Melihat bedug terbesar di dunia

Keberadaan Bedug Kyai Bagelan menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Islam di pulau Jawa atau di kabupaten Purworejo pada khususnya. Alat penanda sholat yang diyakini ukurannya terbesar di Indonesia dan bahkan juga di sebut yang terbesar di dunia ini menjadi saksi sejarah yang amat penting.

Bedug Kyai Bagelan (belovedhometown)
Bedug Kyai Bagelan (belovedhometown)

Bagi kaum Muslimin di Provinsi Jawa Tengah, khususnya wilayah eks Karesidenan Kedu, Bedug Kyai Bagelen atau populer juga disebut Bedug Pendowo bukanlah nama yang asing lagi. Menurut sejarah, bedug tersebut telah memberikan kontribusi penting bagi syiar-syiar Islam yang dilakukan dari satu generasi ke generasi lain di Kabupaten Purworejo sejak abad ke-19. Bedug Kyai Bagelen terletak di Masjid Agung Kauman, sebelah barat alun-alun Purworejo. Bedug ini umurnya hampir dua abad karena dibuat pada masa pemerintahan Bupati Purworejo pertama, Raden Cokronegoro I.

Kendati umurnya sudah tua, namun bedug tersebut tetap menjadi warisan budaya Islam yang menganggumkan banyak orang. Faktanya, tak sedikit wisatawan dari luar kota yang sengaja datang ke Purworejo untuk melihat langsung bedug tersebut.

Informasi Bedug Kyai Bagelan (Altahira)
Informasi Bedug Kyai Bagelan (Altahira)

Bedug ini di tabuh pada setiap saat menjelang sholat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha, acara-acara atau peristiwa-peristiwa keagamaan Islam dan memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Bedug Kyai Bagelen selalu ditabuh untuk memberi tanda dan penghormatan.