Wisata ke Balikpapan, jangan lupa beli madu

Jika anda berkunjung ke Balikpapan, Kalimantan Timur, jangan pulang sebelum membawa oleh-oleh khas daerah ini. Wilayah Balikpapan dikenal sebagai penghasil madu lebah liar, salah satu yang terbaik di Indonesia.

Rahasia tingginya kualitas madu dari Balikpapan yakni proses pembudidayaan lebah dilakukan di habitat aslinya, sehingga hasilnya berkualitas tinggi. Salah satu produsen madu di Balikpapan yakni kelompok Tani Borneo di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Petani mengecek rumah lebah madu di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). PT Pertamina memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Borneo Patra dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.
Petani mengecek rumah lebah madu di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). PT Pertamina memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Borneo Patra dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.

Kelompok tani binaan PT Pertamina tersebut memproduksi 60-70 botol madu tiap musim panen. Madu produksi mereka kemudian dikemas dan dijual dengan harga Rp.130 ribu per botolnya.

Madu telah memiliki sejarah penggunaan, termasuk dalam penyembuhan, yang sangat panjang. Ilmu pengetahuan modern juga mengungkap kandungan antibakteri dan antiinflamsi dalam madu.

Selain untuk mencegah penyakit, madu juga dipercaya berkhasiat untuk kecantikan kulit. Begitu luasnya penggunaan madu, di pasaran banyak beredar madu dalam berbagai merk.

Petani mengecek rumah lebah madu di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). PT Pertamina memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Borneo Patra dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.
Petani mengecek rumah lebah madu di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). PT Pertamina memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Borneo Patra dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.

Sebagai konsumen, tentu kita harus lebih teliti dalam memilih madu karena banyak produk yang mengklaim madu asli. Kualitas madu sangat ditentukan oleh sumber nektar, kualitas tanah tempat tanaman sumber nektar tumbuh, cuaca, derajat pemasakan, dan cara ekstraksi.

Petani mengecek rumah lebah madu di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). PT Pertamina memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Borneo Patra dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.
Petani mengecek rumah lebah madu di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). PT Pertamina memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Borneo Patra dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.

Berikut adalah tip memilih madu berkualitas dari dr.Ivan Hoesada, ahli pengobatan natural dan holistik.

Petani lebah madu menunjukkan produk madu kemasan kelompok Tani Borneo di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). Kelompok tani binaan PT Pertamina tersebut memproduksi 60-70 botol madu tiap musim dengan harga Rp.130 ribu per botolnya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.
Petani lebah madu menunjukkan produk madu kemasan kelompok Tani Borneo di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). Kelompok tani binaan PT Pertamina tersebut memproduksi 60-70 botol madu tiap musim dengan harga Rp.130 ribu per botolnya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.

1. Perhatikan kadar airnya

“Madu yang baik tidak terlalu encer. Kalau sangat encer, artinya madu itu sudah dicampur air,” kata Ivan. Cara mengeceknya adalah dengan menuangkan madu dari botolnya. Madu yang mengeluarkan gelembung lebih cepat berarti memiliki kadar air lebih tinggi. Kendati begitu, parameter ini bergantung pada peternakan lebah dan musim yang berlangsung. Pada musim penghujan, biasanya madu yang dihasilkan lebih encer.

2. Warna madu

Kandungan mangan, besi, sulfur, klorn, potasium, magnesium, dan sodium membuat madu berwarna lebih gelap. Derajat keasaman yang tinggi juga menyebabkan madu berwarna lebih gelap. Aroma madu berwarna gelap juga lebih kuat dibanding yang berwarna terang. Namun warna madu tidak tetap, dan bergantung pada jenis bunga yang digunakan.

3. Kebersihan madu

Sebelum memilih, pastikan tidak ada serpihan debu atau jenis kotoran lain di dalam madu. Madu yang kotor menandakan proses penyaringan yang tidak sempurna. Kendati begitu madu dengan kandungan serbuk sari tinggi biasanya agak keruh.

Petani lebah madu menunjukkan produk madu kemasan kelompok Tani Borneo di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). Kelompok tani binaan PT Pertamina tersebut memproduksi 60-70 botol madu tiap musim dengan harga Rp.130 ribu per botolnya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.
Petani lebah madu menunjukkan produk madu kemasan kelompok Tani Borneo di Karang Joang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/6). Kelompok tani binaan PT Pertamina tersebut memproduksi 60-70 botol madu tiap musim dengan harga Rp.130 ribu per botolnya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/Spt/14.

1 Comment

Comments are closed.