Menelisik sejarah negeri di Monumen Nasional

Menelisik sejarah negeri di Monumen Nasional. Artikel ini memberikan gambaran umum obyek wisata Monumen Nasional, jakarta dan penginapan terdekat, daya tarik utama untuk wisatawan yang terkenal di lokasi wisata itu, tempat belanja, tempat kuliner, tips perjalanan selama berada di Jakarta umumnya dan di obyek wisata Monumen Nasional pada khususnya.

Aktivitas pembangunan gedung bertingkat dengan latar belakang Tugu Monas di Jakarta, Selasa (15/7). Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan II-2014 masih menunjukan tren perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,2 persen. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/mes/14.
Aktivitas pembangunan gedung bertingkat dengan latar belakang Tugu Monas di Jakarta, Selasa (15/7). Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan II-2014 masih menunjukan tren perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,2 persen. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/mes/14.

Tinjauan

Inilah monumen yang menjadi ikon kota Jakarta sekaligus pengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari belenggu penjajahan.Berlokasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Monumen Nasional atau sering disebut Monas didirikan tahun 1959 namun baru diresmikan pada 17 Agustus 1961.

Di dalam Monumen Nasional terdapat museum yang menyajikan diorama perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Tersimpan pula teks asli Naskah Proklamasi Kemerdekaan. Di bagian puncak monumennya Anda dapat melihat pemandangan kota Jakarta dengan bangunan pencakar langit ibarat hutan beton yang menawarkan pemandangan lampu malam yang indah.

Monas memiliki tinggi 132 meter dengan bentuk obelisk dan ada pula yang menyebut bentuknya adalah lingga yang digandengkan dengan yonidi puncaknya. Seluruh bangunan Monas dilapisi oleh marmer dengan puncaknya berupa cawan dengan 77 bagian lidah api yang disatukan setinggi 17 meter dengan diameter 6 meter.  Lidah api tersebut berbahan perunggu seberat 14,5 ton yang dilapisi emas 45 kg. Nyala lidah api itu merupakan simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tidak pernah padam untuk meraih kemerdekaan.

Emas di bagian pucuk Monas adalah sumbangan seorang pengusaha pribumi asal Aceh yaitu Teuku Markam. emas tersebut diambil dari tambang yang berloksi di Lebong, Provinsi Bengkulu. Sebelumnya Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Bengkulu sebagai tambang emas dan menyebutnya sebagai Batavia II. Sumber lain menyebut bahwa Kerajaan Belanda saat itu menukar Singapura yang dikuasainya dengan Bengkulu kepada Kerajaan Inggris karena alasan tambang emas di Bengkulu.

Monas begitu identik dengan Soekarno karena memang rancangan pendirian monumen ini diawali oleh sayembara dan dinilai langsung oleh beliau. Adalah Friederich Silaban yang memikat Soekarno dengan konsep obelisk. Akan tetapi,saat awal pembangunan berjalan kemudian Soekarno yang juga seorang arsitek mengubah dan mengalihkan konsep pembangunannya dengan melibatkan seorang arsitek bernama Soedarsono dengan konsultan Ir. Rooseno.  Saat awal pembangunan Monas terkendala keuangan mengingat Soekarno juga berambisi membangun masjid  menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara(Masjid Istiqlal).

Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, kawasan sekitaran Monas adalah pusat bangunan penting pemerintahan yang dinamakan Koningsplein. Di bagian utaranya berdiam rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang kini menjadi Istana Merdeka.

Di sekitaran Monas awalnya adalah taman hutan kota yang dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Namanya kemudian berubah beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan terakhir Taman Monas.

Untuk masuk ke area Monas maka Anda perlu membeli tiket Rp20.000,- untuk dewasa dan Rp10.000,- untuk anak-anak. Tiket dibeli di loket yang terdapat di pintu sebelah utara Monas. Sedangkan tiket lift untuk masuk ke pelataran puncaknya seharga Rp7.500,- untuk dewasa dan Rp3.500,- untuk anak-anak. Jam buka Monas adalah pukul 9.00 pagi hingga 16.00 sore.

Jl. Kebon Sirih No.22 Blok H Lt.IX No.53 Jakarta Pusat
Telp: +62 21 382 3041

Aktivitas pembangunan gedung bertingkat dengan latar belakang Tugu Monas di Jakarta, Selasa (15/7). Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan II-2014 masih menunjukan tren perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,2 persen. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/mes/14.
Aktivitas pembangunan gedung bertingkat dengan latar belakang Tugu Monas di Jakarta, Selasa (15/7). Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan II-2014 masih menunjukan tren perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,2 persen. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/mes/14.

Akomodasi

Untuk referensi akomodasi di Jakarta silakan klik cari hotel. Selain itu, ada hotel bersubsidi yang didirikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta. Hotel tersebut bernama Graha Wisata, tarif hotel dipatok dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp25 ribu per orang untuk pelajar dan mahasiswa, serta Rp50rb untuk umum, Hotel terletak lokasi-lokasi di bawah ini:

Graha Wisata Ragunan
Jalan Harsono RM, Komplek Gor Jayaraya Ragunan, Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12550, Jakarta Telp: (021) 7806540; 7812147

Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah
Jalan Pondok Gede Kompl Taman Mini Indonesia Indah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur Telp: (021) 8400270; 8409289
Website: www.grahawisatajakarta.com

Graha Wisata Kuningan
Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan
Telp:  (021)5256922;5256930

Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas) terlihat dari Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/7). Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi kini 95 persen area Monas sudah steril dari para pedagang kaki lima (PKL). ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/Koz/pd/14.
Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas) terlihat dari Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/7). Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi kini 95 persen area Monas sudah steril dari para pedagang kaki lima (PKL). ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/Koz/pd/14.

Transportasi

Tersedia beragam transportasi yang dapat Anda gunakan untuk mengunjungi Monas. Apabila ingin memanfaatkan kereta api maka gunakan KRL Jabodetabek yang berhenti di Stasiun Gambir. Menggunakan Bus Trans Jakarta bisa menjadi pilihan tepat. Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi maka tersedia parkir khusus di IRTI denganakses masuk melalui pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro atau pintu masuk di pelataran bagian utara.

Tips

Puncak pelataran Monas menjadi tujuan paling dinantikan pengunjung. Lebih tepat untuk naik ke atasnya saat menjelang senja untuk melihat Matahari terbenam dan gedung-gedung pencakar langit Ibu Kota dengan lampu-lampu yang menyala. Akan tetapi, perhatikan kondisi cuaca terutama saat angin kencang dan turun hujan yang dapat membuat suasana di atas pelataran tersebut kurang nyaman karena terpaan angin cukup kencang.

Kelompok Sepeda Onthel sektor Jakarat Barat menghadiri acara Jakarta Night Festival di kawasan Monas,  jakarta Pusat, Sabtu (21/6). Acara dalam menyambut HUT DKI ke-487 tersebut dihadiri oleh seniman tanah air seperti Ungu, Wali, Sheila on 7, Mulan Jameela, Husein Idol dan Virzha Idol. ANTARA FOTO/Pradita Utama/mes/14
Kelompok Sepeda Onthel sektor Jakarat Barat menghadiri acara Jakarta Night Festival di kawasan Monas, jakarta Pusat, Sabtu (21/6). Acara dalam menyambut HUT DKI ke-487 tersebut dihadiri oleh seniman tanah air seperti Ungu, Wali, Sheila on 7, Mulan Jameela, Husein Idol dan Virzha Idol. ANTARA FOTO/Pradita Utama/mes/14