Kisah di balik keindahan Masjid terapung di Palu

Bangunan masjid ini hanya berjarak 30 meter dari bibir pantai Teluk Palu. Bangunannya berdiri tegak di atas lebih dari 25 tiang penyangga. Tiang-ting itu dapat terlihat jelas jika air laut surut. Namun, jika air laut pasang, masjid ini terlihat seolah-olah terapung di atas permukaan air laut.

Warga menikmati sore sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa " Ngabuburit " di Mesjid Terapung Arkam Babu Rahman di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (13/7). Selama bulan Ramadhan, warga setempat ramai ngabuburit di tempat tersebut sembari menikmati pemandangan laut saat sore hari jelang berbuka puasa.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/nz/14.
Warga menikmati sore sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa ” Ngabuburit ” di Mesjid Terapung Arkam Babu Rahman di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (13/7). Selama bulan Ramadhan, warga setempat ramai ngabuburit di tempat tersebut sembari menikmati pemandangan laut saat sore hari jelang berbuka puasa.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/nz/14.

Sedangkan jalan masuk menuju ke dalam masjid, dibuat jembatan berlantai tegel yang dihiasi beberapa lampu penerangan pada sisi kiri kanannya. Saat berada di atas jembatan masuk masjid, pengunjung juga dapat menikmati keindahan Teluk Palu dan kemegahan Jembatan Palu IV, yang tidak jauh dari lokasi masjid.

Masjid terapung bernama Arqam Bab Al Rahman ini memang unik. Selain letaknya persis di atas laut, juga desain bangunan yang telah modern jelas tampak menjadi pembeda dari seluruh bangunan masjid yang ada di Palu. Apa lagi, masjid ini memiliki satu kubah besar dan empat kubah kecil yang mengelilingi pada tiap sudutnya.

Masjid terapung Palu (fotografindo)
Masjid terapung Palu (fotografindo)

Masjid yang terletak di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat ini tampak begitu megah dan indah dengan balutan warna krem yang mendominasi dipadukan warna hijau dan emas di seluruh bangunannya.

Selain itu, keunikan dan keindahan lain dari masjid ini tampak pada kubahnya yang dapat memancarkan tujuh warna cahaya lampu saat malam hari. Ketujuh cahaya lampu itu, mulai dari warna merah, jingga, hijau, unggu, biru, pink, dan putih. Warnanya terlihat berganti-ganti dalam hitungan detik.

Masjid Terapung Taman Ria. Foto @imam_asrofi
Masjid Terapung Taman Ria. Foto @imam_asrofi

Masjid ini memang bukan yang pertama, karena masjid serupa juga telah ada bahkan lebih dulu terbangun di luar Indonesia. Seperti di Laut Merah, Kota Jeddah, Arab Saudi dan Tanjung Bungah, Kota Penang, Malaysia.

Sedangkan di Indonesia, masjid serupa bisa juga dijumpai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan beberapa kota lainnya.

Lokasi pembangunan masjid yang tepat berada di bibir pantai bukan tanpa alasan. Masjid ini dibangun untuk menghilangkan kemaksiatan yang dulu sering terjadi di sekitar lokasi masjid, sebelum masjid ini terbangun.

Lokasi berdirinya masjid ini terhubung langsung dengan dua pusat hiburan malam di Palu, kafe remang-remang Pantai Taman Ria dan Lokalisasi Pantai Talise di mana terdapat banyak pekerja seks komersial (PSK). Dulu, lokasi masjid ini menjadi tempat maksiat anak-anak muda. Dijadikan tempat mabuk-mabukan, pacaran, bahkan sampai berhubungan badan. Tapi sejak masjid ini ada, segala bentuk maksiat itu tidak ada lagi.

Masjid Terapung Palu (cahyadi-takariawan)
Masjid Terapung Palu (cahyadi-takariawan)

Meskipun lokasi masjid ini dulu memiliki catatan buruk, tidak membuat masjid ini sunyi dari jemaah ataupun pengunjung yang hanya sekadar singgah. Nyatanya, masjid ini telah menjadi salah satu objek wisata religi baru bagi warga Palu dan umumnya bagi warga Sulawesi Tengah.

Karenanya tak heran jika sore hari menjelang, banyak warga menghabiskan waktunya di depan dan di dalam masjid. Ada yang sekadar berfoto-foto dengan latar belakang masjid, juga ada yang melaksanakan ibadah salat berjemaah di dalam masjid.

Apa lagi saat bulan Ramadan, masjid yang memiliki luas 121 meter persegi dan mampu menampung lebih dari 150 anggota jemaah ini dijadikan sebagai salah satu tempat favorit warga Palu untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Comments are closed.