Penari Sufi kuat berputar berjam-jam, ini rahasianya!

Tarian Sufi ( Whirling Dervishes ) merupakan Tarian yang sangat religius dari Timur Tengah. Tarian ini merupakan inspirasi dari Filsuf dan Penyair Turki yang bernama Maulana Jalaluddin Rumi.

Tarian ini bermakna bahwa dasar dari kehidupan di dunia dan di bumi ini adalah berputar. Tarian ini juga dianggap sebagai bentuk sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada sang Robbi. Gerakan tubuh memutar berlawanan dengan arah jarum jam sebagai bentuk menyatukan diri dengan sang pencipta.

Penari meliuk dalam Tarian Sufi (Whirling Dervishes) dengan diiringi musik hadroh dari Ahbabul Musthofa pada acara Istighosah Akbar di Solo, Jateng, Minggu (20/7) malam. Tarian spiritual asal Turki yang digubah oleh penyair Jalaluddin Rumi ini banyak dipertunjukkan di berbagai acara religi saat bulan Ramadan. ANTARA FOTO/Hafidz Novalsyah/ss/ama/14
Penari meliuk dalam Tarian Sufi (Whirling Dervishes) dengan diiringi musik hadroh dari Ahbabul Musthofa pada acara Istighosah Akbar di Solo, Jateng, Minggu (20/7) malam. Tarian spiritual asal Turki yang digubah oleh penyair Jalaluddin Rumi ini banyak dipertunjukkan di berbagai acara religi saat bulan Ramadan. ANTARA FOTO/Hafidz Novalsyah/ss/ama/14

Konon ketika menari seperti itu, para penari mengalami ekstase yang di kalangan para sufi dipahami sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Bahkan, ada pula yang mengaku gerakan yang tercipta seolah-olah bukan dari diri si penari.

Para penari terus  berputar mengikuti alunan musik, dimana semakin lama, putaran itu kian cepat dan panjang. Kostum tari dengan rok lebar yang mereka kenakan berkibar indah. Meliuk seiring dengan derasnya putaran para darwis ( penari )  itu. Seolah mengalami ekstase, mereka tampak menikmati putaran demi putaran yang semakin kencang.

Ketika guru spiritual Maulana Jalaluddin Rumi yang bernama Syamsuddin Tabriz, meninggal dunia, Rumi mengekspresikan kesedihan itu dengan tarian sema tersebut. Ketika gurunya meninggal, Rumi sadar bahwa manusia itu fana. Dari tarian itu, Rumi menemukan tujuan hidup yang hakiki, yaitu mencari Tuhan.

Penari meliuk dalam Tarian Sufi (Whirling Dervishes) dengan diiringi musik hadroh dari Ahbabul Musthofa pada acara Istighosah Akbar di Solo, Jateng, Minggu (20/7) malam. Tarian spiritual asal Turki yang digubah oleh penyair Jalaluddin Rumi ini banyak dipertunjukkan di berbagai acara religi saat bulan Ramadan. ANTARA FOTO/Hafidz Novalsyah/ss/ama/14
Penari meliuk dalam Tarian Sufi (Whirling Dervishes) dengan diiringi musik hadroh dari Ahbabul Musthofa pada acara Istighosah Akbar di Solo, Jateng, Minggu (20/7) malam. Tarian spiritual asal Turki yang digubah oleh penyair Jalaluddin Rumi ini banyak dipertunjukkan di berbagai acara religi saat bulan Ramadan. ANTARA FOTO/Hafidz Novalsyah/ss/ama/14

Sejak itulah dia mulai berputar, bahkan bisa selama tiga hari tiga malam.  Saat berputar, Rumi menanggalkan semua emosinya serta  semua rasa duniawi. Hanya satu yang dirasakannya, yaitu kerinduan dan kecintaan yang sangat besar pada Sang Pencipta.Tarian ini memerlukan fisik yang kuat, karena bisa berputar-putar sampai ber jam-jam.

Tarian ini sebenarnya sederhana, yakni hanya berputar-putar, tapi sulit dilakukan. Yang menarik dari tarian ini, para penari sanggup berputar-putar selama berjam-jam tanpa merasa pusing. Ternyata, hanya butuh latihan dan mengetahui rahasia menari sufi ini.

Teknik agar tidak pusing saat memutar badan :
1. Tidak menggerakkan kepala
Jangan menggelengkan atau menganggukkan kepala saat menari. Teknik ini banyak dilakukan ice skater yang biasa berputar dalam kecepatan tinggi.

2. Jangan memejamkan mata
seperti halnya tips saat menaiki komidi putar, membuka mata jauh lebih baik daripada memejamkan mata.

3. Jangan melirik
Fokuskan pandangan ke tengah, jangan melirik ke kanan maupun ke kiri, maka akan mengurangi rasa pusing saat berputar.