Tarian sakral Joged Pingitan dipentaskan untuk umum

Sedikitnya 34 seniman asal Pengosekan Ubud Bali, Kabupaten Giyanyar, menampilkan “Joged Pingitan” pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke – 36 di Bentara Budaya Denpasar, Rabu (02/07/2014).

Joged Pingitan biasanya ditampilkan hanya pada saat upaca besar di Pura Taman Limut. Namun, tarian ini sengaja ditampilkan di gelaran PKB untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai budaya tari khas dan satu-satunya di Bali itu.

Dua seniman membawakan Tari Joged Pingitan dalam pagelaran kesenian rekonstruksi di Pesta Kesenian Bali ke-36, Taman Budaya Denpasar, Rabu (2/7). Tari sakral bercerita tersebut biasanya hanya dipentaskan dalam upacara tertentu di Pura di Bali namun kesenian itu telah lama tidak ditemukan lagi sehingga direkonstruksi kembali di Pesta Kesenian Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Asf/ama/14.
Dua seniman membawakan Tari Joged Pingitan dalam pagelaran kesenian rekonstruksi di Pesta Kesenian Bali ke-36, Taman Budaya Denpasar, Rabu (2/7). Tari sakral bercerita tersebut biasanya hanya dipentaskan dalam upacara tertentu di Pura di Bali namun kesenian itu telah lama tidak ditemukan lagi sehingga direkonstruksi kembali di Pesta Kesenian Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Asf/ama/14.

Dewa Ketut Widiarsa, penata artistik pementasan Joged Pingitan mengatakan, tarian tersebut adalah tarian sakral yang hanya dipentaskan saat upaca besar di Pura Taman Limut. “Dengan menampilkan tarian ini akan mengubah pandangan masyarakat bahwa joged tidak selamanya diperankan untuk hiburan, tetapi untuk persembahyangan yang sangat sakral,” ujarnya.
Tiga seniman membawakan Tari Joged Pingitan dalam pagelaran kesenian rekonstruksi di Pesta Kesenian Bali ke-36, Taman Budaya Denpasar, Rabu (2/7). Tari sakral bercerita tersebut biasanya hanya dipentaskan dalam upacara tertentu di Pura di Bali namun kesenian itu telah lama tidak ditemukan lagi sehingga direkonstruksi kembali di Pesta Kesenian Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Asf/ama/14.
Tiga seniman membawakan Tari Joged Pingitan dalam pagelaran kesenian rekonstruksi di Pesta Kesenian Bali ke-36, Taman Budaya Denpasar, Rabu (2/7). Tari sakral bercerita tersebut biasanya hanya dipentaskan dalam upacara tertentu di Pura di Bali namun kesenian itu telah lama tidak ditemukan lagi sehingga direkonstruksi kembali di Pesta Kesenian Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Asf/ama/14.

Joged Pingitan menceritakan tentang Calonarang yang diperankan sembilan penari, 15 pemusik, empat penyanyi dan enam tim pendukung. Kesembilan penari tampil secara bergantian dan bergrup selama satu jam lebih tanpa henti.


Bedanya, Joged Pingitan tidak melibatkan penonton untuk ikut menari karena pementasan itu sangat sakral dan harus menggunakan ritual khusus. Penampilan seniman asal Ubud itu berhasil memikat penonton.

Dua seniman membawakan Tari Joged Pingitan dalam pagelaran kesenian rekonstruksi di Pesta Kesenian Bali ke-36, Taman Budaya Denpasar, Rabu (2/7). Tari sakral bercerita tersebut biasanya hanya dipentaskan dalam upacara tertentu di Pura di Bali namun kesenian itu telah lama tidak ditemukan lagi sehingga direkonstruksi kembali di Pesta Kesenian Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Asf/ama/14.
Dua seniman membawakan Tari Joged Pingitan dalam pagelaran kesenian rekonstruksi di Pesta Kesenian Bali ke-36, Taman Budaya Denpasar, Rabu (2/7). Tari sakral bercerita tersebut biasanya hanya dipentaskan dalam upacara tertentu di Pura di Bali namun kesenian itu telah lama tidak ditemukan lagi sehingga direkonstruksi kembali di Pesta Kesenian Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/Asf/ama/14.