Bagaimana mengatasi alergi makanan pada bayi? Ini penjelasannya

bayi lucu
bayi lucu

Bayi bisa alergi terhadap semua makanan. Delapan kelompok makanan ini bertanggung jawab terhadap 90 persen terjadinya alergi makanan pada bayi: telur, susu, kacang, gandum, kacang pohon (kenari, kacang mete), ikan (tuna, salmon dan ikan kod) serta kerang (lobster,udang, dan kepiting)

Apa yang harus Anda lakukan jika bayi punya alergi terhadap makanan?

Ketika terlihat bayi Anda memiliki masalah sulit bernafas, ada bengkak di wajah dan bibir, atau tengah mengalami beberapa kali muntah atau diare setelah makan, hubungi telpon darurat setempat secepatnya.

Reaksi alergi berat pada bayi bukan sesuatu yang dianggap remeh. Nafas hidung bayi Anda dapat tertutup dalam beberapa menit, jadi jangan menelpon dokter untuk mendapat saran atau bawa bayi Anda ke ruang gawat darurat. Anda membutuhkan paramedic di lokasi secepatnya.

Jika bayi Anda memiliki gejala terus menerus dalam dua jam makan makanan yang khusus, bertanyalah ke dokter.Dokter akan meminta Anda memeriksakan anak ke ahli alergi anak.

Ahli alergi harus bisa menjelaskan makanan mana yang menyebabkan masalah dan apakah gejala yang muncul menjadi bagian dari reaksi kekebalan (indikasi alergi) atau itu tanda bahwa bayi Anda tidak mampu mencerna makanan (indikasi adanya tidak toleran pada makanan).

Ketika bayi Anda memiliki reaksi alergi terhadap makanan, Anda harus bersiap-siap jika sewaktu-waktu hal itu terjadi lagi. Meskipun reaksi awal bayi Anda hanya kecil, namun berikutnya bisa jadi ada reaksi besar. Dokter bayi Anda bisa memberi Anda rencana pencegahan termasuk instruksi pada bagaimana menangani reaksi alergi.

Dokter akan merekomendasikan Anda membawa alat suntik otomatis epinephrine, yang bisa dokter buat resepnya dan menunjukkan ke Anda bagaimana menggunakan alat suntik itu jika sewaktu-waktu ada reaksi.

bayi lucu
bayi lucu

Alat ini terlihat seperti spidol ajaib dan secara otomatis mengelola dosis yang benar dari ephinephrine untuk menghentikan reaksi alergi. Injeksi otomatis biasanya pertama diresepkan untuk anak-anak, tapi jika bayi Anda memiliki reaksi alergi terhadap makanan, dokter akan merekomendasikan alat itu untuk bayi Anda sekarang juga.

Pastikan semua orang yang memelihara bayi Anda –pengasuh bayi, keluarga, tahu tentang alergi bayi Anda dan makanan apa yang tidak boleh dimakan oleh bayi Anda. Tunjukkan macam-macam makanan yang harus disembunyikan subtansinya dan minta pengasuh bayi untuk dua kali memeriksa bahan makanan untuk bayi Anda.

Selain itu, pastikan juga bahwa pengasuh bayi Anda tahu benar apa yang akan ia lakukan terhadap bayi yang ia asuh pernah/memiliki reaksi alergi.

Apakah alergi itu keturunan?

Bayi Anda mungkin mewarisi kecenderungan untuk memiliki alergi tapi belum tentu bayi Anda memiliki alergi khusus.

Contohnya, jika Anda sedang demam, alergi terhadap hewan, atau alergi makanan, bayi Anda memiliki 50 persen kemungkinan punya sejenis alergi tertentu juga. Meskipun mungkin tidak sama dengan yang Anda miliki. Kemungkinan itu bisa naik menjadi 75 persen saat kedua orang tua bayi sama-sama punya alergi.

Apakah anak-anak bisa mengatasi alergi makanan?

Banyak anak mengatasi alergi pada kedelai dan gandum pada saat mereka menuju ke sekolah. Dan sekitar 20 persen anak-anak bisa mengatasi alergi mereka terhadap kacang. Alergi pada kacang, kacang mete, ikan, dan kerang lebih mungkin akan menjadi alergi seumur hidup dari pada alergi terhadap makanan selain itu.

Beberapa study terkini menyarankan bahwa hilangnya alergi terhadap susu dan telur bisa lebih lama hilangnya saat ini daripada waktu-waktu sebelumnya.Hal itu diperlihatkan pada salah satu hasil study bahwa lebih sedikit dari setengah anak-anak bisa mengatasi alergi susu dan telur pada umur 8 hingga 10 tahun.

Meski demikian, Scott Scherer, seorang asisten profesor pediatric di Jaffe Food Allergy Institute yang berada di Mount Sinai School of Medicine in New York serta penulis buku Memahami dan menangani Alergi Makanan Anak Anda menegaskan bahwa study baru ini adalah dari pusat rujukan untuk alergi makanan dan mungkin saja mewakili kondisi anak-anak dengan sejumlah alergi yang lebih berat.

Apa itu makanan intoleran dan apa bedanya dengan alergi makanan?

Reaksi yang merugikan terhadap makanan telah dilaporkan dilakukan sekitar 20 persen dari populasi AS. Tapi kebanyakan dari reaksi tersebut bukanlah alergi secara alami. Tipe reaksi merugikan terhadap makanan yang paling umum adalah intoleransi makanan.

Intoleransi makanan tidak melibatkan sistem kekebalan.Jika bayi Anda memiliki intoleransi makanan, itu bisa berarti ia memiliki masalah mencerna makanan khusus. Anda bisa perhatikan bahwa setiap saat dia makan atau minum dimana makanan yang dia terganggu dengan gejala pencernaan seperti gas, kembung atau diare.

Salah satu intoleransi makanan yang umum terjadi adalah intoleransi terhadap laktosa. Orang yang memiliki intoleran terhadap laktosa kekurangan kebutuhan enzim untuk mencerna gula pada susu sapi dan produk susu harian lainnya.

Tidak direkomendasikan bahwa bayi umur dibawah satu tahun minum susu sapi, tapi laktosa mungkin muncul pada makanan lain yang bayi Anda cerna, termasuk formula.

Apa yang harus dilakukan jika bayi Anda mungkin punya alergi makanan?

Berbicaralah dengan dokter bayi Anda.Dokter akan menyarankan makanan harian untuk membantu mengidentifikasi penyebab atau perubahan pada susu formula bayi, dan ia akan menunjukkan Anda untuk berbicara dengan ahli alergi pediatric gastroenterologist.

Ahli alergi akan bertanya secara detail pertanyaan tentang gejala alergi bayi Anda. Dia akan melakukan uji alergi kuilt atau periksa darah untuk memastikan apakah gejala-gejala yang ada disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh.

Jika uji alergi kulit menghasilkan kumpulan atau uji darah menunjukkan bahwa bayi Anda memiliki antibody pada makanan, itu berarti ada kemungkinan bayi Anda makanan yang khusus.

Jika hasil uji negatif, gejala pada bayi Anda cenderung disebabkan oleh alergi makanan, meskipun mereka mungkin disebabkan oleh intoleransi makanan. Disinilah, Anda akan diminta menemui ahli pencernaan untuk menentukan penyebab intoleransi atau untuk menyelidiki penjelasan lain untuk gejala alergi bayi Anda.

Apa yang harus dilakukan mencegah atau menunda alergi makanan?

Ini tentu menjadi pertanyaan senilai jutaan dolar. Pada masa lalu, organisasi Akademi Pediatrik Amerika (AAP) menyarankan penundaan pengenalan beberapa makanan untuk anak-anak yang sepertinya memiliki alergi karena orang mereka punya alergi.

Tapi kebiasaan pada budaya lain- dan tentu saja penelitian terkini-menyarankan bahwa hal itu bukan tindakan yang terbaik.

Pada laporan klinis yang dipublikasikan pada Januari tahun 2008, AAP mengatakan tidak ada bukti solid yang ditunggu untuk memperkenalkan makanan alergi melindungi anak-anak dari berkembangnya alergi.

Jika Anda berfikir peluangnya bagus bahwa bayi Anda punya alergi, bicaralah pada dokter anak Anda tentang jalan keluarnya. Satu hal yang kebanyakan ahli setuju pada hal ini adalah bahwa aktifitas menyusui menawarkan beberapa perlindungan melawan alergi.

Pertimbangkan untuk menyusui bayi Anda selama yang Anda bisa lakukan, terutama jika Anda memiliki sejarah keluarga yang punya alergi. Jika tiba saatnya memberi makan, perkenalkan bayi Anda kepada makanan yang baru secara teratur.

Berikan makanan baru secara berkala, menunggu beberapa hari diantara pengenalan item baru. Dengan cara itu, Anda akan bisa memberi tahu makanan mana yang dia reaksi jika memang bayi Anda memiliki reaksi alergi.

Dapatkan alergi makanan diobati?

Tidak ada obat yang menyembuhkan atau bisa mencegah reaksi alergi makanan, dan suntikan alergi untuk sakit demam tidak bisa digunakan untuk alergi makanan. Kunci mencegah reaksi alergi adalah penghindaran secara ketat terhadap makanan.

Menghindari makanan yang khusus lebih sulit dari kedengarannya. Makanan muncul pada tempat-tempat yang tidak mungkin. Bahkan mungkin cukup untuk memicu reaksi alergi yang parah. Kebanyakan orang yang memiliki reaksi alergi parah sudah makan makanan yang mereka kira sudah aman.

Anda akan  menjadi sangat waspada saat membaca label makanan, mengetahui bahan apa yang harus dihindari, dan bertanya tentang bahan makanan restoran atau makanan di rumah teman.

Undang-undang makanan alergi berlabel dan perlindungan Konsumen (The Food Allergen Labeling and Consumer Protection Act (FALCPA) yang muncul pada 1 Januari 2006 terbukti membantu.

Aturan ini mensyaratkan kepada produsen makanan untuk mendaftar sejumlah makanan beralergi top pada label produk: telur, susu, tepung, kedelai, kacang, kacang poho, ikan, kerang crustacean (kepiting, udang, dan lobster yang bukan jenis moluska seperti kerang, tiram dan cumi-cumi). Kacang-kacangan, ikan dan kerang harus disebut secara khusus.

Semua makanan beralergi tersebut harus didaftar dengan bahasa sederhana. Misalnya saja, di label, harus disebut ‘telur” daripada “albumin” atau “telur” dalam kurung setelah “albumin”.

Website untuk organisasi seperti Jaringan Makanan Beralergi juga dapat membantu Anda mengidentifikasi dan menghindari bahaya yang tersembunyi. Jika Anda tidak yakin tentang bahan produk, hubungi produsen.

Protein yang menyebabkan alergi mungkin dapat ditularkan dalam ASI Anda. Jadi Anda mungkin butuh untuk menyerah terhadap makanan yang mengganggu diri sendiri jika Anda sedang merawat bayi dengan makanan beralergi.

Dan jika Anda menggunakan sus formula untuk memberi susu bayi yang terlihat akan alergi terhadap susu sapi, Anda membutuhkan formula yang berubah. Beberapa bayi yang alergi terhadap susu sapi juga alergi terhadap kedelai,.

Jadi sebenarnya penting untuk berdiskusi tentang situasi dengan dokter anak Anda sebelum membuat cara perubahan. Jika bayi Anda telah didiagnosa alergi makanan, Anda inin belajar semua hal yang bisa diketahui-termasuk makanan tepat mana yang harus dihindari, bagaimana membaca label, dan bagaimana mengenali tanda-tanda awal dari reaksi alergi.