaDokter meraih satu dan berkata, “Saya seorang dokter, saya menyelamatkan nyawa, jadi saya harus hidup.” Dan dokter melompat keluar.

Si pengacara menyambar salah satu lipatan parasut yang ada dan berkata, “Saya pengacara dan pengacara adalah orang-orang terpandai di dunia. Saya layak untuk hidup.” Dia pun melompat keluar.

Si lelaki tua memandang anak kecil, mengambil parasut dan mengulurkannya kepada si anak. “Nak, aku sudah menjalani kehidupan yang panjang dan aku rasa sudah cukup. Anak masih muda dan jalan ke depan masih panjang terbentang. Ambil parasut terakhir itu dan hiduplah dalam damai.”

Anak lelaki kecil itu tersenyum dan menyerahkan lagi parasut kepada si lelaki tua dan berkata, “Tidak perlu khawatir Bapak. Orang terpandai di dunia tadi telah salah menyembar tas punggung saya yang terbuat dari kain parasut…..”

Disadur dari moralstories.org dengan moral cerita: Pekerjaan kita tidak selalu mendefinisikan siapa diri kita karena jatidiri manusia tercermin dari perilaku kesehariannya.

Semoga bermanfaat.