Upacara Nikeso, adat tanda anak menuju kedewasaan

Masyarakat di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah memiliki adat unik untuk mengantarkan anak-anak menuju fase kedewasaan. Masyarakat Donggala menggelar upacara “Nikeso” pada saat anak-anak memasuki usia 12 tahun. Upacara ini berlaku baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Sejumlah anak digendong mengelilingi rumah saat mengikuti prosesi upacara adat "Nikeso" di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/12). Upacara adat itu dilaksanakan masyarakat setempat pada anak saat menjelang usia dewasa agar dapat bahagia, panjang umur dan murah rezeki.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/Spt/14.
Sejumlah anak digendong mengelilingi rumah saat mengikuti prosesi upacara adat “Nikeso” di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/12). Upacara adat itu dilaksanakan masyarakat setempat pada anak saat menjelang usia dewasa agar dapat bahagia, panjang umur dan murah rezeki.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/Spt/14.

Anak yang telah beranjak dewasa dan akan mengikuti upacara adat ini disebut “Toniasa”. Sebulan sebelum penyelenggaraan upacara Nikeso, Toniasa menjalani pendidikan disiplin di sebuah ruangan atau kamar tertutup yang disebut Songsi.


Di dalam songsi inilah, pendidikan tentang kedisiplinan dan pendidikan aturan adat dilakukan. Sebagai contoh, jika Toniasa hendak makan, minum, buang air atau bangun dari tidur, dia harus membunyikan tambur atau seruling.

Semalam menjelang pelaksanaan upacara, diadakan ‘malam pacar’ bagi Toniasa, yaitu jari-jari tangan dan kakinya diberi warna dengan bunga pacar oleh 7 orang tua pria dan wanita. Upacara ‘Nikeso’ diselenggarakan pada keesokan harinya. Bagi pemeluk agama Islam, anak laki-laki yang menjelang dewasa harus dikhitan dan menamatkan belajar membaca Al-quran, sedangkan anak-anak yang beragama Kristen biasanya mereka dibaptis.

Seorang tetua adat menggosokkan batu pada gigi seorang anak saat mengikuti prosesi upacara adat "Nikeso" di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/12). Upacara adat itu dilaksanakan masyarakat setempat pada anak saat menjelang usia dewasa agar dapat bahagia, panjang umur dan murah rezeki.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/Spt/14.
Seorang tetua adat menggosokkaSeorang tetua adat menggosokkan batu pada gigi seorang anak saat mengikuti prosesi upacara adat “Nikeso” di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/12). Upacara adat itu dilaksanakan masyarakat setempat pada anak saat menjelang usia dewasa agar dapat bahagia, panjang umur dan murah rezeki.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/Spt/14.n batu pada gigi seorang anak saat mengikuti prosesi upacara adat “Nikeso” di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/12). Upacara adat itu dilaksanakan masyarakat setempat pada anak saat menjelang usia dewasa agar dapat bahagia, panjang umur dan murah rezeki.ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ss/Spt/14.

Dalam upacara tersebut Toniasa digendong oleh orang tuanya dan berjalan mengelilingi rumah. Setelah itu mereka masuk ke dalam rumah dan gigi mereka digosok dengan batu oleh tetua adat sebagai tanda bahwa Toniasa sudah dewasa. Upacara adat itu dilaksanakan masyarakat setempat pada anak saat menjelang usia dewasa agar dapat bahagia, panjang umur dan murah rezeki.