PCC membawa korban, bagikan info ini demi anak-cucu kita…

Polda Metro Jaya melalui akun Facebook resmi TMC Polda Metro Jaya, menyebutkan polisi di Kendari menemukan sejumlah anak dan remaja yang tak sadarkan diri dan berhalusinasi. Mereka akhirnya dilarikan ke RSJ di Kendari.

Informasi yang didapat dari pasien menyebutkan mereka telah meminum obat yang disebut PCC dan obat tersebut mereka dapatkan secara gratis oleh oknum yang mereka tidak kenal.

PCC membawa korban. Bagikan info ini demi anak-cucu kita...
PCC membawa korban. (Foto: TMC Polda Metro Jaya)

“Maka dari itu untuk meminimalisir jatuhnya korban diharapkan kerjasama dari para orang tua untuk selalu melakukan pengawasan terhadap putra putrinya. Kemudian menurut info dari BNN, untuk jumlah korban sudah mencapai 50 orang dan 1 meninggal umur 14 tahun anak kelas 6 SD,” tulisnya.

Terkait dengan kejadian penyebaran PCC di Kendari ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) dengan inisial ST (39), yang diduga menjadi pengedar, ditangkap polisi sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis (14/9/2017) dini hari, di kediamannya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapolsek Mandonga AKP Haris Akhmat Basuki mengatakan polisi melakukan penangkapan berdasarkan pengembangan dan informasi. Polisi langsung melakukan pendataan begitu korban berjatuhan.

“Kemarin, saat mendapatkan laporan terkait korban dari obat berbahaya tersebut, kami langsung melakukan pendataan, berdasarkan informasi yang kami himpun dari keluarga korban dan masyarakat, sehingga kami mendapatkan informasi terkait tersangka dan kami langsung melakukan penggerebekan di kediamannya,” katanya seperti dikutip detikcom.

Siswa SD meninggal

Informasi terakhir dari Kendari menyebutkan, puluhan remaja di Kota Kendari, dilarikan ke beberapa rumah sakit di wilayah itu, lantaran mengalami gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan yang diduga kuat adalah PCC.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari Murniati, mengatakan, terdapat seorang korban yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal.

Dia mengaku, belum dapat memastikan jenis obatnya yang dikonsumsi para remaja tersebut. “Kita masih selidiki dulu. Untuk sementara ada 30 orang yang dirawat dan tersebar di beberapa rumah sakit,” ucap Murniati.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari Abdul Razak menyebutkan, sejak kemarin pihaknya menangani pasien tersebut. Semuanya adalah usia-usia remaja dan pelajar. RSJ ini merupakan rumah sakit yang paling banyak menangani korban.

“Sejak tadi malam datang di UGD dan sampai tadi kami mencatat 13 orang. Dari 13 itu dilakukan pemeriksaan berdasarkan gejala gangguan secara jiwa. Ada yang ngamuk, ngomong ngawur, ada yang diam. Ternyata mereka mengaku habis memakai zat-zat tertentu. Mengarah ke pil atau narkoba,” kata Rasak di kantornya, Rabu (13/9/2017).

“Kami sudah komunikasi dengan BNN Kendari terkait hasil pemeriksaan karena itu kewenangan mereka. Kami minta juga ada posko di sini karena jangan sampai ada lagi yang datang,” ujarnya.

Di UGD RSJ Kendari terlihat beberapa pasien terpaksa diikat tangan dan kakinya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

PCC obat apa?

Kabar berjatuhannya korban obat PCC mengundang perhatian warga. Sebuah isu berembus jika obat yang membuat para peminumnya hilang kesadaran itu sebenarnya narkoba jenis Flakka.

Lilly, salah seorang warga Kendari, menyebutkan bahwa warga di kotanya heboh karena kejadian tersebut. “Bagaimana tidak, korbannya banyak dan seperti orang gila. Mana ada lagi anak-anak,” kata Lilly kepada Liputan6.com, Kamis (14/9/2017).

Dia menyebutkan, sebagian warga menduga obat terlarang yang dikonsumsi oleh korban merupakan narkoba jenis Flakka. “Banyak yang bilang sama saya kalau itu Flakka. Saya sih belum tahu, tapi kan bisa saja. Apalagi kalau dilihat efeknya mirip,” katanya.

Namun, dugaan tersebut dibantah pihak BNN Kota Kendari. Hingga saat ini, pihak BNN Kota Kendari bersama pihak kepolisian masih menyelidiki kasus peredaran obat PCC itu.

“Dari mana bisa simpulkan kalau itu Flakka? Kita saja masih melakukan penyelidikan, tapi dugaan sementara itu adalah obat jenis PCC,” kata Murniati, Kepala BNN Kota Kendari.

Murniati menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, obat-obatan yang menyebabkan para korban tidak sadarkan diri telah dicampur ke dalam minuman berenergi, minuman bersoda, hingga minuman beralkohol.

“Sejumlah korban yang masih sadar kemarin sempat kita interogasi. Mereka mengaku bahwa barang tersebut didapatkan dari sumber yang berbeda, ada dalam bentuk minuman Extra Joss, Ale-ale, bir, whisky, serta tablet,” tutur dia.

Sementara itu Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9/2017) menjelaskan fungsi sebenarnya obat PCC adalah menghilangkan rasa sakit. PCC juga untuk obat sakit jantung.

“Nah kalau dilihat kegunaannya, ini tentu bisa kita simpulkan kalau ini obat keras, obat yang tidak boleh bebas beredar,” ujar Arman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *