Empat obyek wisata gua di Wonogiri (Paranggupito)

Selain di Pracimantoro, sejumlah gua yang menarik untuk dikunjungi ada di kecamatan Paranggupito. Kesamaan dari gua-gua di Paranggupito dengan gua-gua di Pracimantoro adalah letak gua-gua tersebut yang berada di tebing pegunungan karst (kapur).

Selain itu, gua-gua di kedua kecamatan tersebut juga belum banyak mendapat perhatian pelaku wisata maupun penikmat wisata di Wonogiri apalagi dari luar Wonogiri.

Berikut sejumlah gua di Paranggupito yang mampu menggugah rasa ingin tahu sekaligus nyali pecinta gua untuk dikunjungi:

1.Gua Jepang (Panengen)

Gua ini berada di tebing didekat pantai Waru yang berlokasi di Dusun Dringo, Desa Gunturharjo. Di sebut dengan gua Jepang karena menurut cerita, pada jaman pendudukan Jepang, gua ini menjadi tempat peristirahatan.

Selain menjadi tempat istirahat, gua ini menjadi tempat pengawasan tentara Jepang terhadap pekerjaaan yang dilakukan romusha (pekerja paksa) yang sedang melakukan pengerjaan jalan  utama Paranggupito.

Gua Jepang disebut juga gua Panengen karena letaknya yang berada di sebelah timur (kanan) pantai Waru.Sisi keindahan gua Jepang ada pada  ceruk batuan kapur yang persis berada di bibir pantai.

Wisatawan dapat menikmati keindahan dari fenomena alam berupa stalagmit dan stalagtit yang berpadu dengan  gelombang air laut yang membuih putih dari gua Jepang ini.

2. Gua Kandangan

Gua ini berada di salah satu tebing yang ada di sisi selatan Dusun Dawung, Desa Gudangharjo. Gua  dengan kedalaman hingga 20 meter itu menghadap langsung ke arah laut selatan ini disebut gua Kandangan.

Gua Kandangan memiliki ornamen gua berupa stalagtit dan stalagmit namun kondisinya telah mati. Gua Kandangan juga kerap menjadi tempat bagi pelaku ritual melakukan semadi.

Gua Kandangan
Gua Kandangan.

3. Gua Slamet

Pada awalnya gua Slamet ini hanya berupa ceruk kecil di tebing perbukitan yang berada di Dusun Ketos, Desa Ketos.  Kemudian seorang warga  yang bernama Slamet, menemukan lubang kecil di balik bongkahan batu yang ia singkirkan.

Ternyata, lubang itu merupakan bagian dari lorong gua yang menyatu pada ceruk tebing yang selama ini terlihat dari luar. Slamet dan para tetangganya kemudian bersama-sama melebarkan celah yang ia temukan untuk menemukan bagian gua yang lebih luas lagi.

Mereka akhirnya menemukan hasil bagus dengan menemukan gua yang memiliki keindahan stalagtit dan stalagmite menawan. Akhirnya Slamet diabadikan menjadi nama gua yang cukup layak untuk dieksplorasi oleh pecinta wisata gua itu.

Gua Selamet
Gua Slamet.

4. Gua Suci

Bagi penggemar wisata gua, memasuki gua Suci yang berada di Dusun Plawon, Desa Gunturharjo tentu akan menarik. Gua Suci sebenarnya hanya berupa lubang horizontal dengan ukuran yang sangat kecil yang ada di lembah dan terlindung rerimbunan sejumlah pohon besar.

Gua Suci
Gua Suci. (Soloraya.com)

Saat masuk ke gua ini, wisatawan bisa melihat dan menikmati jernihnya air yang menjadi sumber mata air bagi warga yang tinggal di sekitar gua tersebut. Selain sebagai air minum, air di sumber mata air didalam gua Suci ini juga digunakan untuk siraman calon pengantin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *