Berbakti pada leluhur lewat Ritual Saparan

Masyarakat Jawa dikenal memiliki beragam tradisi yang diwariskan turun temurun dan tetap dijalankan sampai saat ini. Satu di antaranya tradisi Ziarah Kubur cara Jawa.

Masyarakat Jawa pada umumnya melakukan ziarah kubur pada masa menjelang Puasa Ramadhan atau sebelum Lebaran. Namun, ada pula yang menggelarnya di bulan-bulan tertentu sesuai tradisi adat masing-masing daerah.


Warga berdoa saat tradisi saparan di pemakaman umum Nyamplung, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (19/12). Setiap bulan Sapar penanggalan jawa, warga setempat melakukan bersih makam, berdoa serta makan bersama di area pemakaman itu. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/Spt/14.
Warga berdoa saat tradisi saparan di pemakaman umum Nyamplung, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (19/12). Setiap bulan Sapar penanggalan jawa, warga setempat melakukan bersih makam, berdoa serta makan bersama di area pemakaman itu. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/Spt/14.

Salah satu tradisi ziarah kubur yang masih bertahan yakni, Tradisi Saparan di pemakaman umum Nyamplung, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah. Dinamakan Tradisi Saparan karena tradisi ziarah kubur di wilayah tersebut digelar setiap Bulan Sapar pada penanggalan Jawa.

Warga masyarakat di desa tersebut berangkat bersama-sama ke tempat pemakaman umum setempat. Kemudian mereka membersihak makam orang tua mereka, sekaligus mendoakan arwah para leluhur.

Sejumlah warga makan bersama saat tradisi saparan di pemakaman umum Nyamplung, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (19/12). Setiap bulan Sapar penanggalan jawa, warga setempat melakukan bersih makam, berdoa serta makan bersama di area pemakaman itu. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/Spt/14.
Sejumlah warga makan bersama saat tradisi saparan di pemakaman umum Nyamplung, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (19/12). Setiap bulan Sapar penanggalan jawa, warga setempat melakukan bersih makam, berdoa serta makan bersama di area pemakaman itu. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/Spt/14.

Uniknya, saat berziarah para warga membawa makanan dari rumah. Beragam makanan yang dibawa warga tersebut dikumpulkan di satu tempat di areal pemakaman, dan warga kemudian menyantapnya bersama-sama.

Suasana kekeluargaan sangat terasa dalam acara makan bersama tersebut. Sambil menyantap makanan para warga menjalin tali silaturahmi dengan warga lainnya.