Suparto, penjahit langganan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi), jika sedang blusukan kerap terlihat mengenakan pakaian berwarna putih, dipadu dengan celana bahan warna hitam. Kira-kira, apa ya merk baju dan celana Pak Presiden? Ternyata, tidak ada merknya.

Suparto di ruang kerjanya
Suparto di ruang kerjanya

Sejak menjabat sebagai Walikota Solo, pria yang akrab disapa Jokowi ini lebih senang membeli kain di pasar kemudian dijahitkan ke penjahit langganannya. Jangan bayangkan tempat Jokowi menjahit baju itu sebuah perusahaan besar dengan kantor megah di pusat kota.


Penjahit langganan Jokowi di Solo ada di pinggir Kali Anyar, tak jauh dari terminal Bus Tirtonadi. Nama penjahitnya, Suparto, yang memiliki usaha bernama Arjuna Tailor. Suparto sudah belasan tahun menerima order jahitan untuk Jokowi.

Suparto lahir di Banaran,Sragen timur, Jawa Tengah pada tahun 1961. Ia belajar menjahit pada usia 12 tahun saat lulus SD. “Saya belajar jahit tahun 1973,” kisahnya. Keterbatasan ekonomi keluarga, mengharuskan suparto kecil bekerja keras untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga.

Suparto di ruang kerjanya
Suparto di ruang kerjanya

Suparto mulai belajar menjahit pada Saimin, sahabat ayahnya, yang juga seorang penjahit di Desa Banaran. Kemudian pada tahun 1978 Suparto merantau dari Sragen Menuju Wonogiri untuk memperdalam ilmu menjahit di Pelita Tailor desa Dung Ringin selatan Kodim.

Dengan bekal ilmu menjahit dan sebuah mesin jahit Pak Suparto memberanikan diri merantau ke Kota Solo dan membuka usaha dengan nama Arjuna Tailor. Usahanya tersebut dimulai pada tahun 1980, pada saat itu ia berusia 20 tahun.

Selain mengerjakan jahitan berupa kemeja, dia juga dikenal sebagai penjahit setelan jas pria. Dari waktu ke waktu usahanya berkembangan. Kini Arjuna Tailor makin sering mendapat order jahitan untuk korporat. Saat Jokowi kampanye Pilgub dan Pilpres, Arjuna Tailor menjahit dan memasarkan baju kotak-kotak khas yang dikenakan Jokowi.

Suparto menunjukkan baju kotak-kotak Jokowi
Suparto menunjukkan baju kotak-kotak Jokowi

Kini bisnis Suparto tak hanya berkutat pada usaha jahit-menjahit. Dia melakukan diversivikasi usaha dengan mengemas dan menjual berbagai makanan oleh-oleh khas Solo. Dia pun membuka kios kecil untuk oleh-oleh ini, mepet dengan kios jahitannya.

Jiwa bisnis diwariskan kepada anak-anaknya. Sekarang mereka juga sudah mulai merintis usaha sendiri yang berbeda dengan bidang yang digeluti orangtuanya.