Epik Ramayana gaya Betawi

Setelah sukses menggelar Sendratari Ramayana Betawi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) 2013 lalu, Dinas Kebudayaan DKI kembali menampilkan pergelaran Ramayana Betawi ‘Rama Jadi Raja’ di tempat yang sama, Jum’at malam (7/11/2014).

Hasilnya, pertunjukan yang mengambil cerita Ramayana yang dikemas dalam seni pertunjukan wayang wong betawi ini, mampu memukai  penonton  yang hadir malam itu.


“Penonton dapat terinspirasi  oleh filosofi yang terkandung dalam cerita Rama jadi Raja ini. Dan tentunya dengan dengan digelarnya seni pertunjukan ini, masyarakat menjadi menyukai Seni Budaya Betawi,” ujar Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, saat konferensi pers pergelaran Ramayana Betawi ‘Rama Jadi Raja’.

Sejumlah Seniman wayang orang Betawi mementaskan Ramayana Betawi berjudul Rama Jadi Raya di Teater Besar, gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/11) malam. Pementasan yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bertujuan untuk pelestarian budaya Betawi bagi generasi muda. ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/14.
Sejumlah Seniman wayang orang Betawi mementaskan Ramayana Betawi berjudul Rama Jadi Raya di Teater Besar, gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/11) malam. Pementasan yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bertujuan untuk pelestarian budaya Betawi bagi generasi muda. ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/14.

“Secara keseluruhan, para pemeran dalam pergelaran ini memakai topeng sesuai dengan karakter yang dibawakan. Yang menarik, musik pengiringnya adalah musik Ajeng, yang kini keberadaannya sudah hampir punah,” sambungnya.

Turut hadir praktisi budaya, mulai dari pemerhati hingga komunitas dan sanggar budaya, pelajar sampai dengan para duta besar negara tetangga dari Yunani, Georgia, Jordania, dan negara lain. (metrotvnews)

The Ramayana Saga , sebuah cerita epik yang menceritakan perkelahian antara kebajikan melawan kejahatan telah diadopsi oleh banyak seni tradisional dan budaya Indonesia. Khususnya di pulau Jawa dan Bali , kisah epik Ramayana dimainkan dalam berbagai bentuk kesenian tradisional termasuk Wayang Golek ( Wayang Kayu ) menunjukkan , Wayang Kulit ( Wayang Kulit show) , dan Wayang Wong ( Theatrical Drama ) .

Sejumlah Seniman wayang orang Betawi mementaskan Ramayana Betawi berjudul Rama Jadi Raya di Teater Besar, gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/11) malam. Pementasan yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bertujuan untuk pelestarian budaya Betawi bagi generasi muda. ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/14.
Sejumlah Seniman wayang orang Betawi mementaskan Ramayana Betawi berjudul Rama Jadi Raya di Teater Besar, gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/11) malam. Pementasan yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bertujuan untuk pelestarian budaya Betawi bagi generasi muda. ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/14.

Meskipun ibu kota Jakarta diakui sebagian besar hidup dalam konsep modernitas , namun kelompok etnis Betawi pribumi juga memiliki versi sendiri dari epik Ramayana dalam seni pertunjukan tradisional sendiri. Dalam melestarikan dan merevitalisasi beberapa seni menghilang Betawi itu, episode Rama Tambak diambil dari Ramayana Saga akan dilakukan dalam bentuk tradisional Wayang Wong Betawi .

Pengerjaannya tidak hanya akan melibatkan akting , tari , dan musik , tetapi juga akan menampilkan topeng Betawi yang berbeda yang sesuai dengan masing-masing karakter dari cerita. Hal lain yang dapat dinikmati dari acara ini adalah skor musik dan latar belakang dari Ajeng Musik yang juga merupakan seni langka di Jakarta modern.

Sejumlah Seniman wayang orang Betawi mementaskan Ramayana Betawi berjudul Rama Jadi Raya di Teater Besar, gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/11) malam. Pementasan yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bertujuan untuk pelestarian budaya Betawi bagi generasi muda. ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/14.
Sejumlah Seniman wayang orang Betawi mementaskan Ramayana Betawi berjudul Rama Jadi Raya di Teater Besar, gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/11) malam. Pementasan yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bertujuan untuk pelestarian budaya Betawi bagi generasi muda. ANTARA FOTO/Teresia May/Asf/ama/14.

Rama Tambak itu sendiri bercerita tentang Rama Wijaya dari Kerajaan Ayodya dalam usahanya untuk menyelamatkan istri tercintanya , Shinta , yang telah diculik oleh kejahatan raksasa Rahwana Raja dari Kerajaan Alengka. Dalam rangka untuk mencapai Alengka ,yang terletak di tengah Samudra, Rama dibangun tanggul (Tambak) dengan bantuan dari tentara monyet yang dipimpin oleh Sugriwa dan Hanoman .

Proses membangun tanggul ini ternyata menemui dengan banyak hambatan dan masalah. Kemudian, Gunawan Wibisana, adik Rahwana dari raksasa yang telah diusir dari Alengka, menawarkan bantuan kepada Rama untuk membantu dia dalam usahanya. Penawaran Wibisana yang pada awalnya ditolak oleh Sugriwa yang menduga bahwa itu adalah trik dari Alengka untuk menyabot misi. Namun, Hanoman dalam kearifan dan pertimbangannya menyarankan bahwa akan lebih baik untuk menerima tawaran Wibisana, yang telah disepakati oleh Pangeran Rama. Akhirnya, dengan bantuan Gunawan Wibisana dan tentara monyet, Pangeran Rama berhasil menyeberangi lautan dan mencapai Alengka di mana ia mengalahkan Rahwana raksasa dan menyelamatkan istri tercintanya, Shinta. (acara-event)