Nikmatnya Mie Glosor, kuliner Ramadhan khas Kota Bogor

Kota Bogor dikenal memiliki beranekaragam kuliner. Namun ada satu kuliner khas Kota Hujan pada Bulan Ramadhan. Mie Glosor namanya.

Mie Glosor banyak digemari masyarakat untuk menu buka puasa dan menjadi favorit, terutama bagi mereka yang berbuka di luar rumah. Asal kata “glosor” sendiri berasal dari karakteristik mie yang terasa mengalir lancar di tenggorokan saat dimakan.


Mie Glosor
Mie Glosor

Mie berwarna kuning emas berbahan dasar tepung singkong atau dikenal dengan sebuatan aci dan kunyit ini, umumnya dikemas dalam bungkusan plastik siap saji.

Mie glosor juga biasanya dinikmati dengan kerupuk mie kuning berbahan sama, yaitu sagu. Selain mie kuning, bisa juga dipadu-padankan dengan aneka gorengan yang telah dipotong-potong dan disiram dengan bumbu kacang pedas yang menggugah selera.

Bagi Anda yang ingin menemukan para penjual mie glosor, siapkan waktu yang tepat karena para penjual Mie Glosor sudah mulai beraksi pukul 15.00 WIB hingga setelah waktu berbuka puasa, atau sekitar pukul 19.00 WIB.

Pekerja membuat mie glosor di industri rumahan, Jalan Pancasan Baru, Pasir Jaya, Kota Bogor, Jabar, Rabu (2/7). Produksi mie glosor sebagai makanan untuk berbuka puasa mengalami lonjakan permintaan dari biasanya 2 ton per hari menjadi 12 ton per hari. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/Asf/ama/14.
Pekerja membuat mie glosor di industri rumahan, Jalan Pancasan Baru, Pasir Jaya, Kota Bogor, Jabar, Rabu (2/7). Produksi mie glosor sebagai makanan untuk berbuka puasa mengalami lonjakan permintaan dari biasanya 2 ton per hari menjadi 12 ton per hari. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/Asf/ama/14.

Anda bisa menjumpainya di setiap jalan utama maupun gang-gang kecil di kota ini. Seperti di Jalan Bangbarung, Jembatan merah, Surya Kencana, Lodaya, dan masih banyak lagi.

Namun, kuliner ini akan sulit ditemui selain di Bulan Ramadhan, kecuali di tempat-tempat tertentu dan di pasar-pasar tradisonal di Bogor. Nah, bagi Anda pencinta makanan, bila tidak mencicipi mie glosor Bogor, apalagi saat bulan Ramadhan, sepertinya ada yang kurang.

Sementara itu, selama Ramadhan, pihak pabrik menerima pesanan mie glosor meningkat dari hari biasa yakni mencapai 12 ton per harinya. Meningkatnya pesanan membuat pabrik bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pasar yang datang dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Cipanas-Cianjur.

Pekerja merebus mie glosor di industri rumahan, Jalan Pancasan Baru, Pasir Jaya, Kota Bogor, Jabar, Rabu (2/7). Produksi mie glosor sebagai makanan untuk berbuka puasa mengalami lonjakan permintaan dari biasanya 2 ton per hari menjadi 12 ton per hari. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/Asf/ama/14.
Pekerja merebus mie glosor di industri rumahan, Jalan Pancasan Baru, Pasir Jaya, Kota Bogor, Jabar, Rabu (2/7). Produksi mie glosor sebagai makanan untuk berbuka puasa mengalami lonjakan permintaan dari biasanya 2 ton per hari menjadi 12 ton per hari. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/Asf/ama/14.

“Sejak awal Ramadhan pesanan meningkat dari biasanya produksi 2 ton per hari sekarang menjadi 12 ton per hari,” kata Kuswandi salah satu kepala pekerja di pabrik mie glosor.

Kuswandi menyebutkan selain memproduksi untuk diedarkan di pasaran, pihaknya juga melayani pembelian langsung di pabrik yang umumnya warga sekitar. “Kami menyediakan 10 kg untuk dijual langsung di pabrik bagi warga yang datang. Harga beli di pabrik lebih murah dari harga di pasar,” katanya.