Pameran foto street dengan kamera HP

Malang Photo Club (MPC) menggelar pameran fotografi ponsel di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, mulai Rabu (25/6/2014) hingga Jumat (27/6/2014).

Ketua MPC Hiapy Suryakusuma mengatakan, ada ratusan karya yang bakal di pajang dalam pameran. Sebagian karya tersebut juga hasil jepretan Paul Zacharia, penulis buku berjudul ‘Street Photography dengan Ponsel’.


Jepretan Paul Zacharia ini diambil dari beberapa kota, seperti Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogja. “Bahkan sampai ke Singapura,” ujar Hiapy seperti dilnsir Tribunnews.

Pengunjung melintas di depan foto karya fotografer Paul Zakaria pada pameran tunggal "Street Photography" di Anjungan Ken Arok, Perpustakaan Pusat Malang, Jawa Timur, Rabu (25/6). Pameran yang menampilkan 50 foto tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Bedah Buku dan Seminar Foto yang berlangsung selama tiga hari. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Asf/Spt/14.
Pengunjung melintas di depan foto karya fotografer Paul Zakaria pada pameran tunggal “Street Photography” di Anjungan Ken Arok, Perpustakaan Pusat Malang, Jawa Timur, Rabu (25/6). Pameran yang menampilkan 50 foto tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Bedah Buku dan Seminar Foto yang berlangsung selama tiga hari. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Asf/Spt/14.

Paul yang berasal dari Kota Malang menjelaskan, kalau foto menarik juga dapat dihasilkan dengan kamera yang sederhana, seperti ponsel. Ia menjelaskan konsep ini sesuai dengan kaidah Street Photography (SP).

Dijelaskannya, SP adalah memotret dengan kamera ponsel yang bertujuan merekam momen. Sementara, komposisi yang dihasilkan akan unik karena sesuai dengan standar kamera ponsel yang serba otomatis.

Karena alasan ini pula ia senang berkecimpung di dunia fotografi selama 30 tahun, sampai akhirnya berhasil menelurkan sebuah buku ‘Street Photography dengan Ponsel’.

“Inti dari buku ini bahwa menghasilkan sebuah foto yang menarik tidak perlu pergi ke tempat yang jauh dan bagus, namun dapat di mana saja dan dapat dilakukan dengan biaya yang begitu murah,” imbuh Paul Zacharia yang hadir dalam kesempatan ini.

Pengunjung memperhatikan foto karya fotografer Paul Zakaria pada pameran tunggal "Street Photography" di Anjungan Ken Arok, Perpustakaan Pusat Malang, Jawa Timur, Rabu (25/6). Pameran yang menampilkan 50 foto tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Bedah Buku dan Seminar Foto yang berlangsung selama tiga hari. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Asf/Spt/14.
Pengunjung memperhatikan foto karya fotografer Paul Zakaria pada pameran tunggal “Street Photography” di Anjungan Ken Arok, Perpustakaan Pusat Malang, Jawa Timur, Rabu (25/6). Pameran yang menampilkan 50 foto tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Bedah Buku dan Seminar Foto yang berlangsung selama tiga hari. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Asf/Spt/14.

Paul menjelaskan aliran foto street adalah sebuah aliran yang sangat egois, dimana orang lain senang atau tidak, tidak ada masalah. Yang penting yang memfoto bisa merasa puas dengan hasil yang diperolehnya. Berbeda dengan di Indonesia yang masih sedikit peminatnya, di luar negeri pelaku foto street sudah sangat banyak dan memiliki karya-karya yang sangat luar biasa.

“Untuk foto street yang baik, saya tidak pernah berfikir apakah foto yang saya buat bisa dijual atau tidak. Yang penting dalam memfoto saya bisa puas,” jelas Paul

Ketua MPC Hiapy Suryakusuma menambahkan, pameran akan diisi dengan seminar, dan bedah buku Paul Zacharia. Selain itu, juga ada penghargaan Mata Emas MPC Award 2014 di hari terakhir pameran.

“Visi dan misi pameran yaitu menjalin kerjasama yang baik dengan seluruh klub foto maupun komunitas,” katanya.