Pusaka Kyai Rojo Molo, ruangan akan bau amis bila tanpa sesaji

Banyak cerita yang sarat akan sejarah yang terkandung dalam setiap benda – benda yang disimpan di Museum Keraton Kasunanan Surakarta. Tidak hanya bersejarah, benda – benda yang menjadi saksi bisu perkembangan keraton kebanggaan warga Solo ini juga memiliki kesakralan tersendiri. Pusaka Kyai Rojo Molo adalah salah satu benda yang bersejarah dan sangat disakralkan.

Kyai Rojo Molo di Museum Keraton Kasunanan Surakarta (Zezen)
Kyai Rojo Molo di Museum Keraton Kasunanan Surakarta (Zezen)

Setiap hari, di depan pusaka Kyai Rojo Molo selalu diberi sesaji. Rojo Molo adalah salah satu pusaka yang masih sering diruwat di Keraton Kasunanan Surakarta. Konon kalau tidak diberi sesaji, bau ruangan di kawasan ini akan menjadi amis.


Menurut sejarah, Kyai Rojo Molo adalah hiasan yang terdapat pada kepala perahu perahu yang dipergunakan Sri Susuhan Pakubuwono VII.  Konon perahu yang digunakan tersebut adalah milik Joko Tingkir yang bergelar Sultan Hadiwiaya, penguasa Kesultanan Pajang yang merupakan cikal bakal Kasunanan Surakarta Hardiningrat.

Perahu ini juga digunakan hingga masa pemerintahan Pakubuwono X. Melayari Bengawan Solo dari Surakarta membawa komoditi pertanian seperti padi, lada, kapas, minyak, serta aneka kerajinan tangan ke bandar perdagangan Gresik yang ramai. Pelayaran ditempuh selama delapan hari dan kembali ke Surakarta memuat garam, belacan, ikan asin, maupun dagangan lainnya dari luar Jawa.

Kyai Rojo Molo di Museum Keraton Kasunanan Surakarta (Zezen)
Kyai Rojo Molo di Museum Keraton Kasunanan Surakarta (Zezen)
Kyai Rojo Molo di Museum Keraton Kasunanan Surakarta (Zezen)
Kyai Rojo Molo di Museum Keraton Kasunanan Surakarta (Zezen)