Kirab budaya di Gresik diwarnai hujan deras

Memakai baju gamis warna putih bersurban, dan mengenakan penutup kepala bak seorang Sultan Jawa zaman dulu. Begitulah penampilan kedua pemimpin rombongan kirab budaya memperingati hari jadi Gresik ke-528 yang jatuh pada tanggal 9 Maret.


Sejumlah peserta mengikuti kirab budaya di Gresik, Jawa Timur, Senin (9/3). Kirab budaya tersebut untuk memperingati Hari Jadi ke 528 Kota Gresik. .ANTARA FOTO/Abdul Malik Ibrahim/
Sejumlah peserta mengikuti kirab budaya di Gresik, Jawa Timur, Senin (9/3). Kirab budaya tersebut untuk memperingati Hari Jadi ke 528 Kota Gresik. .ANTARA FOTO/Abdul Malik Ibrahim/

Pemimpin rombongan itu tak lain adalah Bupati Gresik Halim Radianto, dan Wabup M.Qosim yang mengendarai kereta kencana. Kereta kencana yang lain dinaiki anggota forum pimpinan kepala daerah (Forpimda) Gresik. Mereka yang naik kereta kencana tersebut yaitu Ketua DPRD Gresik, Sekda Gresik, Komandan Kodim 0817 Gresik dan Kapolres Gresik AKBP E Zulpan.

Kirab diawali dari rekontruksi penobatan Prabu Satmoto yang di lanjuti dengan kirab menuju pendopo.

Beberapa kendaraan hias serta kelompok seni, dan tarian mengikuti dibelakangnya sambil memainkan atraksi kesenian tradisional seperti pencak macan, reog, jaranan, tayub serta beberapa kesenian lainnya.

Ada tarian tradisional Pulau Bawean dan tarian pantai berupa tarian pencak macan dari Kelurahan Lumpur, Kabupaten Gresik. Dari SMA Negeri 1 Wringinanom juga mengajak guru asing dari Amerika Serikat untuk naik kapal hias. Terakhir yaitu pentas kostum karnival yang ditunjukan oleh Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Beberapa kendaraan hias berbentuk taman yang dilengkapi beberapa set sound sistem yang ikut meramaikan suasana sepanjang Jl Raya Giri, Jl Dr Sutomo, Jl Jaksa Agung Suprapto dan Jl Pahlawan sampai alun-alun Gresik dan Pendopo Bupati Gresik, Jl Wachid Hasyim.

Sejumlah warga menyaksikan kirab budaya di Gresik, Jawa Timur, Senin (9/3). Kirab budaya tersebut untuk memperingati Hari Jadi ke 528 Kota Gresik. .ANTARA FOTO/Abdul Malik Ibrahim/
Sejumlah warga menyaksikan kirab budaya di Gresik, Jawa Timur, Senin (9/3). Kirab budaya tersebut untuk memperingati Hari Jadi ke 528 Kota Gresik. .ANTARA FOTO/Abdul Malik Ibrahim/

Keramaian penonton kirab budaya tidak takut terguyur hujan tetap menyaksikan dari tepi jalan menggunakan payung. Kelompok seni dan tarian mengikuti di belakangnya sambil memainkan atraksi baik itu tarian, nyanyian, serta kesenian tradisional Pencak macan, reog, jaranan, tayub serta beberapa kesenian lain.

“Kami berharap agar masyarakat Gresik tahu sejarah Gresik terutama saat berdirinya Gresik yaitu tanggal 9 Maret 1487 sebagai penobatan Prabu Satmoto,” ujar Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Senin (09/03/2015).

Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim menambahkan, menyatakan kegiatan ini bagian dari Syiar Islam. “Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk menghormati leluhur kita yaitu Prabu Ainul Yakin, sebutan lain Sunan Giri. Dengan penghormatan ini kami berharap berkah Allah. selain itu kami ingin mengajari masyarakat untuk bersyukur kepada Allah dan membangun kebersamaan,” kata Qosim.

Melihat kemeriahan kirab budaya tersebut, Siti Kholifah (31) warga Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik menyatakan senang kirab yang diadakan setahun sekali.

“Saya sudah 4 kali mengikuti acara ini dan selalu mengabadikan kegiatan kirab budaya ini,” pungkasnya.

Di pentas terakhir yaitu costum carnifal membuat warga sangat senang. Sebab bisa berfoto bersama dengan pemakai busana warna warni dan sangat besar bentuknya. Ibu-ibu dan anak-anak tidak ingin ketinggalan momentum tersebut sehingga berebut untuk foto bersama.