Enam alasan mengunjungi Taman Balekambang Solo

Kota Solo memiliki taman kota sekaligus hutan kota dalam rupa Taman Balekambang. Keberadaan Taman Balekambang di kota Solo sudah sejak tahun 2008 atau hampir delapan tahun yang lalu pada saat Walikota Solo masih dijabat Jokowi.

Taman Balekambang berada di kawasan Manahan Solo atau berada arah barat perempatan jalan Raden Mas Said, atau berada di kawasan Manahan Solo. Jika dari stadion Manahan, hutan kota dengan luas sekitar lima hektar ini berada di sisi utara stadion.

Memang tidak berada persis di utar stadion Manahan namun harus agak memutar ke arah utara menuju perempatan Jalan RM Said. Taman Balekambang boleh dibilang sebagai taman kota paling istimewa di Kota Solo. Berikut enam alasan mengapa harus berkunjung ke Taman Balekambang Solo.

  1. Hutan kota paling bagus

Taman Balekambang menjadi salah satu dari sedikit hutan kota yang dimiliki kota Solo. Bisa dikatakan, Taman Balekambang adalah hutan kota paling bagus yang dimiliki kota berslogan Berseri ini.

Cukup banyak pohon yang usianya ratusan tahun ada di Taman Balekambang ini. Keberadaan pohon-pohon yang besar dan rindang serta rerumputan yang menghijau mendominasi area Taman Balekambang membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat wisata buatan ini.

Para pengunjung duduk-duduk atau lesehan dengan tikar di rerumputan yang menghijau itu. Selain itu, taman ini juga cukup banyak terpasang kursi-kursi taman di sekeliling pohon-pohon yang rindang itu. Sorot matahari yang terik sekalipun terasa tidak begitu panas karena terhalang rimbunnya pohon-pohon yang besar dan tinggi di taman ini.

Balekambang_
Taman Balekambang yang sejuk oleh rindangnya pohon. (Soloraya.com)
  1. Tempat hidup satwa

Meski belum banyak jenisnya, sejumlah hewan juga hidup di Taman Balekambang ini bahkan menyatu dengan aktifitas pengunjung taman seperti yang bisa dilihat pada dua ekor hewan kijang yang berjalan di taman persis seperti para pengunjung taman. Interaksi antara kijang dan pengunjung sering terjadi mengingat hewan satu ini terlihat pendiam.

Selain kijang, juga ada beberapa jenis hewan reptile yang ditempatkan secara khusus di pojok barat taman. Untuk masuk dan melihat hewan reptile yang ada di kandang khusus ini, pengunjung dikenai tiket masuk Rp.5000,00.

Selaian penangkaran reptile, ada lagi satu lagi penangkaran untuk satwa yang berada di samping lokasi penangkaran reptile yaitu penangkaran burung Merak Jawa hasil kerjasama kelompok LastDay 29 dan komunitas sepeda lipat (seli) Soloraya.

Sementara di atas air danau Balekambang ada sejumlah angsa putih yang keberadaannya menambah apik danau yang warna airnya kehijau-hijauan itu. Angsa putih itu sangat leluasa berenang di air danau.

Balekambang
Angsa putih diatas danau Taman Balekambang. (Soloraya.com)
  1. Tersedia aneka macam wahana wisata

Taman Balekambang sangat menarik sebagai tempat wisata keluarga mengingat disini cukup banyak wahana wisata yang bisa dinikmati anggota keluarga yang sedang berlibur. Setidaknya ada dua wahana wisata yang bisa dinikmati keluarga di taman Balekambang ini.

Pertama, wahana wisata berupa danau yang sangat luas yang menjadi arena bermain pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang tua. Di danau ini, pengelola Taman Balekambang sudah menyediakan wahana bagi pengunjung untuk bisa “berinteraksi’ dengan air danau berupa sejumlah “perahu kayuh” yang dibuat dalam beberapa bentuk seperti bentuk bebek, tempat duduk dalam mobil yang menarik perhatian.

Sejumlah “perahu kayuh” itu bisa digunakan untuk menikmati danau dengan biaya bervariasi mulai dari Rp 10 ribu, Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu perorang. Dengan menggunakan “perahu kayuh” ini wisatawan bisa meng-olahraga-kan badan sekaligus menikmati kondisi air danau secara langsung.

Jika pengunjung ingin menyeberang danau dari sisi timur kearah barat dan sebaliknya, juga bisa menggunakan kapal yang ditarik secara manual memakai tali yang sudah dipasang dari timur ke barat. Untuk naik perahu yang ditarik secara manual ini, pengunjung cukup membayar Rp 6000,00.

Bagi pecinta mancing, danau Balekambang juga bisa digunakan sebagai lokasi memancing. Alat pancing bisa dibawa dari rumah. Namun jika tidak membawa peralatan mancing, bisa menyewa alat pancing sekaligus membeli umpan untuk ikan yang sudah disediakan oleh pengelola taman.

Lokasi memancing di danau Bale Kambang ini berada di sisi timur agak ke utara dan di sisi utara danau. Cukup banyak juga pecinta mancing yang memancing sejumlah jenis ikan seperti bawal dan lele.

Jika ada pemancing yang berhasil mendapat ikan dari pancing mereka, ikan yang didapat tidak bisa dibawa pulang, tapi dilepas lagi ke dalam danau.

Tempat bermain keluarga lainnya adalah taman keceh berupa taman yang cukup besar dengan sedikit air di taman itu. Disinilah, anak-anak khususnya bisa bermain dengan air secara bebas atau dalam bahasa Jawa disebut ‘keceh’.

Jika pengunjung ingin bermain jungkat jungkit, plorotan dan sejenisnya, bisa memasuki area bermain khas anak-anak pendidikan usia dini tersebut yang berada di sebelah barat danau taman. Sedang di sisi barat danau agak ke selatan, ada bale apung berupa rumah joglo yang bisa digunakan sebagai tempat menikmati menariknya danau Taman Balekambang.

Sebenarnya Bale Apung ini tidak mengapung tapi berada di pinggir danau. Hanya sedikit saja bagian bale yang berada di danau. Wahana wisata yang kedua adalah wahana outbond yang berada di pojok timur di bagian utara taman. Di lokasi ini juga bisa digunakan sebagai tempat camping.

Bagi yang ingin melakukan pertemuan dengan skala lumayan besar ataupun menggelar pertunjukan seni dengan menggunakan ruang terbuka dan sejuk, di taman Bale Kambang juga disediakan tempat yang berbentuk amphie teater yang cukup besar dan lapang tempatnya.

amphie teater
Amphie teater Taman Balekambang. (Soloraya.com)
  1. tempat pementasan kesenian tradisional

Taman Bale Kambang juga memiliki tempat pementasan tertutup yang biasa digunakan sebagai tempat pementasan kesenian tradisional berupa kethoprak yang manggung setiap malam Minggu.

Pengelola juga menyewakan tempat pementasan tertutup ini untuk kegiatan non kesenian seperti pertunjukan stand up comedy, pentas musik, dan aneka pertunjukan lainnya.

  1. Sejarah Balekambang

Taman Balekambang dibangun pada tahun 1921 pada saat raja Kraton Solo KGPAA Mangkunagara VII. Sang raja menamai danau yang berada di tengah-tengah Taman Balekambang dengan Partini Tuin, yang tak lain adalah nama putri tersayangnya.

Saat ini, ditengah danau Partini Tuin ini, dipasang patung seorang putri yang tak lain merepresentaikan Partini Tuin itu sendiri dengan nama yang tercetak jelas di bagian bawah patung.

Taman Balekambang juga menjadi saksi kejayaan Srimulat hamper setengah abad silam. Grup lawak asuhan almarhum Teguh yang beranggotakan Jujuk Teguh, Gepeng, serta Pete tersebut beroleh ketenaran luar biasa di Taman Balekambang ini setelah berpindah dari Surabaya.

  1. Parkir kendaraan yang memadai

Selain akses masuk ke Taman Balekambang yang mudah, area parkir baik kendaraan roda dua maupun roda empat juga terbilang memadai di taman ini. Untuk parkir kendaraan roda dua berada di sisi selatan gedung pertunjukan yang juga berada di pojok selatan taman Balekambang.

Sedang area parkir kendaraan roda empat berada di sekitar pintu masuk taman Balekambang hingga diluar taman menuju perempatan jalan Raden Mas Said Solo. Parkir kendaraan roda dua dikenai charge Rp 2 ribu saja. Sedang parkir kendaraan roda empat diharga Rp 4000,00.