Ratusan resi trah Majapahit ikuti prosesi Ruwat Bumi Nagari Majapahit

Sebanyak 108 resi keturunan Majapahit mengikuti prosesi Ruwat Bumi negari Majapahit (Nuswantara) digelar di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/03/2015). Acara ini digelar pertama kalinya sejak 500 tahun lalu.


Prosesi digelar dengan membawa senjata pusaka dalam sebuah arak-arakan. Ruwatan ini juga digelar untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI sebagaimana pada masa kejayaan Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa.

Pendeta Majapahit Brahmana Siwa dan Brahmana Budha menggelar prosesi Ruwat Bumi negari Majapahit (Nuswantara) di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/3). Ruwat Bumi Negari Majapahit untuk pertama kalinya sejak 500 tahun lalu itu dilaksanakan oleh 108 pedeta keturunan Majapahit untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI seperti Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa. (Facebook/Nanta Seta)
Pendeta Majapahit Brahmana Siwa dan Brahmana Budha menggelar prosesi Ruwat Bumi negari Majapahit (Nuswantara) di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/3). Ruwat Bumi Negari Majapahit untuk pertama kalinya sejak 500 tahun lalu itu dilaksanakan oleh 108 pedeta keturunan Majapahit untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI seperti Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa. (Facebook/Nanta Seta)
Pendeta Majapahit Brahmana Siwa dan Brahmana Budha menggelar prosesi Ruwat Bumi negari Majapahit (Nuswantara) di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/3). Ruwat Bumi Negari Majapahit untuk pertama kalinya sejak 500 tahun lalu itu dilaksanakan oleh 108 pedeta keturunan Majapahit untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI seperti Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/A
Pendeta Majapahit Brahmana Siwa dan Brahmana Budha menggelar prosesi Ruwat Bumi negari Majapahit (Nuswantara) di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/3). Ruwat Bumi Negari Majapahit untuk pertama kalinya sejak 500 tahun lalu itu dilaksanakan oleh 108 pedeta keturunan Majapahit untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI seperti Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/A
Ruwat Nagari Majapahit. (Facebook/Nanta Seta)
Ruwat Nagari Majapahit. (Facebook/Nanta Seta)
Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto (Brahmaraja Majapahit XI) diarak bersama senjata pusaka sebelum Ruwat Bumi Negari Majapahit di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/3). Ruwat Bumi Negari Majapahit untuk pertama kalinya sejak 500 tahun lalu itu dilaksanakan oleh 108 pedeta keturunan Majapahit untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI seperti Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa. ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto (Brahmaraja Majapahit XI) diarak bersama senjata pusaka sebelum Ruwat Bumi Negari Majapahit di Puri Surya Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (14/3). Ruwat Bumi Negari Majapahit untuk pertama kalinya sejak 500 tahun lalu itu dilaksanakan oleh 108 pedeta keturunan Majapahit untuk mendoakan ketenteraman serta keutuhan NKRI seperti Majapahit yang mampu mempersatukan segala suku bangsa. ANTARA FOTO/Syaiful Arif