4 Mainan tradisional khas Sekaten 

Maleman Sekaten, tradisi pesta rakyat yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta untuk menyambut Hari Maulud Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad, Nabi umat Islam. Gelaran Sekaten diselenggarakan setiap tahun pada bulan Mulud (penanggalan Jawa) atau bulan Rabiul Awal (penanggalan Islam)  di Alun-alun utara Keraton Kasunanan Surakarta, maupun Kasultanan Yogyakarta.

Gerbang masuk Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Gerbang masuk Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Pada perayaan ini, Alun-alun Utara Keraton disulap menjadi pasar malam yang diisi ribuan pedagang mulai dari makanan hingga barang-barang kerajinan. Tak hanya dari dalam Kota Solo, para pedagang di Sekaten banyak yang berasal dari luar Kota Solo. Pasar Maleman Sekaten tahun ini digelar mulai 11 Desember 2014 hingga 04 Januari 2015.


Dari beragam dagangan yang dijual di Sekaten, ada beberapa mainan tradisional khas Sekaten. Berikut beberapa mainan tradisonal khas Sekaten :

1. Celengan Gerabah

Celengan adalah kotak penabung koin. Celengan yang dijual di sekaten merupakan celengan tradisional yang terbuat dari gerabah atau tanah liat. Biasanya celengan tradisional ini berbentuk Semar (tokoh wayang Punakawan), maupun hewan, di antaranya Sapi dan Macan.

Celengan Gerabah yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Celengan Gerabah yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.

Celengan ukuran kecil, dijual dengan harga Rp 15 ribu, sementara untuk ukuran besar  dijual dengan harga Rp 60 ribu. Celengan tersebut dijual oleh pengrajin gerabah asal Jepara yang khusus berjualan di Solo hanya saat Sekaten saja.

Mainan Celengan berbentuk hewan
Mainan Celengan berbentuk hewan

2. Mainan Alat Masak dan Alat Makan (Pasaran)

Mainan tradisional lain yang khas Sekaten yakni yang sering disebut masyarakat Jawa dengan “Pasaran”. Pasaran adalah mainan alat-alat masak dan alat-alat makan untuk anak-anak yang terbuat dari tanah liat (kerajinan gerabah). Penjual mainan Pasaran ini selalu ada saat Sekaten dan selalu diserbu pembeli.

Mainan ini sangat menarik perhatian karena berwarna-warni. Selain itu, mainan ini tergolong paling murah di antara mainan gerabah lain karena harganya hanya Rp 5 ribu untuk 3 jenis mainan.

Mainan Pasaran yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta
Mainan Pasaran yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta

3. Kapal Sekaten

Mainan kapal dari kaleng warna-warni juga selalu ada dalam setiap gelaran Maleman Sekaten. Sebagian masyarakat menyebutnya dengan sebutan “Kapal othok-othok”, sesuai dengan bunyinya saat dijalankan. Kapal ini digerakkan dengan tenaga uap.

Pada bagian bawah kapal, terdapat selang berebentuk seperti huruf U. Sebelum menjalankan kapal, selang ini harus diisi air terlebih dahulu. Air dalam selang kemudian diuapkan dengan cara dipanaskan dengan menggunakan api dari lilin yang ditaruh di badan kapal. Air dalam selang menguap hingga menghasilkan udara yang dapat mendorong kapal untuk bergerak.

Kapal Sekaten yang dijual di maleman Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta
Kapal Sekaten yang dijual di maleman Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta

Mainan tradisional ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Para pedagang Kapal Sekaten, umumnya mendatangkan dagangannya dari Cirebon dan dijual dengan harga antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per unit. Seorang pedagang Kapal Sekaten, Jana, mengaku bisa menjual lebih dari 600 unit mainan kapal dalam setiap gelaran Sekaten.

4. Gasing Bambu

Permainan Gasing Bambu pernah menjadi primadona mainan tradisional yang dijual di Sekaten pada era tahun 1990-an. Pada masa itu, hampir setiap sudut arena Maleman Sekaten ada penjual Gasing Bambu. Namun kini, penjual Gasing Bambu jumlahnya menurun, tak lebih dari 10 orang di arena Maleman Sekaten.

Mainan Gasing Bambu yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Mainan Gasing Bambu yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.

Namun, mainan Gasing Bambu ini tetap menjadi mainan tradisional khas Sekaten yang banyak diburu pembeli. Setiap unit Gasing Bambu dijual dengan harga Rp 10 ribu rupiah. Gasing tradisional ini saat diputar menghasilkan suara peluit yang melengking. Kita bisa mencoba gasing satu persatu dan memilih suara gasing yang kita inginkan.

Penjual Gasing Bambu biasanya juga menjual mainan lain yang juga terbuat dari bambu, di antaranya peluit dan “othok-othok bambu”. Peluit bambu suaranya sangat unik dan khas karena mirip suara kicauan burung. Sedangkan othok-othok bambu merupakan alat musik tradisional dari bambu yang  memainkannya dengan cara diputar. Peluit dan othok-othok bambu dijual dengan harga Rp 5 ribu.

Mainan Gasing Bambu yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Mainan Gasing Bambu yang dijual di Maleman Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.