Memundurkan waktu 30 menit, Korea Utara memiliki zona waktu sendiri

Kim Jong-un
Kim Jong-un

 

Korea Utara menyambut dibuatnyazona waktu baru dengan mengundurkan waktu selama 30 menit. Perayaan ini ditandai dengan bel yang telah berbunyi di Ibukita Pyongyang pada tengah malam sebagai zona waktu yang baru. Korea Utara telah merubah zona waktu yang baru dengan meletakkan jarum jam mundur setengah jam.

Negara tertutup tersebut telah merubah waktu mundur 30 menit pagi ini. Zona waktu baru tersebut telah diumumkan oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un satu Minggu yang lalu.

Seperti yang telah diberitakan kantor berita Korea Utaran KCNA yang mengatakan waktu standart Korea telah diubah selama pendudukan oleh “imperialist Jepang yang jahat”.

Kim Jong-un
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un

Zona waktu di Korea Utara sebenarnya berada sembilan jam didepan GMT dan berada pada zona waktu yang sama dengan tetangga mereka, Korea Selatan dan Jepang. Langkah ini telah menyebabkan kekhawatiran terhadap upaya mengurangi ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan bisa terhambat.

Langkah ini bisa berdampak pada waktu kerja di wilayah industri di Kaesong Korea Utara yag dijalankan oleh kedua negara Korea tersebut. Seperti yang dilaporkan BBC, petugas Kementrian Unifikasi, Jeong Joon Hee mengatakan, pada jangka yang lebih panjang, mungkin saja ada sejumlah kegagalan terhadap usaha untuk menyatukan standard dan mengurangi perbedaan diantara dua pihak.

Tak ada badan internasional yang mengesahkan sebuah negara mengubah zona waktu, sehingga sebagian negara memutuskan sendiri zona waktu mereka. Jadi Korea Utara bukan satu-satunya negara yang telah membuat zona waktu yang unik mereka sendiri.

Pada tahun 2011, Samoa mengubah zona waktu mereka kebalikan dari batas waktu internasional sehingga ada satu hari yang hilang, sehingga hal tersebut membuat komunikasi yang lebih mudah dengan tetangga mereka, Australia dan Selandia Baru.

Pada tahun 2997, Venezuela memutuskan untuk memutar jam mundur selama setengah jam seperti yang diinginkan Presiden Hugo Chaves untuk mendapatkan “distribusi sinar matahari yang lebih adil” bagi warga Venezuela. (Joe)