Ini dia misteri Gunung Lawu yang tak terungkap NASA

Gunung Lawu adalah salah satu gunung yang banyak memiliki tempat wisata dan menjadi favorit para pendaki. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Magetan,Jawa Timur, ini juga menyimpan sejuta misteri yang sering menjadi bahan pembicaraan. Tak heran, banyak peneliti dari luar negeri berbondong-bondong datang ke gunung yang dulunya bernama Wukir Mahendra untuk menguak misteri gunung tertua di pulau jawa ini.

Gunung Lawu (masaji-id)
Gunung Lawu (masaji-id)

Seperti dilansir dari hariankota.com, beberapa waktu lalu para peneliti National Aeronautics and Space Administration (NASA), Amerika Serikat yang mencoba menguak sinar terang yang terlihat sampai keluar angkasa dan sempat terpantau oleh satelit NASA. Tak heran bila Duta Besar Amerika pun sempat mampir ke Gunung Lawu. Hanya saja, kunjungan Duta Besar Negara Adi Daya ke Gunung Lawu ini tak diketahui maksud dan tujuannya.

Polet (biasa disapa Pak Po), pengamat Gunung Lawu yang juga merupakan salah satu senior dalam tim Resque gunung Lawu menjelaskan sinar putih yang terpantau satelit NASA itu bukan rahasia lagi. Masyarakat sekitar lereng gunung Lawu inipun sudah banyak yang melihatnya.

Menurut Pak Po, sinar berwarna putih misterius tersebut diwaktu-waktu tertentu memang sering muncul dar gunung Lawu. Cahaya sangat terang tersebut melesat jauh ke angkasa.

“Pernah terdeteksi oleh satelit milik NASA, yang melihat cahaya terang. Setelah di teliti di berbagai tempat mereka merujuk pada satu tempat yakni di sekitar wilayah gunung lawu.Itupun yang terlihat di dalam google map hanya terlihat titik bangunan candi saja. Sementara Gunungnya seperti tertutup,” jelasnya

Hal tersebut juga di buktikan dengan adanya penemuan batu marmer dan giok di gunung Lawu bagian utara. Di sebelah utara gunung Lawu ditemukan jenis marmer dan giok. Giok sendiri di gunakan sebagai pelapis untuk pesawat ruang angkasa.

Pemandangan dari lereng Gunung Lawu
Pemandangan dari lereng Gunung Lawu

“Setelit Amerika memang super canggih, bahkan dia juga punya sket gunung Lawu, namun ketika di cari di komputer dengan menggunakan Global Positioning Syestem (GPS), Gunung Lawu selalu tertutup dan jarang sekali terbuka (terlihat), seperti ada sesuatu tabir yang menutupi atau menghalanginya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Pak Po menjelaskan, setelah tidak terlihat dari satelit dimana lokasi pasti asal sinar itu para peneliti semakin penasaran. Dan datang langsung ke gunung Lawu. Mereka mengunjungi candi Sukuh dan cukup lama juga para peneliti NASA berada di sana. Pasalnya, para peneliti ini merasa heran dengan tidak terdeteksinya Gunung Lawu di GPS milik mereka.

“Habis itu mereka pulang ke negaranya. Selang beberapa waktu kemudian, datang lagi peneliti dengan membawa peralatan yang lebih canggih. Hasilnya tetap sama. Di cari pun posisi gunung Lawu juga tida ketemu. Justru yang terlihat dan terdeteksi hanya keberadaan candi-candi di sekitarnya, saya yang mendampingi para peneliti maupun para peneliti itupun juga merasa heran dengan tidak terdeteksinya Gunung Lawu, “jelasnya.

Terkait munculnya sinar misterius tersebut bisa diyakini menandakan akan ada suatu kejadian besar di negeri ini. Sinar misterius tersebut bisa bisa berwarna biru maupun merah. Jika yang keluar warna biru berarti itu sesuatu yang bagus. Namun bila berwarna merah itu merupakan suatu bencana.

“Contohnya sebelum Tsunami Aceh, tiba-tiba muncul sleret (sinar) namun berwarna merah. Hanya sekian detik tidak lama, setelah itu tk lama berselang terjadi bencana yang sangat dahsyat itu,” jelasnya.