Ini dia modus kejahatan yang harus diwaspadai para traveller !

Mengunjungi destinasi baru untuk berwisata memang selalu menyenangkan dan sering membuat lupa waktu. Tentu ada baiknya kita mengenali lebih jauh tentang destinasi yang akan kita kunjungi. Tidak bisa dipungkiri, banyak modus kejahatan sering terjadi di tempat wisata karena wisatawan kurang waspada dan lengah.  Kejahatan memang bisa terjadi dimana dan kapan saja. Korbannya pun bisa siapa saja. Saat kita pergi berlibur pun juga harus selalu waspada. Untuk itu ada baiknya kita mengenali beberapa modus kejahatan yang sering mengintai para wisatawan. Dilansir dari utiket.com, berikut adalah modus kejahatan yang sering terjadi di tempat wisata :

Pencopetan
Pencopetan

1.Waspada Pencopet

Hampir di semua negara modus ini digunakan tak terkecuali di negara besar seperti  Amerika dan Eropa. Para pencopet ulung ini biasanya terdiri dari beberapa orang sehingga membentuk sebuah kelompok. Mereka umumnya tahu kalau wisatawan bisa menjadi sasaran empuk. Banyak modus yang mereka gunakan, seperti hipnotis, mengalihkan perhatiaan dan lain-lain. Untuk itu sudah semestinya kita harus waspada, dimanapun dan kapanpun. Jangan membawa benda-benda yang mencolok dan berharga saat jalan-jalan. Hindari pula membawa uang tunai terlalu banyak ketika sedang jalan-jalan.

2.Taksi Nakal

Banyak oknum taksi yang kurang bertanggung jawab dan sering berkeliaran, baik di bandara, stasiun maupun di sekitar tempat wisata. Biasanya modus yang digunakan adalah memasang argo yang sudah diatur  agar wisatawan membayar lebih mahal dari harga yang seharusnya. Atau bila tidak, sopir taksi sengaja memutar arah agar lebih lama dan perjalalanan menjadi lebih jauh dari yang seharusnya, tarif taksi pun membengkak. Sebaiknya memang harus ada kesepakatan terlebih dahulu rute yang harus dilewati. Bila tidak, cari tahu tentang tarif normal taksi di negara atau kota yang sedang  dikunjungi.

3.Diskon dan Undian

Penipuan ini sering dialami oleh para wisatawan. Modusnya yaitu para penipu biasanya menawarkan paket diskon dan undian yang sangat menarik kepada para wisatawan. Setelah mereka tertarik, biasanya para penipu akan mengajak ke sebuah tempat untuk menjelaskan detailnya dengan lebih rinci. Hal ini dimaksudkan agar para wisatawan bersedia membayar sejumlah uang yang dikehendaki si pelaku. Jadi sebisa mungkin hindari orang asing yang menawarkan paket apapun (termasuk paket diskon/undian) kepada kita saat sedang berada di negara atau kota yang baru pertama kali disinggahi.

4.Polisi Gadungan

Polisi gadungan ini biasanya beroperasi di bandara dan memang sedikit sulit diprediksi. Modusnya akan mengatakan kepada wisatawan bahwa ada masalah dengan paspor atau visanya. Untuk mengatasi masalah, tentu saja si polisi gadungan ini akan meminta sejumlah uang denda. Selain itu modus polisi gadungan lainnya yaitu mengatakan kepada wisatawan bahwa ada uang palsu yang beredar dan si polisi akan memeriksa dompet turis. Jika dompet sudah diserahkan mereka akan membawa lari dan kabur. Untuk menghindari penipuan ini, kita harus tegas mengatakan jika terjadi masalah sebaiknya diselesaikan di kantor polisi. Dan ingat jangan pernah memberikan dompet kepada orang asing siapapun termasuk kepada polisi.

5.Hitung Uang Kembalian

Biasanya jenis penipuan ini dilakukan oleh toko yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Penipu ini biasanya akan berlama-lama dalam menyiapakan uang kembalian agar turis tidak sabar dan terburu-buru. Alhasil turis menjadi tidak teliti dan tidak menghitung ulang kembalian yang sebenarnya kurang.