Ngabuburit murah dan asik di Taman Suropati

Ngabuburit atau mengisi waktu jelang buka puasa di bulan Ramadan, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat. Di Jakarta, beberapa taman menjadi destinasi favorit mengisi waktu bersama keluarga, sahabat atau rekan sambil menunggu datangnya bedug mahgrib. Salah satunya adalah Taman Suropati.

Pada Minggu (6/7/2014) sore, ratusan masyarakat memadati taman yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat itu. Tidak hanya kawula muda, di sudut-sudut taman, tampak pengunjung yang terdiri dari keluarga. Mereka semua berbaur menjadi satu, membuat keriangan atau sekadar berbincang santai sembari menunggu kumandang azan maghrib.

Anggota Komunitas Kota Seni Suropati bermain alat musik biola di kawasan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (6/7). Selama bulan Ramadhan Taman Suropati merupakan salah satu tempat favorit bagi sebagian warga untuk Ngabuburit. ANTARA FOTO/Pradita Utama/ama/14.
Anggota Komunitas Kota Seni Suropati bermain alat musik biola di kawasan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (6/7). Selama bulan Ramadhan Taman Suropati merupakan salah satu tempat favorit bagi sebagian warga untuk Ngabuburit. ANTARA FOTO/Pradita Utama/ama/14.

Banyak aktivitas yang dilakukan masyarakat di Taman Suropati memanfaatkan waktu sore. Sebagian hanya bersantai sambil berfoto-foto dengan latar pepohonan atau keasrian taman. Anak-anak sampai remaja komunitas seeni mengisi waktu dengan berlatih alat musik seperti biola atau sexofon.

Ada pula group pemuda yang bermain musik secara acoustic untuk menghibur para pengunjung. Puluhan remaja putri terlihat khusuk membaca buku di sisi lain taman. Di bagian lain, terlihat kelompok remaja yang sedang berdiskusi dengan serius.

Tidak sedikit pula masyarakat yang mengisi waktu sore dengan berlahraga, memanfaatkan jogging track yang ada di Taman Suropati. Beberapa masyarakat yang ditemui mengungkapkan alasan menjadikan taman atau ruang terbuka hijau sebagai tempat ngabuburit. Alasan pertama adalah gratis dan akses yang mudah dijangkau.

Anggota Komunitas Suropati Chamber bermain alat musik biola di kawasan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (6/7). Selama bulan Ramadhan Taman Suropati merupakan salah satu tempat favorit bagi sebagian warga untuk Ngabuburit. ANTARA FOTO/Pradita Utama/ama/14.
Anggota Komunitas Suropati Chamber bermain alat musik biola di kawasan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (6/7). Selama bulan Ramadhan Taman Suropati merupakan salah satu tempat favorit bagi sebagian warga untuk Ngabuburit. ANTARA FOTO/Pradita Utama/ama/14.

“Saya rasa tidak hanya di Taman Suropati ini saja. Tapi di taman-taman lain pasti jadi pilihan masyarakat buat ngabuburit. Alasannya ya karena gratis dan tempatnya yang enak,” kata Kusein (21), pemuda asal Bukit Duri, Jakarta Selatan. Sekadar informasi, beberapa ruang publik lain di Jakarta yang kerap dijadikan tempat ngabuburit adalah Taman Menteng, Taman Ayodya di Jakarta Selatan, Kawasan CNI di Jakarta Barat, Taman Fatahillah di kawasan Kota, Taman Langsat Barito Jakarta Selatan dan Taman Monas.

Sedangkan Reni Purwanti (23), memilih ngabuburit di taman untuk mencari suasana lain ketimbang ia menunggu waktu berbuka puasa di kontrakannya, di daerah Matraman, Jakarta Pusat. “Di sini suasananya enak. Udaranya segar. Pemandangannya juga asri, bersih. Bisa buat nongkrong sambil baca buku. Soalnya jarang juga pergi ke taman, mumpung lagi hari libur kerja,” kata customer service di sebuah perusahaan telekomunikasi ini.

Ia datang bersama dua rekan satu kost-nya, Dini dan Amel. Pada umumnya, masyarakat membawa bekal buka puasa saat datang ke taman, yakni berupa minuman baik es buah, kolak atau minuman lainnya serta takjil yang sebelumnya sudah mereka persiapkan. Tetapi ada juga beberapa kelompok yang membawa bekal makanan dengan rantang maupun taperware dan mereka menikmati buka puasa di tengah sejuknya taman.

Taman Suropati (rumahku)
Taman Suropati (rumahku)

Namun bagi yang tidak membawa bekal, tidak perlu kuatir. Menjelang waktu berbuka puasa, para penjaja makanan berdatangan ke tempat itu, seperti penjual bakso, batagor, es buah dan sebagainya. Wajah bungah tampak dari para pengunjung ketika azan maghrib berkumandang. Bekal minuman, takjil maupun makanan segera dibuka. Suasana yang sebelumnya riuh, mendadak hening.

Aktivitas para komunitas dan kelompok pengunjung lain dihentikan. Saatnya mereka menikmati buka puasa dengan orang-orang terdekat. Wahid (19), pedagang asongan, mengatakan, selain ramai di waktu jelang buka puasa, banyak masyarakat khususnya anak muda yang nongkrong di taman hingga larut, sambil menunggu waktu sahur.

“Tiap malam kalau nggak hujan pasti ramai. Apalagi kalau malam minggu. Mereka baru bubar sekitar jam dua atau setengah tiga pagi untuk sahur,” katanya.

Dekat Masjid Dipilihnya Taman Suropati sebagai tempat ngabuburit, juga tak lepas dari jaraknya yang dekat dengan sebuah masjid ternama di Jakarta, Masjid Sunda Kelapa. Jaraknya tidak lebih dari 300 meter, sebelah timur taman. Seperti diungkapkan Dini (28), seorang pengunjung. Sebelum ke taman, sekitar pukul 15.00, ia bersama beberapa rekannya sudah melaksanakan shalat ashar di Masjid Sunda Kelapa.

Taman Suropati (globalindonesia45)
Taman Suropati (globalindonesia45)

“Di sini (Taman Suropati) cuma santai sambil nunggu waktu buka puasa. Ini sebentar lagi mau ke Masjid Sunda Kelapa, mau shalat maghrib sekalian buka puasa di depan masjid. Nanti sekalian juga shalat tarawih di sana. Kan deket dari sini, tinggal jalan saja,” katanya.

Di area Masjid Sunda Kelapa memang banyak pedagang yang menjual aneka makanan, dari takjil sampai menu makanan lain seperti nasi rames, sate, lontong sayur, pecel ayam dan jenis makanan lain.

Pantauan Warta Kota, beberapa saat usai azan maghrib berkumandang, masyarakat yang sebelumnya memadati Taman Suropati sebagian menuju ke Masjid Sunda Kelapa, baik dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki. (Tribunnews)