Bisnis menarik Tenun Rangrang cantik

Kecantikan tenun Rangrang Lombok menjanjikan peluang bisnis yang menarik. Tenun Rangrang nan cantik ternyata sangat diminati pasar dan menjanjikan omzet penjualan yang cukup besar.

Butik Lily Rachim dapat meraih omzet minimal Rp30 juta per bulan dari penjualan kain Tenun Rangrang Lombok.


Tenun Rangrang Lombok
Tenun Rangrang Lombok

“Dalam sebulan kami dapat menjual antara 100 hingga 200 lembar kain Tenun Rangrang Lombok dengan harga per lembar mencapai Rp300 ribu,” kata pemilik butik Lily Rachim saat ditemui di stan pameran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar, Kamis.

Lily mengatakan animo masyarakat untuk membeli kain-kain tradisional kini cukup tinggi.

“Kain-kain ini ditenun secara tradisional, selain warna dan motifnya yang unik, kain tersebut juga dapat bertahan hingga belasan tahun,” katanya.

Kain ini, lanjutnya lagi, juga mulai diminati semua segmen umur.

“Kini pembeli kami juga banyak yang berasal dari kalangan anak muda, busana dari kain tradisional kini memang menjadi trend,” ujarnya.

Selain kain Rangrang, ia juga memamerkan sejumlah kain songket dengan harga berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta.

“Songket biasanya dicari oleh para kolektor,” tambahnya.

Lily mengaku kain koleksinya didatangkan langsung dari Lombok dari sejumlah penenun tradisional.

“Melalui kain ini kami juga berusaha memberdayakan penenun tradisional kita,” ungkap Lily.

Ia berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih pada upaya pengembangan kain tradisional Indonesia.

“Kami berharap pemerintah memberi dukungan publikasi, dan ruang-ruang pameran yang luas agar kain tradisional kita dapat dikenal lebih luas,” harapnya.