Kisah delapan monyet: Cari tahu sebelum Anda mengikuti

(Kisah ini berdasarkan percobaan yang dilakukan di Inggris)

Delapan monyet di kumpulkan di sebuah ruangan. Di tengah ruangan terdapat tangga yang mengarah menuju gerombolan pisang yang dikaitkan di langit-langit. Setiap kali ada monyet yang mencoba untuk menaiki tangga, semua monyet disemprot dengan air es, yang membuat mereka merasa sengsara. Tak lama kemudian, setiap kali ada seekor monyet yang mencoba untuk menaiki tangga, semua monyet lainnya yang tidak ingin disemprot, memojokkannya dan memukulinya. Segera setelah itu, tak satu pun dari delapan monyet itu yang pernah mencoba untuk menaiki anak tangga.

Kisah delapan monyet

Salah satu monyet yang asli kemudian dipindahkan, dan monyet yang baru dimasukkan ke dalam ruangan. Melihat pisang yang menggantung dan terdapat tangga, ia terheran-heran mengapa tidak ada monyet lain yang mencoba untuk mengambilnya. Tidak ragu-ragu, ia segera mulai menaiki tangga tersebut.

Semua monyet lainnya langsung merasa geram dan memukulinya dengan konyolnya. Monyet yang dipukuli tersebut tidak tahu mengapa ia mendapat perlakuan seperti itu. Namun, ia tidak lagi berusaha untuk menaiki anak tangga.

Monyet asli yang kedua dipindahkan dan diganti. Monyet pendatang baru ini lagi-lagi juga mencoba untuk menaiki tangga, tapi semua monyet lain tidak banyak omong dan langsung memukulinya. Juga termasuk monyet baru sebelumnya, yang kali ini ia bersyukur bahwa ia tidak dipukuli, ia juga ikut berpartisipasi dalam ajang pemukulan tersebut karena semua monyet lain melakukannya. Namun, ia tidak tahu mengapa ia menyerang monyet baru itu.

Satu per satu, semua monyet asli diganti. Saat ini delapan monyet baru berada di dalam ruangan tersebut. Namun tak satu pun dari mereka yang pernah disemprot oleh air es dan tak satu pun dari mereka yang mencoba untuk menaiki tangga. Semuanya akan antusias untuk memukuli setiap monyet baru yang mencoba menaiki tangga, tanpa tahu alasan mengapa mereka melakukannya.

Hikmah yang bisa kita dapatkan dari kisah ini ialah sebelum kita melakukan sesuatu hal karena mengikuti orang lain, kita harus berfikir apakah hal tersebut masuk akal untuk diikuti dan penghakiman terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui seharusnya bisa kita hindari. Kisah di atas juga mengingatkan kita untuk tidak melakukan aksi bullying kepada orang lain, hanya karena kebanyakan orang melakukan hal tersebut.