Kisah kodok dan ikan: Bersyukurlah apapun keadaanmu sekarang ini

Ada seekor kodok yang hidup di tepi kolam, dan sering tertidur dengan perut kelaparan karena seharian tidak ada serangga yang lewat. Kodok itu iri melihat kehidupan ikan-ikan yang berada di dalam kolam. Ia ingin seperti ikan-ikan yang ada di kolam itu. Kerja mereka hanya santai, malas-malasan, dan hanya berenang-renang saja, tapi pemilik kolam pasti memberi mereka makan setiap pagi dan sore. 

cerita kodok dan ikanSemakin hari, kodok itu semakin iri dengan kehidupan ikan yang seperti itu. Hingga pada suatu siang, ia melihat pemilik kolam datang ke kolam tersebut. Bukan untuk memberi makan ikan, tapi membawa jaring untuk menangkap beberapa ekor ikan. “Malam ini kita akan pesta ikan panggang,” kata pemilik kolam. Mendengarnya si kodok tersadar, betapa beruntungnya ia, dan bersyukur dirinya karena ia adalah seekor kodok.


***

Sebelum kita berpikir untuk mengucapkan kata-kata yang kasar kepada orang lain, ingatlah akan seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali (bisu).

Sebelum kita mengeluh tentang rasa makanan di piring kita, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kita mengeluh tentang keadaan suami atau isteri kita, ingatlah akan seseorang yang setiap malam berdoa sambil menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Sebelum kita mengeluh tentang hidup kita, ingatlah akan seseorang yang mati sia-sia.

Sebelum kita mengeluh tentang kelakuan anak-anak kita, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi sampai kini belum mendapatkannya.

Sebelum kita mengeluh karena rumah kita kecil dan kotor, ingatlah akan saudara kita yang jadi gelandangan yang harus tinggal di jalanan.

Syukuri apa yang ada, syukuri apa yang dimiliki. Hidup adalah anugerah.

 

== dari status FB seorang sahabat ==