Jenius dan hidup kaya, Leopold-Loeb malah terobsesi jadi pembunuh

Berasal dari keluarga kaya dan terpandang dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata ternyata dapat juga berubah menjadi bencana. Adalah Nathan Leopold dan Richard Loeb, dua pria yang lahir dari keluarga serba berkecukupan dan memiliki kecerdasan luar biasa, namun berakhir sebagai pembunuh.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh1


Terobsesi untuk melakukan kejahatan yang sempurna, pada 1924, keduanya tega membunuh remaja berusia 14 tahun, Bobby Franks, tetangga Loeb. Keduanya mempersiapkan rencana pembunuhan tersebut selama 7 bulan agar bisa menciptakan kejahatan yang sempurna.

HIST leo01.jpg

Sebenarnya bagaimana latar belakang Leopold dan Loeb hingga keduanya tega melakukan pembunuhan keji pada Booby Franks?.Bagaimana keduanya bisa begitu kompak dan akhirnya tertangkap? Berikut ulasan singkatnya.

Nathan Freudenthal Leopold Jr., lahir pada 19 November 1904 di Chicago, Illinois. Leopold merupakan anak dari imigral asal Jerman yang membangun kekayaannya di Amerika Serikat.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh3

Tak hanya beruntung lahir dari kaya raya, Leopold juga dianugerahi kemampuan intelektual yang luar biasa. Dilaporkan tingkat IQ nya berada di level 210, dan sudah mampu mengucapkan kata pertamanya di usia 4 bulan.

Kecerdasannya membuat dia tampak berbeda dengan murid lain. Kekayaan keluarga dan kecerdasan yang dia miliki membuatnya sangat sulit berteman di sekolah hingga keluarga akhirnya mengirimkan Leopold ke Private Harvard School di mana kualitas pendidikannya semakin meningkat.

Sementara Richard Albert Loeb lahir pada 11 Juni 1905 di Chicago. Loeb juga terlahir dari keluarga super kaya dengan ayah yang berprofesi sebagai pengacara. Loeb sangat cerdas berhak didikan para pengasuhnya yang sangat keras.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh4

Dia bahkan sudah diterima di perguruan tinggi saat masih berusia 14 tahun karena kecerdasannya. Entah hasil pemberontakan psikologis dari tekanan disiplin para pengasuh, Loeb menunjukkan sikap yang berbeda sejak kecil.

Loeb tampak sinis dan senang membual. Dia juga senang berfantasi mengenai aksi kriminal hebat sejak kanak-kanak.

Leopold dan Loeb merupakan pasangan hebat secara psikologis. Keduanya sangat brilian tapi secara sosial diacuhkan. Leopold akhirnya terpikat dengan ketampanan dan cara berpikir Loeb.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh5

Sementara Loeb akhirnya menemukan alter ego yang tepat untuk fantasinya berbuat kejahatan. Pada 1921, keduanya semakin dekat. Setelah lulus kuliah, Leopold dan Loeb kembali ke Chicago dan semakin tidak terpisahkan.

Loeb lantas mengajak Leopold mewujudkan fantasinya mengenai kejahatan sempurna. Setelah 7 bulan menyusun rencana, Loeb dan Leopold benar-benar melancarkan aksinya, menyewa mobil dengan nama palsu, mengganti plat nomor mobil dan mencari target secara acak.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh6

Bobby Franks akhirnya menjadi korban. Diminta naik ke atas mobil, kepala Franks lantas dipukul dan Loeb menutupi tubuhnya dengan selimut di jok belakang mobil.

Keduanya lantas menyiram wajah Franks dengan air keras agar tak ada yang mengenalinya. Saat hendak membuang mayat Franks, Loeb menghubungi ayah Franks yang ternyata langsung melapor polisi.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh7

Tanpa perlawanan berarti, Loeb tiba-tiba mengakui aksinya saat polisi menginterogasi dirinya. Dia menuding Leopold sebagai otak dari pembuhunan tersebut.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh8

Keluarga Leopold dan Loeb lantas merekrut pengacara terbaik untuk menyelamatkan keduanya di persidangan. Pada 24 September 1924, keduanya dibebaskan dari tuntutan hukuman mati tapi dihukum penjara seumur hidup lantaran aksi pembunuhannya. Masing-masing mendapatkan tambahan hukuman 99 tahun penjara atas aksi penculikannya.

Saat menjalankan hukuman di penjara, Loeb tewas diserang dan dibunuh teman satu selnya, James Day. Tewasnya Loeb lantaran Day menuding pria tersebut hendak melakukan pelecehan seksual padanya.

Leopold-Loeb terobsesi jadi pembunuh9

Sementara Leopold akhirnya dibebaskan pada Maret 1958. Dia lantas pindah ke Puerto Rico di mana dia mengajar matematika di University of Puerto Rico dan juga mempublikasikan sebuah buku.

Pada 1961, dia menikah dengan janda bernama Trudi de Queveda. 10 tahun kemudian, Leopold meninggal karena diabetes dan serangan jantung.