Apakah bayi bisa alergi makanan? Ini penjelasannya

Bayi
Bayi

Apakah bisa bayi alergi terhadap makanan? Sangat mungkin. Meskipun yang diduga alergi makanan pada bayi sering dinilai sebagai dugaan lain. Menurut keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pada tahun 2011, berdasarkan survey wawancara Badan Kesehatan Nasional AS,,ada 4,6 persen anak-anak AS yang usianya dibawah 18 tahun memiliki alergi pada makanan. Presentase tersebut naik dari 3,5 persen tahun 2000 yang lalu.

Dengan memahami bagaimana alergi bisa terjadi, Anda bisa jaga-jaga untuk mampu mengenali tanda-tanda awalnya. Selain itu juga penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika bayi Anda alergi makanan.

 

Apa yang terjadi jika bayi Anda alergi pada makanan?

Jika bayi Anda alergi terhadap makanan, tubuhnya memperlakukan makanan seperti “penyerbu” untuk meneyrang sistem kekebalan tubuh. Kadang tubuh bisa membuat antibodi berupa protein yang mendeteksi makanan.

Jlka bayi Anda makan makanan lagi, anti bodi akan mengatakan,sistem kekebalan butuh bayi Anda melepaskan material seperti histamine untuk bertarung dengan “penyerang”. Beberapa hal ini menyebabkan gejala alergi, baik yang ringan maupun berat.

Bayi
Bayi

Gejala alergi seperti gatal-gatal, pembengkakan, kesulitan bernafas, biasanya ditunjukkan dalam satu menit hingga dua jam setelah memakan makanan khusus. Jika bayi anda memiliki beberapa reaksi alergi, tentu hal ini menjadi ancaman.

Dalam beberapa kasus, gejala alergi makanan, seperti problem ruam kulit atau gastrointestinal seperti muntah atau diare, sudah kronis atau sedang berkembang. Ruam kulit adalah kondisi kering, kuilt bercak bersisik yang muncul di wajah bayi,lengan, kaki, namun biasanya tidak di area popok.

Bayi bisa memiliki reaksi pada makanan bahkan ketika mereka belum pernah memakannya tanpa pada persoalan. Jadi bayi yang mewarisi kecenderungan menjadi alergi terhadap telur, mungkin tidak punya reaksi pada beberapa saat awal saat makan telur. Tapi senyatanya dia akan menunjukkan gejala alergi.

Jangan lupa bahwa paparan awal bayi Anda terhadap bahan yang mungkin ketika dimasak dikombinasikan dengan yang lain seperti telur, susu, kacang tanah pada kue.

Makanan apa yang membuat bayi bisa alergi?

Bayi bisa alergi terhadap semua makanan. Namun delapan kelompok makanan ini bertanggung jawab terhadap 90 persen terjadinya alergi makanan pada bayi: telur, susu, kacang, gandum, kacang pohon (kenari, kacang mete), ikan (tuna, salmon dan ikan kod) serta kerang (lobster,udang, dan kepiting)