Ini rumah pahlawan Aceh Cut Meutia

Lhokseumawe, adalah salah satu kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darusslam, tidak hanya Banda Aceh, di kota Lhokseumawe ini juga terdapat beberapa tempat wisata yang jadi kegemaran masyarakat Aceh sebagai tempat untuk menghabiskan masa libur. Salah satu tempat wisata di kota Lhokseumawe yang paling banyak di datangi oleh masyarakat Aceh adalah Rumah Cut Nyak Meutia.

Pengunjung melihat rumah adat pahlawan nasional Aceh Cut Nyak Meutia yang dijadikan cagar budaya di Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Provinsi Aceh. Senin (1/12). Cagar budaya rumah Cut Nyak Meutia pahlawan nasional wanita itu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai manca negara. ANTARA FOTO/Rahmad/ed/ama/14
Pengunjung melihat rumah adat pahlawan nasional Aceh Cut Nyak Meutia yang dijadikan cagar budaya di Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Provinsi Aceh. Senin (1/12). Cagar budaya rumah Cut Nyak Meutia pahlawan nasional wanita itu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai manca negara. ANTARA FOTO/Rahmad/ed/ama/14

Lokasi dan Transportasi


Cut Nyak Meutia atau yang lebih dikenal dengan nama Cut meutia adalah salah seorang pahlawan wanita nasional dari Aceh Utara, selama 20 tahun ia memimpin perjuangan melawan penjajahan Belanda di wilayahnya. Dari rumah nya inilah beliau aktif dalam memimpin dan mengatur strategi peperangan melawan Belanda itu.

Rumah Cut Meutia ini berada di Desa Mesjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Rumah Cut Meutia dapat ditemui 3 km dari desa Matangkuli, Kecamatan Matangkuli. Rumah Adat Cut Meutia ini dibangun kembali dan di beri pagari atau di beri pagar oleh Pemerintah Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan Wanita Nasional dari Aceh ini.

Untuk menuju ke lokasi rumah Cut Meutia ini, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Desa matangkuli ini terletak kurang lebih sekitar 33 kilo meter dari kota Lhoksumawe.

Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, bersiap-siap lah menempuh perjalanan yang lumayan panjang. Kurang lebih memakan waktu 1-1,5 jam dari kota lhoksumawe.

Setelah anda sampai di desa matangkuli, anda bisa meneruskan perjalanan anda kurang lebih sekitar 3 kilo meter lagi dari desa matangkuli ini untuk menemukan lokasi dari rumah adat Pahlawan wanita Nasional yang berasal dari Aceh ini.

Jika anda menggunakan kendaraan umum, anda bisa menggunakan bus dari terminal yang ada di kota lhoksumawe untuk menuju ke desa matangkuli ini.

Lalu setelah sampai di desa matangkuli ini, anda bisa meneruskan perjalanan menggunakan angkot atau yang sering disebut labi-labi oleh warga Aceh. Tarif dari bus ini kurang lebih Rp 7.000-Rp 10.000*) per orang, sedangkan tarif untuk labi-labi ini sendiri berkisar antara Rp 2.000-Rp 3.000*) per orang.

Lalu, anda juga bisa menggunakan mobil sewaan atau mobil rental. Untuk mobil rental ini sendiri tarif nya berbeda-beda, tergantung dari jenis mobil dan lama pemakaian yang anda gunakan. Jika ingin lebih gampang, anda bisa menyewa mobil sekaligus dengan supirnya.

Sejarah Singkat

Tentunya anda semua tahu pada saat Indonesia masih di jajah oleh belanda, jangankan hidup senang, untuk makan saja masih sangat susah. Meskipun memang pada masa seperti sekarang ini masih ada juga yang susah makan alias kekurangan, setidaknya kehidupan rakyat Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan saat masih dijajah dulu.

Seperti yang kita ketahui, ini semua tidak lepas dari hasil kerja keras dan perjuangan mati-matian dari para pahlawan kita. Salah satunya adalah Cut Nyak Meutia, atau yang sering disapa dengan nama Cut Meutia. Beliau adalah salah satu pejuang wanita yang berasal dari Aceh, yang terkenal akan kegigihannya.

Namun sayangnya beliau telah meninggal dunia pada tangal 25 Oktober 1910, Cut Meutia tertembak oleh salah satu serdadu Belanda disekitaran hulu sungai Peutoe, saat sedang bertempur melawan tentara Belanda.

Cut Nyak Meutia akhirnya dimakamkan di Desa Buket Panyang, lokasinya terbilang cukup jauh dari rumah beliau, karena terletak di daerah perbatasan antara Kecamatan Matangkuli dengan Kecamatan Cot Girek, kalau anda mencoba mengunjungi makam Cut Meutia ini dengan berjalan kaki, mungkin anda akan menghabiskan waktu sekitar 2 hari 2 malam, karena belum tersedianya akses untuk dilewati kendaraan.

Wisata

Saat hari libur, Rumah Cut Nyak Meutia ini selalu ramai di datangi para pengunjung yang datang dari wilayah sekitar dan dari wilayah lainnya. Pengunjung yang datang juga beragam, mulai dari anak-anak, muda-mudi, orang dewasa, bahkan orang-orang tua juga datang berkunjung kerumah Cut Nyak Meutia ini.

Mereka juga datang karena beberapa alasan, ada yang sekedar main dan melihat-lihat, ada juga yang ingin melihat peninggalan-peninggalan bersejarah, dan malah ada yang datang hanya untuk bersilaturahmi saja.

Apalagi kalau Hari Raya Idul Fitri datang, masyarakat berbondong-bondong datang untuk bersilaturahmi ke rumah peninggalan Pejuang kita, Cut Nyak Meutia ini. M

emang mereka tidak disambut selayaknya bertamu ke rumah orang lain, karena pemilik rumah ini telah tiada, namun itu bukan masalah bagi mereka, karena ada juga yang sengaja datang sambil membawa makanan sendiri, dan akhirnya mereka bersilahturahmi antar pengunjung yang datang saja, unik bukan.

Rumah Cut Nyak Meutia ini berbentuk rumah panggung, jadi untuk bisa masuk kerumah ini, kita perlu menaiki tangganya terlebih dahulu. Rumah ini terdiri atas dua kamar, yang salah satunya adalah kamar Cut Nyak Meutia.

Didalam rumah ini juga terdapat foto-foto dan lukisan wajah Cut Nyak Meutia, akan tetapi, barang-barang sejarah yang ada didalamnya belumlah lengkap. Hanya sekedar foto-foto dan perlengkapan rumah saja.

Di sekitar Rumah Cut Nyak Meutia yang beratapkan rumbai ini, ada temapat yang bernama Kroeng (Karung) yang gunanya untuk menyimpan padi, sejenis lumbung. Jumlahnya ada tiga buah, dan ketiganya berada di sisi kanan halaman. Di pekarangannya itu juga terdapat Jeungki, jeungki sendiri adalah alat yang digunakan masyarakat Aceh untuk menumbuk padi.

Dan anda juga akan menemukan pondokan kecil di sebelah jeungki, pondokan terseebut meupakan tempat istirahat sembari bersantai-santai sambil melihat pemandangan, ukurannyapun hanya sekitar 3 meter x 4 meter.

Jika anda melihat ke sekeliling pekarangan rumah ini, anda bisa menemukan adanya prasasti dan monumen yang menorehkan sejarah perjuangan Cut Nyak Meutia. Di halam depan juga ada sebuah kolam ikan yang tidak terlalu besar, dulu beliau sangat suka memancing ikan disini, tapi sekarang kolam itu tidak terlalu terawat seperti sebelumnya.

Tips
1. Bila anda membawa makanan dari rumah, jangan lupa untuk membawa kantong sampah, agar anda tidak bingung untuk membuang sampah, tetapi jika anda tidak membawa makanan, disekitar sana sudah ada warung kecil dimana anda bisa mengisi perut anda.

2. Bawalah kamera jika anda ingin mengabadikan atau mendokumentasikan gambar dari rumah adat cut meutia ini.

3. Jika anda membawa kendaraan sendiri, jangan lupa untuk menambahkan kunci pengaman pada kendaraan anda.

Bagaimana? Penasaran dengan Rumah peninggalan Cut Nyak Meutia ini? kalau penasaran kunjungi saja, rumahnya juga sangat bagus dan tertata rapi, Karena di urus oleh penjaganya, anda bisa masuk tanpa harus membayar, dan pemandangan disini juga bagus. Jadi, jika anda pergi berlibur ke Aceh, khususnya ke Lhokseumawe, jangan lewatkan tempat ini dari daftar liburan anda.

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu