Pameran lukisan 3 generasi

Perupa asal Indonesia, Laos, Korea Selatan, dan India, menggelar pameran bersama bertajuk “Evolusi, Menembus Tiga Generasi”. Pameran ini digelar di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai 22 hingga 24 Juni 2014.

Karya yang dipamerkan berupa lukisan dan instalasi. Perupa yang ikut serta antara lain Danny Stamp A, Fecky Messah, Felix Saputro Jong, Jacky Lau, Phillip Kesumo, Rafif Imaduddin Santoso, dan Ryan Farhanza Pohan dari Indonesia; Goutam Sen dari India; Kim Hong Sik, Kim Yok Sik dari Korea Selatan; dan Southida Keomany dari Laos.

Pelukis asal Indonesia Danny S. Ardhiyanto di depan sebuah lukisan karyanya   berjudul "Kalpataru" (kanan) dan lukisan berjudul "Di Luar Eden" (kiri) karya pelukis Gerge Eman, dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada pemeran lukisan yang diikuti oleh  pelukis dari Indonesia, Korea Selatan, India dan Laos, yang bertajuk "Evolusi", di Galeri Cipta 3, TIM, Jakarta, Selasa (24/6). Pameran ini berlangsung dari 22 hingga 24 Juni 2014  ANTARA FOTO/Dodo Karundeng/mes/14
Pelukis asal Indonesia Danny S. Ardhiyanto di depan sebuah lukisan karyanya berjudul “Kalpataru” (kanan) dan lukisan berjudul “Di Luar Eden” (kiri) karya pelukis Gerge Eman, dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada pemeran lukisan yang diikuti oleh pelukis dari Indonesia, Korea Selatan, India dan Laos, yang bertajuk “Evolusi”, di Galeri Cipta 3, TIM, Jakarta, Selasa (24/6). Pameran ini berlangsung dari 22 hingga 24 Juni 2014 ANTARA FOTO/Dodo Karundeng/mes/14

Karya instalasi dipamerkan Kim Hong Sik, Jacky Lau, Phillip Kesumo, dan Felix Saputro Jong. Kim Hong Sik menampilkan karya instalasi berupa pintu lipat yang di tengahnya ada benang mirip jaring laba-laba, berjudul “Echo”. Jacky Lau menampilkan instalasi kain khas Nusa Tenggara Timur yang didirikan dengan beberapa tali, berjudul “Installation Art”.

Phillip Kesumo menampilkan menampilkan karya berupa sebuah gitar yang bercorak ilustrasi hitam putih, berjudul “Music Battle”. Sedangkan Felix Saputro Jong menampikan karya instalasi berupa tempat makanan anjing, berjudul “Dog’s Meal”.

Selebihnya, ada lukisan berjudul “Diluar Eden I” karya George Eman, “Kalpataru” karya Denny Stamp A, dan Sothida Keomany berjudul “Endless Imagination”. Pameran ini bertujuan menggambarkan cita rasa lintas negara, secara budaya, untuk menumbuhkan rasa solidaritas 13 seniman dari tiga generasi berbeda.

Pelukis asal India, Goutam Sen, di depan sebuah lukisan karyanya yang berjudul "Pelukis dan Keluarganya", dalam pemeran lukisan dari Indonesia, Korea Selatan, India dan Laos, yang bertajuk "Evolusi", di Galeri Cipta 3, TIM, Jakarta, Selasa (24/6). Pameran ini berlangsung dari 22 hingga 24 Juni 2014. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng/mes/14
Pelukis asal India, Goutam Sen, di depan sebuah lukisan karyanya yang berjudul “Pelukis dan Keluarganya”, dalam pemeran lukisan dari Indonesia, Korea Selatan, India dan Laos, yang bertajuk “Evolusi”, di Galeri Cipta 3, TIM, Jakarta, Selasa (24/6). Pameran ini berlangsung dari 22 hingga 24 Juni 2014. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng/mes/14

“Tiga generasi itu, generasi anak SMA, generasi 1990-an, dan generasi 1970-an. Di sini, kita tidak membedakan. Tidak ada senioritas. Kalau kita berada di luar [sekolah], kita adalah pekerja seni,” kata guru The Gandhi Memorial International School Jakarta yang juga memamerkan karya lukisnya, Denny Stamp A, saat dihubungi Geotimes di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (23/6).

Menurut Denny, beberapa karya di pameran ini merupakan buah karya anak didiknya di The Gandhi Memorial International School Jakarta. Selebihnya, berasal dari perupa segenerasinya dan seniman tamu dari Nusa Tenggara Timur. “Saya ingin anak ke luar sekolah [untuk berpameran]. Ini inisiatif kita,” katanya. Denny berharap pameran ini lebih meningkatkan kepercayaan diri anak didiknya. (geotimes)