Tips liburan seru bersama keluarga

Hari raya Idul Fitri akan segera tiba. Di momen tersebut menjadi kesmpatan untuk berkumpul bersama keluarga besar dan biasanya akan merencanakan untuk liburan bersama-sama. Liburan bersama keluarga tentu beda dengan liburan bersama kawan-kawan. Ini adalah gabungan antara liburan anak dan liburan orang dewasa. Ada sejumlah kiat agar liburan ini bisa dinikmati seluruh anggota keluarga.

(thebeachlovesme)
(thebeachlovesme)

Berdasarkan yang dihimpun detikTravel, inilah 5 tips liburan bersama keluarga:

1. Pilih destinasi yang tepat

Tidak semua destinasi wisata pas untuk liburan keluarga, meskipun tempat itu sangat populer. Tidak mungkin kan kita liburan membawa anak-anak ke tempat wisata khusus orang dewasa atau sebaliknya, orangtua bisa mati gaya dan lebih banyak jadi penonton di tempat wisata anak.

Oleh karena itu untuk liburan keluarga, carilah destinasi yang kira-kira bisa dinikmati orangtua dan anak-anak sekaligus. Misalnya kalau ke Dufan, wahana Bianglala bisa dinikmati bersama-sama. Atau kalau ke Bunaken, naik perahu berlantai kaca bisa seru untuk semua orang.

2. Sesuaikan minat yang sama

Semua orang punya minat yang berbeda, begitu juga dengan orangtua dan anak-anak, berapapun usianya. Jangan sampai liburan keluarga berantakan karena hanya ayah, ibu atau anaknya saja yang menikmati. Sebelum liburan, cari tahu apa kesamaan minat seluruh anggota keluarga.

Kesamaan minat itu bisa diwujudkan menjadi liburan keluarga yang seru. Kalau semua anggota keluarga suka makan, wisata kuliner wajib dilakukan saat liburan keluarga ke Makassar atau ke Solo. Kalau suka petualangan, mencoba saja arung jeram atau paralayang.

(grossarltal)
(grossarltal)

3. Faktor anak

Inti dari liburan keluarga adalah, liburan itu harus bisa dinikmati seluruh anggota keluarga termasuk anak. Orang dewasa mudah beradaptasi, tapi tidak demikian halnya dengan anak. Oleh karena itu, faktor anak sangat penting untuk menentukan agenda liburan keluarga.

Kebiasaan tidur siang, faktor kelelahan anak, mudah bosan dan risiko sakit adalah sebagian hal yang harus dipertimbangkan orangtua. Pastikan orangtua sudah menyiapkan berbagai solusinya antara lain, lokasi yang pas dengan stamina anak, obat-obatan tidak lupa dibawa, dan boneka atau mainan favorit untuk mengusir bosan.

4. Utamakan interaksi dan komunikasi

Museum  dengan lukisan artitsik, mungkin sangat menarik untuk orangtua, tapi mungkin anak-anak malah tidak peduli. Saat liburan keluarga, carilah kegiatan yang juga mengutamakan interaksi dari destinasi yang kita datangi.

Blusukan di Malioboro misalnya, kegiatan liburan ini menawarkan interaksi yang asyik untuk keluarga. Anak-anak bisa melihat barang yang belum pernah diketahui sebelumnya, ada obrolan dengan pedagang, dan orangtua bisa mengajak anak berdiskusi, aksesoris lucu apa yang sebaiknya dibeli untuk menghias kamar mereka.

(nushots)
(nushots)

5. Libatkan semua orang

Liburan keluarga tidak boleh ada yang pasif. Usahakan kegiatan liburan keluarga bisa melibatkan ayah, ibu dan anak-anaknya. Carilah kegiatan dimana hal itu membutuhkan aksi yang aktif dan kerja sama semua orang.

Outbound keluarga bisa menjadi kegiatan seru yang melibatkan semua orang. Banyak tempat wisata outbound dengan suasana segar, hijau dan fasilitas yang asyik. Kemping juga menawarkan kegiatan liburan yang menyenangkan. Ayah dan anak laki-laki bisa bahu membahu memasang tenda, sementara ibu dan anak perempuannya bisa menyiapkan barbeque yang lezat untuk dibakar malam hari sambil menikmati bintang. Sempurna!