Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Gunungkidul, DIY. Berada di kawasan Baturagung, di bagian utara kabupaten Gunungkidul. Jarak tempuh dari Kota Yogyakarta sekitar 25 Km atau 20 Km dari arah Wonosari.

Gunung Api Purba Nglanggeran (toiletkampus)
Gunung Api Purba Nglanggeran (toiletkampus)

Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, Gunung Nglanggeran dinyatakan sebagai Gunung Berapi Purba.


Untuk menuju Gunung Api Purba Nglanggeran, ada dua rute yang bisa Anda pilih:

Pertama, dari arah Yogyakarta rutenya = Ring road timur – Perempatan Jalan Wonosari – Jalan Wonosari – Bukit Bintang – Radio GCD FM – Ada Perempatan belok kiri – Stasiun Relay Indosiar, Desa Ngoro-ngoro – Puskesmas Pathuk II – Belok kanan – Desa Nglanggeran. Gunung Nglanggeran sendiri sebenarnya sudah mulai kelihatan saat anda melewati Stasiun Relay Indosiar. Sehingga jangan khawatir kalau kemungkinan tersesat, lihat saja gunungnya sebagai petunjuk ke lokasi.

Kedua, dari arah Wonosari rutenya = Bunderan Sambi Pitu – Belok kanan kearah Desa Bobung (Desa kerajinan Topeng) jangan ke arah Timur (Ke Nglegi). Dari Bunderan Sambi Pitu, Desa Nglanggeran berjarak sekitar 5 Km. Jalan menuju ke sana sudah mulus namun ada sedikit tanjakan yang lumayan tinggi. Jadi berhati-hatilah.

Gunung Api Purba Nglanggeran (senengdolan)
Gunung Api Purba Nglanggeran (senengdolan)

Untuk mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran hanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam pendakian, Anda akan tiba di puncak barat Gunung Nglanggeran, Gunung Gede. Pemandangan indah yang memanjakan mata pun menyambut. Sejauh mata memandang yang terlihat hamparan awan di ketinggian, jajaran gunung batu dengan bentuk yang unik, perkampungan warga, serta hijaunya sawah dan ladang. Saat senja menjelang, Kota Jogja akan terlihat laksana lautan kunang-kunang. Taburan cahaya bintang dan gemerlap lampu kota yang terlihat dari kejauhan menjadi pemandangan romantis bagi siapa saja yang berkemah di gunung ini.

Keramahtamahan warga sekitar adalah keistimewaan yang sesungguhnya di Gunung Nglanggeran. Mungkin hanya di gunung api purba Nglanggeran, ini para pendaki benar-benar ”dimanjakan”. Setelah lelah menapaki bongkahan batu jenis breksi, wisatawan bisa bersantai sembari menikmati sajian makan pagi, siang, atau malam dari penduduk sekitar. Di sepanjang jalan, asalkan sudah memesan sebelum naik gunung, warga siap mengantar pesanan makanan hingga ke ketinggian 700 meter di atas permukaan laut itu. Harga aneka menu makanan pun cukup mencengangkan karena murahnya. Nasi rames yang diantar dengan peluh bercucuran itu hanya Rp 3.000,00 per bungkus.

Selain itu, berbeda dari pendakian gunung lainnya, wisatawan tak perlu membawa tenda jika mencoba pendakian di Gunung Nglanggeran ini. Di gunung yang seluruh tubuhnya berupa batuan keras ini terdapat banyak sekali ceruk batuan yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat saat mendaki. Ceruk batuan ini bahkan sanggup melindungi pendaki dari kencangnya terpaan angin ataupun hujan.

Gunung Api Purba Nglanggeran (breckholic)
Gunung Api Purba Nglanggeran (breckholic)

Tidak hanya taburan cahaya alam yang istimewa di Gunung Nglanggeran, saat malam kerlap-kerlip cahaya kota dari Yogyakarta, Klaten, dan Surakarta pun menampakkan kecantikannya. Di jurang yang mengelilingi Gunung Gede pemandangan tersebut bisa diperoleh yang sangat cocok untuk menjadi target fotografi wisatawan. Jurang tersebut konon merupakan bekas kawah dari gunung purba Gunung Nglanggeran juga menjadi rumah bagi aneka flora dan fauna langka, mulai dari kijang, kera, hingga cendana liar.

Gunung Nglanggeran merupakan gunung api purba yang pernah aktif puluhan juta tahun lalu. Terletak di kawasan karst Baturagung, gunung yang litologinya tersusun oleh fragmen material vulkanik tua ini memiliki dua puncak yakni puncak barat dan puncak timur, serta sebuah kaldera ditengahnya. Saat ini Gunung Nglanggeran berupa deretan gunung batu raksasa dengan pemandangan eksotik serta bentuk dan nama yang unik dengan beragam cerita rakyat sebagai pengiringnya. Gunung-gunung tersebut biasanya dinamakan sesuai dengan bentuknya, seperti Gunung 5 Jari, Gunung Kelir, dan Gunung Wayang.