Bahan makanan dari 46 negara dipamerkan di Jakarta

Aneka bahan makanan dari 46 negara dipamerkan di ajang Food Ingredients Asia 2014 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, mulai Rabu sampai Jumat.

Ada 650 peserta yang memamerkan bermacam-macam produk seperti produk berbahan dasar susu, makanan olahan, makanan vegetarian, dan makanan siap saji dalam pameran bahan makanan yang katanya paling besar di Asia tersebut.


Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun mengatakan pameran itu bisa membuka peluang bagi para pelaku bisnis di Indonesia untuk memperluas jaringan pasar.

Pengunjung melihat berbagai bumbu makanan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Pengunjung melihat berbagai bumbu makanan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.

“Indonesia berpotensi bagi industri makanan dan minuman, tapi sekitar 60 persen bahan makanan masih mengimpor dari luar negeri. Padahal kita memiliki segudang potensi sumber daya alam,” katanya.

Alex juga berharap pameran tersebut dapat menginspirasi pelaku bisnis dalam negeri untuk meningkatkan produktifitas, kualitas, efisiensi, dan keamanan produk.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesi (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan dengan kekayaan sumber daya alam yang ada Indonesia seharusnya berpotensi besar menjadi basis produksi dan distribusi bahan makanan untuk pasar dalam dan luar negeri.

Berbagai bumbu makanan ditampilkan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Berbagai bumbu makanan ditampilkan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Pengunjung melintas di dekat berbagai bumbu makanan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Pengunjung melintas di dekat berbagai bumbu makanan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.

Pameran tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun. “Pertumbuhan industri non migas sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan industri makanan, minuman dan tembakau,” kata Wamenperin Alex WS Retraubun melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Wamenperin mengatakan, pertumbuhan industri makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan menjadi 9,62 persen pada Semester I 2014 bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada Semester yang sama tahun 2013 yaitu sebesar 2,91 persen.

Sementara pertumbuhan industri non migas pada Semester I tahun 2014 adalah 5,49 persen atau mengalami penurunan bila dibandingkan dengan pertumbuhan industri non migas Semester I tahun 2013 yang mencapai sebesar 6,74 persen.

Namun demikian pertumbuhan industri non migas tersebut masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,17 persen.

Pengunjung berbincang dengan pelaku usaha ekstrak teh dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Pengunjung berbincang dengan pelaku usaha ekstrak teh dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Sejumlah ekstrak bumbu dipamerkan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Sejumlah ekstrak bumbu dipamerkan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10). Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.

Menurut Wamenperin, hal ini menunjukkan bahwa sektor industri makanan, minuman dan tembakau mempunyai peran yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Peranan tersebut juga dapat dilihat dari sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman pada semster I 2014 yang mencapai 2,6 milyar dollar AS mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan nilai ekspor pada semester I tahun 2013 sebesar 2,4 milyar dollar AS.

“Disamping itu, dapat dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri makanan semester I tahun 2014 terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 2.065 juta dollar AS dan Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp9.7 triliun,” kata Wamenperin.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenperin menegaskan Industri makanan dan minuman menduduki posisi strategis dalam penyediaan produk siap saji yang sehat, aman, higienis, bergizi dan bermutu dengan memenuhi ketiga aspek utama yaitu aman, bergizi dan bermutu.

Sejumlah pewarna makanan dipamerkan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10. Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.
Sejumlah pewarna makanan dipamerkan dalam Food Ingredients Asia 2014 di JIExpo, Jakarta, Rabu (15/10. Pameran yang diikuti 650 peserta dari 46 negara tersebut menghadirkan berbagai produk bahan makanan untuk pasar Asia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/14.

Hal tersebut, tambahnya, selaiknya dipenuhi oleh para produsen makanan dan minuman karena berhubungan langsung dengan kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.

Menurutnya, agar memenuhi ketiga aspek utama tersebut, langkah yang dilakukan antara lain mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), Good Manufacturing Practices (GMP), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Food Hygiene, Food Safety, Food Sanitation, penerapan Standar Pangan Internasional (CODEXAlimentarius).

“Standar-standar tersebutlah yang menjamin bahwa perusahaan menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi dan perdagangannya,” ujar Wamenperin.(Ant)