Nikmatnya Tente Susi

Mau menikmati Tante Susi? datang saja ke Kota Solo! Anda bisa menikmati Tante Susi sepuasnya. Tidak cuma sekali dua kali, mau nambah berkali-kali pun boleh, dijamin sampai puas menikmati Tante Susi. Tapi Tante Susi ini hanya bisa dinikmati pada malam hari lho, jadi jangan cari Tante Susi siang-siang.

Pegawai Shi Jack meracik susu. (ade)
Pegawai Shi Jack meracik susu. (ade)

Eits! Jangan berfikir negatif dulu, Tante Susi yang dimaksud adalah menu “Tanpa Telur Susu Sirup” alal warung Susu Segar Shi Jack Solo. Warung susu ini memang dikenal dengan nama-nama menunya yang nyleneh. Lihat saja daftarnya,  Sukamandi (Susu Coklat Manis Dingin), Sumur (Susu Murni), Suteja (Susu Telor Jahe), Es Dara (Es Soda Gembira), Superman (Susu Perah Manis), dan masih banyak lagi nama aneh lainnya.

Nama menu makanan di warung Shi Jack yang aneh-aneh. (ade)
Nama menu makanan di warung Shi Jack yang aneh-aneh. (ade)

Warung Susu Shi Jack sudah ada sejaktahun 1986. awalnya hanya satu gerai di kawasan Lodji Wetan. Kini ada lebih dari 10 gerai Susu Shi Jack tersebar di Kota Solo. beberapa di antaranya di  Jl. Yos Sudarso, Jl. Veteran (Gading), Jl. Honggowongso, Depan Lapangan Kotabarat, dekat perempatan Jajar dan masih banyak lagi.

Pegawai Shi Jack meracik susu. (ade)
Pegawai Shi Jack meracik susu. (ade)

Shi Jack didirikan Joko Surasno, awalnya di Loji Wetan. Nama Shi Jack diambil dari nama panggilan akrab Joko remaja.. Joko kemudian mengajak delapan saudaranya untuk ikut membantunya. “Adik-adiknya ini digaji agar dapat membuka warung sendiri,” kenang Sobirin.

Suasana santai di warung Shi Jack. (ade)
Suasana santai di warung Shi Jack. (ade)

Usahanya ternyata berkembang sehingga 10 tahun lalu kedelapan saudara telah memiliki warung sendiri. Semua kedai susu segar ini dinamakan Shi Jack dan menjadi warung tenda susu terbesar di Solo. “Nama Shi Jack telah dipatenkan,” ujar Sobirin. Shi Jack mampu meramu strategi bisnis yang jitu sehingga susu segarnya laris.

Beragam jajanan disajikan di warung Shi Jack. (ade)
Beragam jajanan disajikan di warung Shi Jack. (ade)

Bukan rahasia lagi, berjualan susu segar penuh tantangan mengingat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih rendah, terlebih pada era 1990-an. Untuk itu pemilik Shi Jack tidak hanya menyandingkan susu segar dengan roti bakar sebagaimana lazimnya kedai susu.

Suasana santai di warung Shi Jack. (ade)
Suasana santai di warung Shi Jack. (ade)

Mereka memadukan konsep penjualan susu segar dengan model angkringan atau warung tenda kopi lengkap dengan kudapan. Di tiap kedainya disajikan pisang goreng, pisang owol, sate paru, usus, kikil, hati, sate telur puyuh, tempe tahu bacem, resoles, dan sebagainya. Juga ada sego kucing, nasi khas angkringan model Yogyakarta dan Solo yang hanya berisi 10—15 suap dengan lauk sambal teri atau oseng-oseng tempe yang dibungkus daun pisang berlapis koran. Di samping itu, harga menu susu segarnya memang cukup terjangkau umum, berkisar Rp4.500—Rp5.500 per gelas.