Menjelajahi kompleks percandian Hindu-Budha terluas se-Indonesia

Situs Purbakala Cagar Budaya Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.

Pengunjung berada di Candi Gumpung, kompleks Percandian Muaro Jambi, Kab. Muarojambi, Jambi, Kamis (25/12). Sejumlah warga di daerah itu memanfaatkan waktu libur natal mereka dengan mendatangi kawasan percandian peninggalan Kerajaan Melayu Kuno masa Hindu-Buddha abad 7-13 Masehi. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/Koz/Spt/14.
Pengunjung berada di Candi Gumpung, kompleks Percandian Muaro Jambi, Kab. Muarojambi, Jambi, Kamis (25/12). Sejumlah warga di daerah itu memanfaatkan waktu libur natal mereka dengan mendatangi kawasan percandian peninggalan Kerajaan Melayu Kuno masa Hindu-Buddha abad 7-13 Masehi. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/Koz/Spt/14.

Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28’32” Timur 103* 40’04”. Candi tersebut diperkirakakn berasal dari abad ke-11 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Dan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.


Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum diokupasi.

Candi Muaro Jambi merupakan warisan budaya bernilai tinggi dimana bangunan-bangunan candi dan bekas reruntuhannya menunjukkan bahwa di masa lalu Percandian Muaro Jambi pernah menjadi pusat peribadatan agama Budha Tantri Mahayana.  Hal ini terlihat dari ragam temuan sarana ritual seperti, Arca Prajnaparamita, reruntuhan stupa, arca gajah singha, wajra besi serta tulisan-tulisan mantra yang dipahatkan pada lempengan emas atau digoreskan pada bata. Diantara bata-bata yang bertulis terdapat suku kata ‘Wijaksana’’, kemudian sebutan ‘wajra’ pada lempengan emas, serta aksara nagari pada batu permata berbunyi ‘tra-tra’.

Pengunjung berada di pelataran Candi Gumpung, kompleks Percandian Muaro Jambi, Kab. Muarojambi, Jambi, Kamis (25/12). Sejumlah warga di daerah itu memanfaatkan waktu libur natal mereka dengan mendatangi kawasan percandian peninggalan Kerajaan Melayu Kuno masa Hindu-Buddha abad 7-13 Masehi. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/Koz/Spt/14.
Pengunjung berada di pelataran Candi Gumpung, kompleks Percandian Muaro Jambi, Kab. Muarojambi, Jambi, Kamis (25/12). Sejumlah warga di daerah itu memanfaatkan waktu libur natal mereka dengan mendatangi kawasan percandian peninggalan Kerajaan Melayu Kuno masa Hindu-Buddha abad 7-13 Masehi. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/Koz/Spt/14.

Penemuan lain berupa manik-manik, perhiasan, tembikar, pecahan genting, dan sisa-sisa peralatan rumah tangga yang menunjukkan bahwa kawasan yang mengelilingi kompleks percandian ini juga pernah menjadi kawasan pemukiman, diduga kuat merupakan tempat bermukimnya para biksu dan pelajar Budha di masa lalu.

Selain itu, di situs ini juga ditemukan peninggalan berupa keramik dari Cina masa Dinasti Song (abad ke 11-12 Masehi), yang mengindikasikan adanya hubungan internasional yang telah terjadi pada masa itu. Sementara penemuan keramik Eropa abad ke-19 membenarkan adanya ekskavasi yang pernah dilakukan oleh Perwira Inggris dan sarjana Belanda abad ke 19-20.

Untuk mencapai lokasi Percandian Muaro Jambi, perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat dan jalur sungai. Jika melalui jalur sungai, lama perjalanan lebih kurang 20 menit dengan menggunakan speed boat. Sedangkan jalur darat, perjalanan dapat ditempuh melalui 2 akses. Akses pertama perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Olak Kemang dan ke lokasi objek wisata. Akses kedua, perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Simpang Jambi Kecil dan ke lokasi objek wisata. (Wikipedia dan Indonesia Travel)