Air Terjun Maribaya, pemandangan indah hingga mitos yang menyelimutinya

Maribaya adalah daerah tujuan wisata di Bandung sebelah utara, sekitar 15 km dari kota Bandung atau 5 km dari arah Timur Lembang. Daya tarik tempat wisata ini karena memiliki sumber mata air panas , taman dan juga air terjun setinggi 2,5 meter. Maribaya adalah tempat liburan favorit keluarga pada liburan akhir minggu. Mata air panas di Maribaya mengandung belerang yang nyaman berenang ataupun berendam.

Air Terjun Maribaya (panoramio)
Air Terjun Maribaya (panoramio)

Untuk mencapai daerah wisata Maribaya dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama melalui Lembang dengan naik angkot ke arah Maribaya. Kedua, jika anda gemar tracking, Maribaya dapat ditempuh dari Dago, tepatnya Taman Hutan Raya Djuanda.


Jika Anda dari Lembang, bisa langsung naik angkut ke arah Maribaya, atau bisa juga bawa mobil. Perjalanan ke Maribaya merupakan arah timur Lembang. Setelah melawati jalan kurang lebih 5 km anda akan sampai di jembatan Maribaya. Tempatnya rindang. Selanjutnya anda bisa beli tiket dan masuk ke area wisata Maribaya.

Sesampainya di Maribaya, anda bisa lihat iru terjun dan menimati dinginnya Maribaya sembari makan jagung bakar atau ketan bakar. Tempat ini sangat cocok buat rehat bersama keluarga, lokasinya dingin, sejuk dan dibawah rindangnya vegetasi Maribaya.

Maribaya
Maribaya

Mitos

Derasnya aliran air kian terdengar di beberapa sudut. Hawa sejuk mulai terasa menusuk kulit dan merasuk paru-paru sesaat setelah memasuki kawasan obyek wisata alam Maribaya. Warna-warni aneka tanaman dan berbagai benda khas yang dijajakan pun turut memancing pandangan mata.

Adalah sebuah perkampungan kecil di kaki Gunung Masigit dan dialiri dua sungai. Konon, perkampungan kecil itu berasal dari nama seorang wanita cantik yang menjadi sumber kehebohan orang, terutana kaum pria. Perempuan tua cantik tersebut sangat khawatir akan nasib puterinya. Tapi, tak bisa berbuat apa-apa karena termasuk orang yang hidup jauh daripada berkecukupan.

Karena kecantikan puterinya, mereka takut akan terjadi malapetaka pada keluarganya. Terdorong ingin membahagiakan anak cucunya kelak, orangtua wanita cantik tersebut pergi bertapa ke Gunung Tangkuban Parahu.

Setelah mendapat dan menjalankan wangsit, menumpahkan bokor, muncul sumber air panas mineral mengandung belerang, dan jadilah sumber air panas yang dapat digunakan untuk pengobatan. Sejak saat itulah, banyak orang yang berkunjung ke tempat tersebut. Untuk berobat, berekreasi menghirup udara segar alam pegunungan, dan perbukitan. Demi mengenang puterinya, perkampungan kecil itu diberi nama sesuai dengan nama puteri cantik mereka, yaitu “MARIBAYA”.

Air Terjun Maribaya (infobdg)
Air Terjun Maribaya (infobdg)

Mitos pertama, Jangan memakai baju warna merah karena pemakai baju warna merah biasanya mengalami kecelakaan. Kedua, jangan membunyikan alat musik gong dan suling, karena biasanya hujan akan segera turun. Ketiga, jangan memakan cabe terlalu pedas, karena akan keluar keringat sangat banyak.

Maribaya dialiri dua sungai, yaitu sungai Cigulung dan Cikawari. Dari kedua sungai tersebut, terdapat tiga air terjun. Yaitu, Curug Cikawari, Cigulung, dan Cikoleang. Fasilitas yang tersedia, seperti panggung hiburan, kuda tunggang, kios-kios souvenir dan tanaman hias, aula dan mushola, serta pemandangan.