Lima tips berwisata dengan buah hati

Walaupun usia masih dibawah lima tahun (balita), anak bisa diajak berwisata, misalnya, berwisata alam seperti ke pantai atau mengunjungi kebun binatang. Namun, berwisata dengan membawa bayi dan balita perlu melakukan persiapan lebih banyak.


Seperti yang telah dilansir harian Kompas, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum mengajak buah hati untuk berwisata, tidak hanya mengenai persiapan sebelum melakukan perjalanan dan membawa bekal yang cukup.

1. Periksa lokasi

Sebelum memutuskan tujuan wisata, Anda harus memastikan telah mengetahui terlebih dahulu kondisi tempat wisata yang akan dituju. Berusahalah mencari informasi terkait tempat tujuan wisata yang ramah terhadap bayi dan balita.

Seperti ketersediaan akses (jalur) untuk wisatawan yang membawa kereta dorong (stroller), lokasi toilet dan kebersihannya, keamanan, serta wahana permainan yang cocok untuk anak-anak pada usia tertentu.

Anda bisa mencari informasi tersebut melalui internet. Selain itu, Anda juga bisa menanyakan langsung kepada teman, kenalan mengenai pengalaman berwisata pada lokasi yang sama yang akan Anda kunjungi.

2. Jarak obyek wisata

Anak berusia di atas 6 tahun tidak masalah jika diajak mengunjungi obyek wisata yang maksimal jaraknya 2-3 jam. Namun Anda perlu berfikir ulang saat mengajak bayi atau balita ke obyek wisata yang lumayan jauh.

Perjalanan lebih dari 2 jam bisa membuat anak kelelahan didalam kendaraan  sekalipun yang digunakan adalah kendaraan pribadi. Oleh karena itu, Anda mesti mencari tujuan wisata yang tidak terlalu jauh dari rumah seperti taman bermain, taman wisata air (water park), area persawahan atau museum yang bisa dikunjungi bersama buah hati.

bervisata dengan bayi
bervisata dengan bayi

3. Kondisi fisik

Pastikan anak Anda dalam kondisi sehat saat berwisata. Jika anak menunjukkan gejala-gejala tidak enak badan,sebaiknya batalkan atau tundalah rencana berwisata.Anda bisa merencanakan lagi waktu liburan lain yang lebih tepat untuk anak

Pengetahuan Anda tentang kondisi alam obyek wisata juga sangat diperlukan. Obyek wisata yang penuh dengan tanjakan atau turunan yang curam tentu kurang sesuai dengan bayi atau balita.

Selain itu, perhatikan juga jarak lokasi parkir dengan lokasi pusat wisata. Jika lokasi wisata cukup jauh atau lebih dari satu kilometer dari tempat parkir, pikirkan lagi sebab Anda tidak hanya memperhatikan kondisi tubuh anak, tetapi juga daya tahan fisik diri sendiri.

4. Fleksibel

Sebaiknya jangan memaksakan diri bila di tengah perjalanan, anak merasa rewel, tidak nyaman dan ingin pulang. Bisa jadi anak merasa kepanasan, kelelahan, atau tidak nyaman  dengan suasana wisata. Mengalami kondisi ini, tidak perlu segan untuk mengubah rencana demi kenyamanan

Piknik bersama anak memang menyenangkan. Namun, hindarilah jenis wisata bersama rombongan dalam jumlah banyak. Berwisata dengan anak menuntut waktu dan penjelajahan yang lebih fleksibel. Sehingga akan kurang sesuai bila wisata dengan banyak orang dalam satu rombongan, terkecuali jika rombongan tersebut merupakan keluarga besar Anda sendiri.

5. Cuaca

Tinggal di Indonesia dengan rata-rata suhu harian yang cukup hangat memang cukup menguntungkan. Meski demikian, jika Anda dan keluarga berwisata pada tengah hari yang panas, sebaiknya persiapkan perlengkapan seperti payung dan topi. Kenakan perlengkapan tersebut pada anak-anak Anda. Payung dan topi ini sangat membantu melindungi tubuh dari dehidrasi.