Kecanduan internet dapat merusak kekebalan tubuh

kecanduan internet
Kecanduan internet

Internet menjadi produk teknologi ciptaan manusia paling populer di muka bumi saat ini. Dengan internet, orang bisa mendapatkan informasi apapun. Namun demikian, kecanduan terhadap internet (internet addiction) juga membuat orang akan mengalami penurunanssitem kekebalan tubuh.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Swansea, Inggris dan Universitas milan, Italia menemukan fakta bahwa kecanduan internet pada seseorang berakibat pada melemahnya sistem kekebalan tubuh orang tersebut. Orang itu juga lebih suka menyendiri.

Para peneliti mengatakan, orang yang kecanduan internet memiliki interaksi yang kurang dengan orang lain dan hanya sedikit meluangkan waktu di luar ruangan. Selain itu pada saat penggunaan internet, mereka akan lebih mudah terkena kuman.

Study sebelumnya yang dilakukan peneliti juga menunjukkan orang yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan internet mengalami situasi kurang tidur yang lebih banyak, memiliki kebiasaan makan yang buruk, jarang sekali berolahraga dan cenderung untuk merokok dan minum lebih banyak alcohol. Perilaku ini dapat merusak sistem imun tubuh mereka dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

kecanduan internet
Kecanduan internet

Profesor Phil Read dari Universitas Swansea, Inggris mengatakan:‘Kami menemukan fakta bahwa pengaruh internet terhadap kesehatan orang adalah dependen dari berbagai faktor seperti depresi, gangguan tidur, merasa sendiri, yang bisa dihubungkan dengan penggunaan internet tingkat tinggi dan juga dengan kesehatan yang buruk.

Para peneliti di Universitas Swansea tersebut, seperti dilansir situs dailymail.co.uk, melakukan penelitian terhadap 500 orang yang berusia 18 hingga 101 tahun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mereka mengakui ada masalah dengan penggunaan internet yang berlebihan, juga menderita gejala kedinginan dan batuk daripada mereka yang sedikit waktu untuk online.

Sekitar 40 persen dari sample penelitian yang jumlah sample pria dan wanitanya tidak berbeda jauh tersebut, dilaporkan memiliki ketergantungan internet dengan level sedang dan parah.

Orang yang memiliki tingkat kecanduan internet lebih besar memiliki potensi 30 persen lebih tinggi terkena gejala demam dan flu daripada mereka yang sedikit memiliki persoalan dalam penggunaan internet

Para peneliti menemukan fakta bahwa orang yang kecanduan internet akan menderita stres tingkat tinggi ketika mereka terputus dari internet.

Profesor Read dan tim penelitiannya mencatat, kondisi stres terkait dengan kecanduan internet dapat menyebabkan perubahan tingkat hormon cortisol, sebuah hormon yang mempengaruhi sistem imun tubuh didalam tubuh.

Professor Read mengatakan:‘Mereka yang menghabiskan banyak waktu dalam menggunakan internet dapat mengurangi fungsi imun tubuh sebagai akibat dari tidak pernah melakukan kontak dengan orang lain.

Kelompok peneliti tersebut menemukan fakta kebanyakan orang mengakui menggunakan internet selama enam jam tiap hari. Sementara itu, sedikit orang yang mengakui online untuk lebih dari 10 jam setiap hari -biasanya menggunakan situs media sosial.

Para peneliti tersebut juga mencatat perbedaan penggunaan internet yang dilakukan pria dan wanita. Wanita pengguna internet menunjukkan kecenderungan menggunakan situs sosial media dan toko online. Sementara laki-laki lebih senang menggunakan internet untuk bermain game dan melihat pornografi.

Profesor Roberto Truzoli dari Universitas Milan mengatakan hasil dari penggunaan internet, lepas dari persoalan stereotype gender, tidak ada hubungannya terhadap dampak fungsi imun tubuh.

“Sepertinya ini tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda lakukan dengan internet,tapi jika Anda menggunakan internet berlebihan, maka Anda lebih rentan terhadap penyakit,”kata Profesor Roberto Truzoli.

Profesor Roberto Truzoli menambahkan, meskipun begitu, mekanisme terukur bagi Anda untuk sakit mungkin berbeda, tergantung pada bagaimana Anda menggunakan internet.

Pada tahun 2013, dua universitas tersebut juga menemukan fakta bahwa orang muda yang menggunakan internet untuk jangka waktu lama dapat terkena gejala yang tergambarkan sama dengan orang yang salah penggunaan terhadap internet. (Joe)