Kemeriahan Karnaval perayaan HUT Pemekasan

Dalam rangka hari jadi Kabupaten Pamekasan yang ke-484, berbagai jenis batik dengan design modern dipertunjukkan dalam karnaval Batik Senin (03/11/14) pagi.

Dikutip dari mediamadura, ratusan siswa dari berbagai sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA negeri yang ada di Kabupaten Pamekasan ikut ambil bagian dalam karnaval tersebut.


Model memperagakan busana batik carnival, pada pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di  Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema "Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata". ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/nz/14.
Model memperagakan busana batik carnival, pada pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema “Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata”. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/nz/14.
Model memperagakan busana batik carnival, pada pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di  Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema "Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata". ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/nz/14.
Model memperagakan busana batik carnival, pada pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema “Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata”. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/nz/14.

Karnaval tesebut dilepas oleh Bupati Pamekasan beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dari depan kantor Pemkab menuju Monumen Arek Lancor.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii ditemui usai sidang paripurna Istimewa di gedung DPRD mengatakan, karnaval tersebut digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Pamekasan yang ke-484, acara tersebut merupakan rangkaian dari berbagai acara yang telah digelar sebelumnya.

Pemilik Sapi Sonok (Hias) menari saat mengendalikan pasangan sapi sonok, dalam pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di  Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema "Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata". ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/nz/14.
Pemilik Sapi Sonok (Hias) menari saat mengendalikan pasangan sapi sonok, dalam pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema “Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata”. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/nz/14.
Pemilik Sapi Sonok (Hias) menari saat mengendalikan pasangan sapi sonok, dalam pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di  Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema "Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata". ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/14.
Pemilik Sapi Sonok (Hias) menari saat mengendalikan pasangan sapi sonok, dalam pawai budaya dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-484, di Kabupaten Pamekasan, Jatim, Senin (3/11). Pawai yang dimeriahkan dengan batik carnival dan sapi sonok (hias) tersebut, mengetengahkan tema “Penguatan Jati Diri Masyarakat Pamekasan melalui Seni Budaya dan Pariwisata”. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Rei/14.

“Ini juga dalam rangka untuk meningkatkan hasil produksi unggulan Kabupaten Pamekasan, yakni dengan digelarnya pameran pembangunan, termasuk pawai batik ini,” katanya kepada wartawan.

Karnaval tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Pamekasan, bahkan disepanjang jalan kabupaten hingga Monumen Arek Lancor dipenuhi oleh warga yang menyaksikan karnaval tersebut.