Berikut sejumlah gua dengan nuansa mistis di Wonogiri

Bagi pecinta  wisata alam gua di Soloraya, semestinya melirik Wonogiri, kabupaten paling selatan yang ada di wilayah Soloraya. Potensi wisata alam gua di Wonogiri cukup banyak dan tentu saja penuh dengan keindahan alam yang luar biasa.

Seperti halnya pantai-pantai di Wonogiri, gua-gua di Wonogiri juga terjadi karena proses karstifikasi atau pelarutan batuan kapur yang disebabkan oleh adanya air hujan dan air tanah. Gua-gua di Wonogiri berada di Kecamatan Paranggupito serta Pracimantoro.

Bagi masyarakat Wonogiri terutama warga Paranggupito dan Pracimantoro, gua-gua yang ada disana dianggap sebagai gua yang memiliki nuansa mistis cukup kuat. Berikut sejumlah gua di Pracimantoro dan Karanggupito yang dinilai memiliki sisi mistis:

1. Gua Putri Kencana di tebing gunung kapur  di Desa Wonodadi.

Gua Putri Kencana berada di tebing gunung kapur di Desa Wonodadi, Pracimantoro dan berjarak sekitar 5 kilometer utara Museum Karst Dunia (MKD).

Akses menuju gua tersebut berupa jalan dengan aspal tak jauh di sebelah utara Kantor Kecamatan Pracimantoro yang juga menjadi penghubung jalan utama Wonogiri kota-Pracimantoro.

Di samping gua-gua lain di Pracimantoro, gua Putri Kencana merupakan gua yang paling indah. Selain itu,stalagtit dan stalagmite didalamnya masih aktif dengan munculnya tetesan air pada ujung stalagtit. Gua Putri Kencana juga merupakan gua yang paling terpelihara.

Sebab, sejak ditemukan sekitar tahun 199 lalu, gua yang panjangnya lebih dari 100 meter ini untuk langsung digarap dan djadikan destinasi wisata. Keindahan di sepanjang lorong gua bisa dinikmati dengan mudah karena Pemerintah telah memasang lampu penerangan.

Ada banyak nama yang digunakan untuk menandai setiap bagian gua. Antara lain ruang Kebudayaanm, Kapusakan, Jumenengan, Sarasehan, Keluarga, serta Sendhang Panyuwunan (cekungan kecil yang menampung tetesan air dari langit-langit gua).

Nama-mana tersebut konon didapat melalui bisikan gaib saat dilakukannya proses pembukaan pasca penemuan dilakukan. Gua Putri Kencana memiliki mitos yang sangat kuat. Diyakini, gua ini menjadi tempat bersemadi Brawijaya V sehingga dianggap sebagai tempat yang suci.

Agar lokasi gua tetap suci, wanita yang sedang memperoleh haid, dilarang keras memasuki gua Putri Kencana.  Pada awal pembukaan gua Putri Kencana, gua ini sangat ramai dikunjungi wisatawan yang datang untuk menyaksikan keindahan  struktur gua.

Namun, setelah muncul gua-gua baru di sekitar pesisir pantai selatan seperti ditemukannya Gua Gong di Pacitan, pamor gua Putri Kencana perlahan mulai menurun. Kini, wisatawan yang sering datang ke gua Putri Kencana adalah pelaku ritual.

Gua Putri Kencana
Gua Putri Kencana. (Soloraya.com)

2. Gua Gilap

Selain gua Putri Kencana, gua Gilap yang berada di kawasan Museum Karst Dunia (MKD) di Pracimantoro juga terkenal memiliki cerita mitos.  Gua Gilap berada sekitar 1,5 kilometer dari gedung utama MKD, terlihat seperti lubang besar melingkar di permukaan gunung kapur dengan kedalaman sekitar 60 meter.

Mitos yang melingkupi gua Gilap cukup kuat berasal dari nama gua yaitu ‘Gilap’ yang berarti gemerlap atau bercahaya. “Gilap’ berasal  dari perwujudan gemerlap payung  milik Roro Denuk, seorang putri dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri dari kejaran pasukan Padjajaran.

Pelarian Roro Denuk menuju gua tersebut ditemani dua pengikutnya yaitu Kiai Sabuk Alu serta kiai Sabuk Inten. Mereka bersembunyi di gua Gilap hingga akhirnya Roro Denuk  ‘mukso’ atau menghilang bersama kekuatan gaib.

Sedang kiai Sabuk Alu dan kiai Sabuk Inten diceritakan secara turun temurun menjadi cikal bakal penghuni Dusun Ngudal dan Dusun Karanglo yang berada tidak jauh dari gua Gilap.

goa song gilap
Gua Silap. (S0loraya.com)

3. Gua Suci

Gua Suci ini berada di Dusun Plawon, Desa Gunturharjo, Paranggupito. Gua suci hanya berupa lubang horizontal kecil di lembah yang terlindung rerimbunan sejumlah pohon besar.  Meski hanya kecil lubangnya, namun menjadi akses masuk menuju sumber air warga Dusun Plawon untuk memenuhi hajat hidup mereka.

Selain itu, air dari sumber air gua Suci ini juga digunakan untuk menyucikan calon pengantin baru.  Untuk fungsi yang terakhir ini, erat hubungannya dengan mitos jaman dulu dari keberadaan gua Suci. Sumber air di dalam gua Suci ini konon menjadi tempat raja terakhir Majapahait, Brawijaya V menyucikan diri setelah menyimpan mahkotanya di gunung Putri yang ada di pantai Sembukan.

Lalu Brawijaya V kembali ke gunung Lawu hingga kemudian menghilang bersama raganya (muksa) di puncak gunung Lawu. Dari cerita turun temurun inilah,  gua kecil tempat Brawijaya V ini menyucikan diri disebut dengan gua Suci.

  1. Gua Kandangan

Di pesisir selatan yang masuk wilayah Dusun Dawung , Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, ada gua yang berada di salah satu tebing pesisir selatan. Gua tersebut dinamai gua Kandangan. Gua Kandangan ini memiliki kedalaman sekitar 20 meter dan menghadap ke arah laut selatan .

Tidak jauh dari gua Kandangan ini ada tiga makam kuno yang dikeramatkan Dusun Dawung. Makam ini memiliki batu nisan yang kurang lebih sama wujudnya. Makam tersebut berada sekitar tiga kilometer dari Dusun Dawung.

Warga meyakini, tiga makam tersebut merupakan makam kerabat atau prajurit Kasunanan Surakarta Yang melairikan diri dan bersembunyi di dusun Dawung.

Tiga prajurit Kasunanan Surakarta tersebut memiliki nama Ki Sutejo. Ki Sutemong,  serta Ki Sulengkoro. Meski tidak ada informasi  memadai mengenai tiga orang yang dimakamkan di tempat ini, namun warga sekitar mengeramatkan tiga makam tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *