Kebahagiaan penting, tetapi bagaimana Anda mencapainya?

Dalam karya Nicomachean Ethics yang ditulis dalam 350 RC, filsuf Yunani Aristoteles mengklaim bahwa kebahagiaan adalah satu-satunya hal yang diinginkan manusia untuk kepentingan dirinya sendiri. Orang-orang mencari kekayaan, bukan demi menjadi lebih kaya, tetapi untuk menjadi bahagia.

Kebahagiaan Tidak Peduli Bagaimana Anda Mencapainya
Kebahagiaan Tidak Peduli Bagaimana Anda Mencapainya

Demikian juga keinginan individu untuk menjadi terkenal, bukan demi menjadi lebih terkenal, tetapi karena mereka percaya bahwa ketenaran akan membawa mereka menuju kebahagiaan. Menurut Aristoteles, kebaikan tertinggi bagi diri kita adalah kebahagiaan dan itulah sebabnya kita menginginkannya dan mencarinya.


Sebagai sebuah pengalaman dan sebuah subyek, kebahagiaan telah dicari dan dibahas secara luas sejak permulaaan zaman. Hal Ini mencerminkan apa yang diinginkan setiap manusia secara universal  dan kebahagiaan masih dicari hingga saat ini. Tentu saja  pemimpin spiritual, filsuf, psikolog, dan ekonom memiliki pengertian yang berbeda mengenai definisi kebahagiaan dan bagaimana mencapainya.

Satu hal yang pasti: jika anda saat ini sedang berbahagia dan sadar akan keindahan dunia di sekitar anda, anda harus menempatkan kehidupan anda selaras dengan nilai-nilai dan keyakinan terdalam anda. Anda harus mengejar apa yang benar-benar anda inginkan dalam kehidupan ,bukan apa yang orang lain inginkan untuk  anda kejar. Ini bukanlah perkara  yang mudah untuk dilakukan, terutama dalam masyarakat modern saat ini, di mana kita tunduk pada begitu banyak pengaruh luar. Misalnya, kita sangat mudah terbuai dengan mimpi bahwa pada umumnya kesuksesan itu akan membawa kita pada kebahagiaan. Namun kesuksesan dan kebahagiaan itu sejatinya adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Kesuksesan yang biasa kita pahami yaitu: rumah besar, villa di area pantai, dua atau tiga mobil mewah, pasangan yang sangat menarik , dan pekerjaan dengan posisi yang tinggi, semua hal itu bahkan membuat hidup menjadi sangat sulit bagi kebanyakan orang.

Erich Fromm dalam bukunya Escape from Freedom menulis, “kehidupan manusia modern berada  di bawah sebuah ilusi yaitu bahwa kita tahu apa yang kita inginkan, akan tetapi sejatinya kita menginginkan apa yang seharusnya kita inginkan”. Memang dalam masyarakat modern saat ini kita sering diarahkan oleh perusahaan periklanan maupun media masa untuk menginginkan apa yang seharusnya kita inginkan.

Banyak orang mengkonsumsi pemprograman ini dengan keserakahan, bukannya berhenti untuk mempertanyakan apa yang benar-benar akan membuat mereka bahagia. Namun secara keseluruhan,  jauh lebih mudah untuk mencoba menyesuiakan diri  dengan mayoritas daripada mempertanyakan apa yang dilakukan oleh mayoritas.

Akan tetapi  mengikuti mayoritas dalam mencari kebahagian di tempat yang salah merupakan hal yang tidak masuk akal. Pahamilah bahwa kebahagiaan tidak peduli bagaimana anda mencapainya. Kebahagiaan tidak peduli seberapa keras anda bekerja. Juga tidak peduli apakah anda memakai pakaian  buatan desainer atau seberapa mewah mobil anda atau berapa banyak harta yang anda miliki. Selain itu, kebahagiaan tidak peduli seberapa cantik diri anda, berbakat, atau seberapa cerdaskah diri anda. Mungkin sekarang anda berpikir bahwa ini adalah asumsi yang tidak masuk akal. Namun sebaliknya, ada banyak bukti ilmiah untuk mendukung pernyataan ini.

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog menunjukkan bahwa hal-hal yang asumsikan oleh kebanyakan orang bagaimana membuat hidup lebih baik yaitu:  uang, ketenaran, status, kecantikan, atau keunggulan sosial yang lebih. Dalam jangka panjang tidak berpengaruh sama sekali, tidak berpengaruh terhadap kebahagiaan.

Sebagai contoh, dalam suatu makalah penelitian melaporkan bahwa daya tarik fisik memiliki efek yang sangat marjinal pada bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan orang tersebut. Studi lain menyimpulkan bahwa seseorang yang mendapatkan hadiah lotre dengan jumlah uang yang sangat besar, mungkin akan sangat bahagia dalam waktu satu atau dua bulan, tetapi tidak berhubungan antara uang dengan kebahagiaan yang ia dapatkan setahun kemudian.  Masih dalam penelitian lain,  menunjukkan bahwa status sosial, usia, kecerdasan dan pendidikan tidak berpengaruh pada kebahagiaan yang hakiki.

Bagaimana anda menjadi bahagia bergantung pada apakah anda menginginkan untuk menjadi bahagia. Kebahagiaan akan menghindari anda selama anda berpikir dan melakukan hal yang salah menurut anda. Dan kebahagiaan akan datang dengan mudah ketika anda berpikir dan melakukan apa yang benar bagi diri anda. Di atas itu semua, pastikan bahwa anda tidak tertipu dengan kebahagiaan yang dianggap oleh orang lain sebagai sebuah kebahagiaan.

Yakinkan pada diri anda bahwa anda tidak akan pernah mencapai kebahagiaan jika anda hanya menunggu takdir atau menunggu seseorang untuk menunjukkan jalan menuju kebahagiaan . Tidak peduli warna kulit anda, pria atau wanita, buta huruf atau berpendidikan tinggi, sedang jomblo atau menikah, tinggi atau pendek,  kaya atau miskin. Andalah yang memutuskan sendiri apakah anda mencapai kebahagiaan atau tidak, cobalah menerima diri anda sendiri dan mulai bersyukur atas apa yang sudah anda capai sebelumnya.

“Berbahagialah untuk saat ini. Karena saat ini adalah hidup Anda” ( Omar Khayyam).